Showing posts with label Seputar Hikayat. Show all posts
Showing posts with label Seputar Hikayat. Show all posts

Sunday, October 5, 2025

Satu Permintaan Ifrit Yang Mengubah Segalanya? | Kisah yang Mengguncang Langit & Bumi!

Pernahkah kamu membayangkan seorang jin yang kuat, berkuasa, dan menakutkan, tiba-tiba berubah menjadi sosok bijaksana karena sebuah perjanjian dengan seorang nabi? Kisah ini bukan sekadar cerita fantasi, melainkan pelajaran mendalam tentang kebijaksanaan, keadilan, dan kekuatan sejati yang ada pada setiap makhluk, baik manusia maupun jin.


Kisah Dimulai di Istana Nabi Sulaiman

Pada suatu hari yang cerah, di istana megah yang terletak di tengah-tengah kerajaannya, Nabi Sulaiman Alaih Salam duduk di atas singgahsananya. Istana ini terkenal karena keindahan dan kemegahannya, dibangun dengan bantuan manusia dan jin yang tunduk pada perintah beliau.



 

Di tengah kesibukan istana, muncul sosok besar dan mengesankan: Ifrid, jin yang dikenal kuat dan berkuasa. Ia menghampiri Nabi Sulaiman dengan rasa ingin tahu dan niat yang tidak biasa.

"Assalamualaikum, wahai Nabi Allah," sapa Ifrid dengan penuh hormat.

"Waalaikumsalam. Apa yang membawamu ke hadapanku hari ini?" tanya Nabi Sulaiman, dengan penuh kewaspadaan namun juga penasaran.

Ifrid menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Wahai Nabi Sulaiman, aku datang dengan permintaan dan tawaran. Aku ingin membantumu dalam proyek besar pembangunan istana ini. Namun, aku juga memiliki permintaan."


 Baca Juga : Keraguan Bangsa Yahudi Saat Ingin Menangkap Nabi Allah Isa

Dengan bijaksana, Nabi Sulaiman menatapnya. "Apa permintaanmu, Ifrid?"

"Aku ingin sedikit kebebasan," jawab Ifrid, "untuk menjalani kehidupanku tanpa gangguan, belajar, dan mengembangkan diriku lebih jauh. Aku berjanji tetap taat kepadamu dan tidak akan menyakiti manusia maupun makhluk lainnya."

Nabi Sulaiman terdiam sejenak, mempertimbangkan permintaan Ifrid. Ia tahu jin ini kuat dan luar biasa, tapi juga bisa berbahaya jika tidak diawasi.

"Apa yang akan kau lakukan dengan kebebasan itu, Ifrid?" tanya Nabi Sulaiman serius.

"Aku akan memanfaatkannya untuk belajar lebih banyak tentang kebijaksanaan dan menjadi jin yang lebih baik," jawab Ifrid dengan mantap.


Perjanjian Dibuat

Nabi Sulaiman mengangguk perlahan. Ia melihat potensi kebaikan dalam Ifrid, namun tetap waspada.

"Baiklah, Ifrid. Aku akan memberimu kebebasan yang kau minta, tetapi ada syarat. Kau harus tetap taat dan tidak menyakiti manusia atau makhluk lain. Aku akan mengawasimu dengan kekuatan yang Allah berikan kepadaku. Jika kau melanggar, kebebasanmu akan hilang selamanya," kata Nabi Sulaiman tegas.



 

Ifrid merenung, lalu mengangguk. "Aku setuju, wahai Nabi. Aku berjanji memenuhi persyaratanmu."

Dengan demikian, perjanjian pun dibuat.


Perubahan Ifrid

Ifrid mulai bekerja dengan giat membantu membangun istana Nabi Sulaiman. Setiap hari, ia menggunakan kekuatannya untuk mengangkat batu-batu besar dan menyusun struktur bangunan yang indah.

Selain bekerja, Ifrid belajar dari para pekerja manusia dan jin lainnya, mengembangkan keterampilannya, dan meningkatkan kebijaksanaannya. Kata-kata Nabi Sulaiman selalu ia renungkan: kebijaksanaan dan kebaikan lebih penting daripada kekuatan semata.

Seiring waktu, Ifrid menyadari bahwa dengan mematuhi perjanjian dan berbuat baik, ia tidak hanya memenuhi janji, tapi juga menemukan makna sejati dari keberadaannya.


Ujian Ifrid

Suatu hari, ujian datang. Salah satu jin lain yang iri dengan kebebasannya mencoba memprovokasi Ifrid.

"Mengapa kau tunduk kepada manusia? Kau jin kuat! Kau bisa melakukan apa saja!" kata jin itu.

 

Baca Juga: Jenazah Ashim bin Tsabit Yang Di Jaga Allah

 

Ifrid menjawab dengan tenang, "Kekuatan sejati bukanlah melakukan apa yang kau mau, tapi memiliki kendali atas dirimu sendiri dan berbuat kebaikan. Aku telah berjanji pada Nabi Sulaiman, dan aku akan mematuhinya."

Jin lain itu terdiam, menyadari perubahan besar dalam diri Ifrid. Ia kini menjadi jin yang bijaksana dan penuh kebaikan.


Istana Selesai Dibangun

Waktu berlalu, dan istana Nabi Sulaiman pun selesai dibangun. Istana itu menjadi simbol kebijaksanaan, keadilan, dan kerja keras, sekaligus bukti perubahan positif dalam diri Ifrid.

Ifrid terus hidup dengan kebebasan yang dijanjikan, namun selalu ingat untuk tetap taat dan berbuat kebaikan. Suatu hari, ia kembali menemui Nabi Sulaiman.

"Wahai Nabi, aku ingin mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang telah kau berikan. Aku telah belajar banyak dan menjadi jin yang lebih baik," kata Ifrid penuh rasa syukur.

Nabi Sulaiman tersenyum, "If, aku senang melihat perubahanmu. Ingat, kekuatan sejati terletak pada kebijaksanaan dan kebaikan."

Ifrid mengangguk, "Aku akan selalu mengingat nasihatmu, wahai Nabi. Terima kasih atas bimbingan dan kepercayaanmu."


Hikmah dari Kisah Nabi Sulaiman dan Ifrid

Kisah ini mengajarkan kita banyak hal:

  1. Kebijaksanaan dalam membuat keputusan
    Nabi Sulaiman menunjukkan pentingnya menilai potensi baik setiap makhluk dan memberi kesempatan untuk berubah.

  2. Perubahan itu mungkin
    Bahkan makhluk yang awalnya kuat dan menakutkan bisa berubah menjadi bijaksana jika diberi kesempatan dan bimbingan.

  3. Kebebasan sejati
    Kebebasan bukan berarti melakukan apa saja yang diinginkan, tapi memiliki kendali atas diri sendiri dan berbuat kebaikan.

  4. Kepatuhan dan keadilan
    Mematuhi perjanjian dan keadilan dalam keputusan akan membawa manfaat, bukan hanya bagi diri sendiri, tapi juga bagi orang lain.


Penutup

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menghadapi pilihan penting. Dari kisah Nabi Sulaiman dan Ifrid, kita belajar untuk mengutamakan kebijaksanaan dan keadilan dalam setiap keputusan. Setiap makhluk memiliki potensi untuk berubah dan berbuat baik, asalkan diberi kesempatan dan bimbingan yang tepat.

Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk menjadi pribadi yang bijaksana, adil, dan berbuat baik dalam setiap kesempatan.

Tuesday, June 6, 2023

Rabi'ah al-Adawiyyah - Ketika Ulama Besar Tidak Mampu Menjawab Empat Pertanyaannya

Seorang ulama perempuan Rabi'ah al-Adawiyyah namanya harum dimata banyak orang, kealimannya kerendahan hatinya dan hidup zuhudnya seolah memunculkan magnit yang menarik banyak kalangan untuk mengaguminya sebagai perempuan sufi yang tidak biasa.




Tidak hanya masyarakayt awam yang mengaguminya akan tetapi kekaguman tersebut juga dimiliki para ulama besar di jamannya, tak heran ketika ulama perempuan ini berstatus janda lantaran sang suami wafat.

Banyak ulama yang ingin melamar nya untuk menjadi pendamping hidup, dalam kitab Durratun Nashihin diungkapkan para ulama ternama yang terpikat hatinya itu antara lain adalah, Hasan al Basrhi, Malik bin Dinar, dan Tsabit al Banani.

Baca Juga: Kisah Sebuah Nama Yang Agung MUHAMMAD

Ketika para ulama itu suatu ketika datang ke kediaman Rabi'ah al-Adawiyyah dan mengutarakan maksud tulus mereka untuk meminang, dari balik hijab Rabi'ah al-Adawiyyah kepada mereka.

"Baiklah, tapi aku ingin tahu siapa di antara kalian yang paling alim, maka aku akan bersedia menjadi istrinya.'  dialah  Hasan al Bashri, sahud Malik bin Dinar dan Tsabit al Banani, suasana persaingan merebut hati Rabi'ah ternyata tidak menghalangi mereka untuk tetap Tawadhu satu sama lain.

Baca Juga: Keraguan Bangsa Yahudi Saat Ingin Menangkap Nabi Allah Isa

Rabi'ah pun mulai mengajukan persyaratan kepada Hasan al Bashri "Jika tuan mampu menjawab empat masalah yang aku ajukan maka aku bersedia menjadi istri tuan." Silahkan wahai Rabi'ah semoga Allah memberi taufiq kepada aku dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

"Menurut tuan, kalau aku meninggal dunia apakah kematianku dengan membawa ketetapan iman atau tidak"? "Maaf hal ini termasuk hal yang ghaib dan tiada yang tahu pasti kecuali Allah." (jawab Hasan al Bashri).

Rabi'ah melanjutkan "Ketika aku bersemayam dalam kubur, lalu Malaikat Munkar dan Nakir bertanya menurut tuan, mampukah aku menjawabnya? "Maaf itu juga termasuk masalah ghaib yang tahu hanyalah Allah.

"Menurut tuan, ketika manusia dihimpun di hari kiamat kelak aku termasuk orang yang menerima kitab amal dengan tangan kanan ataukah kiri?" Hasann al Bashri masih mengutarakan jawaban yang sama ia tidak dapat menjawab masalah yang dia nilai ghaib itu.

"Menurut tuan, ketika manusia dipanggil aku termasuk golongan orang yang masuk surga atau neraka?' lagi-lagi Hasan al Bashri meminta maaf dan mengembalikan kepastian atas jawaban tersebut kepada Allah.

Ia tahu Rabi'ah adalah tokoh dengan ketaatan dan prestasi rohani yang luar biasa tapi untuk nasib kehidupannya kelak Hasan al Bashri tidak mau memberi penilaian, Hasan menghindar dari apa yang menjadi Hak prerogatif Allah.

Rabi'ah melanjutkan bagi orang yang sedang kalut memikirkan empat masalah ini, mana ada kesempatan untuk berumah tangga? akhirnya para ulama itupun meneteskan air mata dan keluar dari rumah Rabi'ah al Adawiyah dengan penuh penyesalan.









Monday, June 5, 2023

Wanita ini Berani Menolak Lamaran Rasulullah Dua Kali

Sebelum Rasulullah SAW menerima wahyu, beliau pernah meminang Ummu Hani melalui pamannya Abu Thalib yang juga ayah dri Ummu Hani dia adalah sepupuh Nabi sendiri dan kaka perempuan dari dua laki-laki Istimewah Ali bin Abi Thalib dan Ja'far bin Abi Thalib.


Nama lengkapnya adalah Fakhitah binti Abi Thalib bin Abdul Muthalib bin Hasyim, ibunya adalah Fatimah binti Hasad bin Hasyim bin Abdu Manaf sayangnya sang ayah telang mengikat perjanjian dengan Hubayra bin Abi Wahb.

Yang telah meminang putrinya terlebih dahulu dan Ummu Hani pun menerima pinangannya Hubayra seorang peria kaya dan sekaligus penyair berbakat seperti Abu Thalib, selain kaya raya dia juga berasal dari kabilah bani Makhzum.

Yang kala itu kekuatannya semangkin meningkat seiring dengan merosotnya kekuatan bani Hasyim, Abu Thalibpun menjelaskan penolakannya kepada Muhammad SAW, sebab demi menjaga hubungan baik kedua kabilah sesuai tradisi Arab kala itu.

"Wahai Muhammad putriku telah ku jodohkan dengan kabilah Makhzum sebagaimana kabilah itu menikahkan putrinya dengan kabilah kita yaitu orang tuamu Abdullah dan Aminah."

Baca Juga: Malaikat Maut Menangisi Wanita ini Saat Hendak Mencabut Nyawanya

Akhirnya Fakhitah menikah dengan Hubayrah mereka tinggal dimekah dan dikaruniai empat orang anak, tak berselang lama Muhammad SAW dianggkat menjadi Rasul dan hal ini menyebabkan Ummu Hani berpisah dengan suaminya.

Karena Hubayrah enggan masuk Islam dan lari keluar Mekkah saat Fathu Makkah, selanjutnya Ummu Hani hidup menjanda bersama anak-anaknya kemudian Rasulullah SAW meminang kembali Ummu Hani untuk kedua kalinya.

Akan tetapi Ummu Hani menolak dengan halus dan berkata "Ya Rasulullah sungguh engkau lebih aku cintai daripada pendengaran dan penglihatanku sendiri, namun hak suami sangatlah besar hingga aku merasa takut apabila aku melayani suami kemudian anak-anakku terlantar, dan jika aku mengurusi anak-anak aku khawatir hak-hak suamiku tidak bisa kupenuhi."

Mendengar jawaban tersebut Rasulullah SAW bersabda: " Sebaik-baik wanita yang menunggang unta adalah wanita Quraisy yang sangat penyayang terhadap anak-anaknya yang masih kecil. dan sangat hati-hati dalam menjaga hak-hak suami ketika ia menjadi seorang istri." (HR.Ibnul Atsir).

Ummu Hani memiliki kisah sayang yang luar biasa besarnya kepada anak-anaknya hingga menolak untuk bersuami kembali, Ummu Hani adalah contoh seorang ibu yang bertanggung jawab dalam membesarkan anak-anaknya demi kebaikan masa depan mereka.

Begitulah kisah wanita yang menolak Rasulullah dua kali kita bisa memetik pelajaran bahwa jodoh sudah diatur oleh Allah SWT, bahkan ketika kesempatan berjodoh itu ada belum tentu ia menjadi jodoh kita, disisi lain Allah sudah menakdirkan jodoh yang lebih baik seperti Allah menyandingkan Khadijah sebagai jodoh Rasulullah SAW.











Saturday, June 15, 2019

Pesan Imam Ghazali, Jangan Nikahi 6 Tipe Wanita ini

Setiap orang pastinya menginginkan pasangan yang terbaik sebagai pendamping hidupnya, Namun untuk kalian kaum laki-laki berhati hatilah memilih pasangan sebagai pendamping hidup mu.


Imam Al Ghazali memberikan nasihat kepada laki-laki muslim agar tidak menikahi enam tipe wanita tersebut : Annanah, Mannanah, Barroqoh, Haddaqah, syaddaqah, Mengapa harus enam tipe ini dan siapa saja mereka inilah penjelasannya.

Annanah

Wanita yang dimaksud adalah wanita yang sering mengeluh dan mengadu, berkelu kesah memang sifat alami manusia, tapi bukan berarti tiap hal di keluhkan, mengeluh tidak menciptakan solusi apapun hal ini justru dapat menguras emosi suami, sedangkan mengadu sring merusak hubungan baik apa lagi jika yang sering di adukan istri adalah orang tua suami, menikahi wanita seperti ini sulit membuat suami mencapai sakinah dalam keluarga.

Mannanah

Mannanah adalah wanita yang suka mengungkit kebaikan dirinya terutama pada suaminya, menikahi wanita seperti ini membuat laki-laki terhambat menjalankan perannya sebagai kepala keluarga, jika ia berbeda pendapat dengan istrinya maka istrinya akan mengungkit kebaikan dan jasanya, apalagi bila ekonomi suami lebih rendah dari nya.

Baca Juga: Aku Lebih Baik Dari Kalian, Inspirasi Hidup Hasan al-Basri

Hannanah

Mannanah adalah tipe wanita yang hobinya membanding-bandingkan dengan suami orang lain, atau anaknya dengan anak orang lain, jika dia janda maka dia akan membanding-bandingkan mantan suaminya dengan suaminya saat ini.

Atau dia membanding-bandigkan suaminya dengan ayahnya atau mungkin membangga-banggakan saudara laki-lakinya atau teman-temannya dengan suaminya, kalau dia pernah pacaran sebelum menikah maka dia membanding-bandingkan pacar lalunya dengan suaminya.

Barroqoh

Imam Al Ghazali menjelaskan ada dua makna tentang Barroqoh pertama adalah tipe wanita yang suka bersolek atau berhias sepanjang hari, meskipun hal itu untuk tampil menawan di hadapan suaminya, berhias sepanjang hari termasuk sikap yang berlebih-lebihan dalam pemanfaatan waktu apalagi jika berhiasnya bukan untuk suaminya.

Baca Juga: Beginilah Cara Rasulullah Membelah Bulan Dan Mengantonginya

kedua, wanita yang tidak mau makan dan suka mengurung diri sendirian, dengan kata lain ia tipe penyedih bagaimana rumah tangga bisa sakinah, mawadah dan warohmah, bila seorang istri memiliki sifat seperti demikian.

Haddaqah

Haddaqah adalah wanita yang keinginan belanjanya besar mudah tertarik suatu barang atau produk yang di lihatnya dan meminta suami membelikan, boros dan konsumtif meski suami terbilang kaya boros tetap tidak baik dan tidak disuakai dalam agama, apalagi jika suaminya seorang yang miskin dan pas-pasan, banyak suami yang akhirnya terperosok kejalan yang haram dan salah karena demi memenuhi permintaan istrinya.

Syadaqah

Sayaddaqah tipe wanita yang suka sekali nyinyir dan banyak bicara, hampir setiap hal di komentari dan komentarnya tidak ada yang bermanfaat, ada hal yang wajar saja di komentari negatif apalagi yang salah, menikahi wanita seperti ini sulit bagi suami menemukan kedamaian.


Itulah pesan Imam Ghazali kepada laki-laki muslimin agar tidak menikahi wanita dengan enam tipe seperti di atas, semoga kalian di rahmati Allah SWT dan mendapatkan pendamping hidup yang baik.






Friday, June 14, 2019

Aku Lebih Baik Dari Kalian, Inspirasi Hidup Hasan al-Basri

Suatu hari di tepi sungai Dajlah Hasan Al-Basri melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan dengan seorang perempuan, disisi mereka terletak sebuah botol arak, kemudian Hasan berbisik dalam hatinya "Alangkah buruknya akhlak orang itu dan alangkah baiknya kalau seandainya dia berakhlak seperti aku."


Tiba-tiba Hasan melihat sebuah perahu yang sedang tenggelam, lelaki yang sedang duduk di tepi sungai tadi langsung terjun untuk menolong penumpang perahu yang hampir lemas, enam dari tujuh penumpang itu berhasil di selamatkan.

Kemudian dia berpaling ke arah Hasan al-Basri dan berkata "Jika engkau memang lebih mulia dari pada saya, maka dengan nama Allah selamatkanlah seorang lagi yang belum sempat saya tolong, engkau diminta untuk menyelamatkan satu orang saja sedang saya telah menyelamatkan enam orang.

Bagaimana usahanya Hasan al-Basri tetap gagal menyelamatkan yang seorang itu, maka lelaki itu berkata padanya :Tuan, sebenarnya perempuan yang duduk disamping saya ini adalah ibu saya sendiri, sedangkan botol itu hanya berisi air biasa" bukan anggur atau arak.

Baca Juga: Beginilah Cara Rasulullah Membelah Bulan Dan Mengantonginya

Hasan al-Basri tertegun lalu berkata,"Kalau begitu sebagaimana engkau telah menyelamatkan enam orang tadi dari bahaya tenggelam kedalam sungai, maka selamatkanlah saya dari tenggelam dalam kebanggan dan kesombongan."

Lelaki itu menjawab,"Mudah-mudahan Allah mengabulkan permohonan tuan" Semenjak itu Hasan al-Basri semakin dan selalu merendahkan hati, bahkan ia menganggap dirinya sebagai makhluk yang tidak lebih sebagai orang lain.

Baca Juga: Rabi'ah al-Adawiyyah - Ketika Ulama Besar Tidak Mampu Menjawab Empat Pertanyaannya

Jika Allah membukakan pintu sholat tahajud untuk kita, janganlan lantas kita memandang rendah saudara siman yang sedang tertidur nyenyak.

Jika Allah membukakan pintu puasa sunah, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang tidak ikut berpuasa sunah.

Boleh jadi orang yang gemar tidur dan jarang melakukan puasa sunah itu lebih dekat dengan Allah dari pada kita. walai sehebat apapun kita janganlah bangga dengan dan sombong dengan amal kita dan jangan pernah mengatakan "Aku lebih baik dari kalian".

Thursday, March 28, 2019

Kisah Sedih Sahabat Nabi Yang Terakhir Abu Qilabah

Abu Qilabah sahabat Nabi SAW, Abu Qilabah ini orang jarang tahu namanya tapi dia punya kisah yang unik, suatu waktu ada satu orang berjalan dia musafir dari satu kota ke kota lain orang ini menunggangi kuda sampai dia kehabisan bekal.


Dan dia lihat dipadang pasir yang luas ada satu kemah disitu , sesampainya dia dikemah dia turun dan dan dia lihat pemandangan yang sangat memilukan, dalam kemah itu kosong tidak ada makanan tidak ada minuman, dan ada satu orang terbaring dengan punggungnya.

Kedua tangan nya putus, kedua kakinya putus kedua matanya buta orang ini hanya tergeletak lalu saya bilang, Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Orang itupun menjawab salam saya dan kemudian saya datang mendekati dia.

Baca Juga: Karunia Fatimah Az Zahra Yang belum Pernah Di Lihat Mata Dan Di Dengar Telinga

Lalu saya berkata kepadanya, siapa anda ini dan apa ceritanya anda ada di padang pasir ini, lalu dia menjawab saya salah satu hamba Allah, lalu dia bertanya kembali dan kamu siapa "Saya musafir" sedang kebetulan lewat butuh minuman dan makanan.

Lalu orang tua buta ini berkata Alhamdulillah segala puji bagi Allah, yang menyempurakan nikmatnya kepada saya, musafir itu pun heran dan ia mengatakan wahai tuan, apa yang membuat anda bersukur kepada Allah.

Maka dia bilang diamlah wahai anak muda, kamu tidak tahu kalau sebenarnya nikmat Allah sangat besar pada saya, saya dapat mengucapkan kalimat saja sudah menutupi semua kekurangan saya ini, sebuah nikmat yang tida bisa terhitung Alhamdulillah atas segala hal.

Baca Juga: Bal'am Bin Bauroh Ulama Yang Mengkhianati Allah

Musafir ini bilang saya kagum dengan orang ini, lalu saya katakan padanya adakah yang bisa saya bantu, lalu dia mengatakan ada anak saya laki-laki satu-satunya yang selalu menemani saya disini, dia meraawat saya dia memberikan minum dia memberikan makan.

Sekarang sudah tiga hari tidak balik-balik coba kamu cari disekitar kemah ini siapa tahu dia ada, dan perlu kamu tahu dipadang pasir ini yang hidup cuma saya sama anak saya, tidak ada siapapun jadi kalau kamu melihat itu berarti anak saya.

Baca Juga: Reaksi Rasulullah SAW Ketika berhadapan dengan Pembunuh Pamannya

Baiklah saya akan keluar mencarinya, dan tidak jauh dari kemah itu ada jenazah manusia yang lagi dikerumuni oleh singa dan saya mengatakan pasti itu anaknya tapi sudah mati lagi di cabik-cabiki dagingnya oleh singa.

Lalu saya kembali dan saya bingung gimana caranya menjelaskan kepada orang ini diapun susah hidupnya dipadang pasir pun sendiri lumpuh dan anak satu-satunya dimakan singa, lalu saya pun datang dan saya mengatakan.

Wahai saudaraku apakah anda mengetahui kisah Nabi Ayyub, tentu saja (kata orang itu), apakah anda bisa ceritakan sedikit kepada saya tentang dia, orang itu mengatakan Ayyub A.s orang yang tidak bisa dinilai kesabarannya, orang yang di coba sama Allah 20 tahun dengan penyakitnya.

Dua puluh tahun dengan mati semua anaknya dua belas laki-laki, dua puluh tahun dengan penyakit kusta sehingga ditinggal oleh kaumnya, hartanya semuanya habis, dua puluh tahun miskin, musafir ini mengatkan yang anda ucapkan benar.

Baca Juga: Umar bin Khattab Khawatir Putrinya Di Ceraikan Rasulullah SAW

Dan saya berharap anda bisa menjadi bagian kecil dari Ayyub, karena anak anda? Ayyub dua belas anak laki-lakinya mati, anda satu anak laki-laki anda ini sudah mati dimakan singa, Musafir itu berfikir mungkin orang ini akan menangis mendengar semua ini.

Dia senyum, lalu dia mengatakan Alhamdulillah yang telah membuat anak saya mendahului saya kesurga, musafir ini mengataka kenapa anda bisa mengatakan itu, orang itu mengatakan anak saya ini sangat berbakti dengan saya.

Menurut pehamaman agama yang jelas yang saya yakini, kalau anak sholeh, dia shalat dia jaga ibadahnya pada Allah bakti pada orang tuanya masuk surga dan seperti itulah anak saya, maka saya yakin dia akan masuk surga.

Musafir itu mengatakan tiba-tiba saja orang tua ini mengatakan Asyhadualla Ilaha Ilallah Wa asyhaduanna Muhammad Rasulullah lalu meninggal dunia musafir inipun mengatakan Inalillahi wa ina ilahi rajiun, saya kehabisan bekal kehabisan makanan bertemu orang seperti ini dan mati, apa yang harus saya lakukan.

Maka saya keluar dari kemah untuk mencari informasi ada siapa yang bisa saya minta tolong, saya berdoa, "Ya Allah utuslah kepada kami orang-orang yang bisa membantu" tidak lama kemudian lewatlah empat orang naik kuda dari kejauhan dengan hikmah Allah.

Empat orang berkuda itu berpenampilan seperti orang keraja dengan pakaian yang rapi dan menunggangi kuda dengan kecapatan tinggi dan saya berteriak, hai fulan, hai fulan berhentilah, dengan hikma Allah mereka mendengar saya.

Merekapun datang lalu mereka berkata, ada apa dengan kamu dan kenapa engkau meminta tolong apa ada sesuatu, lalu saya katakan didalam kemah ini ada orang tua meninggal kainya lumpuh tangannya lumpuh matanya buta dan anaknya pun dimakan oleh singa.

Empat orang ini pun heran dan mengatakan, apa kamu bilang orang buta orang lumpuh mana dia lalu turun dari kudanya, musafir itu mengatakan dia ada didalam kemah dan sudah saya tutup dengan kain meninggal.

Maka pada saat dibuka wajahnya empat orang ini mencium-ciumi jenazahnya orang lumpuh ini sambil menangis, musafir ini semakin tidak mengerti lalu berkata, mengapa kalian menangis dan siapa orang ini. Kata empat orang itu engkau tidak kenal siapa ini, dan dia menjawab tidak.

Ini Abu Qilabah Al-Jarmi ini sahabat Nabi, satu-satunya sahabat Nabi yang masih hidup sekarang ini, inilah orangnya dia sudah lama kami cari karena disuruh oleh raja untuk jadi hakim, dia lari dia melarikan diri karena tidak mau menjadi hakim dia sampai tinggal dipadang pasir.

Dan ini orang nya, dia sangat terkenal kesolehannya doanya mustajab, maka anak muda inipun menangis sambil mengatakan, Alhamdulillah yang telah mempertemukan saya dengan orang soleh ini sehingga saya bisa melihat salah satu sahabat Nabi SAW dan akhirnya saya bisa belajar dari dia.

Pelajaran yang kita ambil ini, bagaimana Abu Qilabah dengan kenal tuhannya tahu kalau cobaan dunia hanya di dunia dan Allah membalasnya di akhirat selama kita sabar dan beriman.













Tuesday, March 26, 2019

Karunia Fatimah Az Zahra Yang belum Pernah Di Lihat Mata Dan Di Dengar Telinga

Pada suatu hari setelah Nabi Muhammad SAW selesai mengerjakan sholat, beliau tetap berada dalam masjid bersama para sahabatnya kemudian datanglah seorang Arab badui berusia renta dan berpakaian kumal, "Ya Rasulullah saya sangat lapar mohon saya di beri makanan sekedarnya."


Lihatlah saya tidak mempunyai pakaian selain yang saya pakai untuk menutup aurat seperlunya (kata Arab badui itu), lalu Rasulullah SAW sendiri menanggapinya "Sayang aku sendiri tidak mempunyai sesuatu yang pantas aku beri padamu."

Namun cobalah engkau pergi menemui orang yang dicintai Allah dan Rasul nya, ia lebih mengutamakan orang lain yang menderita daripada dirinya sendiri, ia bernama Fatimah putriku, Rumahnya dekat sekali dengan rumahku.

Baca Juga: Bal'am Bin Bauroh Ulama Yang Mengkhianati Allah

Lalu pergilah Arab badui itu kerumah Fatimah, dirumah Fatimah orang itu disambut baik dan ramah, bapak darimana tanya Fatimah dengan lembut, ia menjawab "Saya orang tua dari pegununganyang jauh dari sini," tadi saya bertemu dengan ayahmu wahai putri Rasulullah.

Saya lapar sekali pakaian ini pun sudah amat kumal, tolong saya diberi makan dan pakaian seperlunya saja, mudah-mudahan Allah melimpahkan RahmatNya kepadamu, saat itu putri Rasulullah sangat bingung memikirkan sekiranya apa yang akan diberikan kepada orang tua itu.

Ia dan keluarganya saja sudah berpuasa tiga hari karena tidak memiliki sesuatu apapun untuk dimakan, akan tetapi melihat orang tua yang demikian sengsara Fatimah tentu saja tidak bisa membiarkannya ia tidak ingin orang tua itu pergi dengan tangan hampa.

Baca Juga: Reaksi Rasulullah SAW Ketika berhadapan dengan Pembunuh Pamannya

Lalu ia mencari-cari apa yang bisa diberikan dan pilihannya jatuh pada alas tidur yang terbuat dari kulit kambing alas ini milik Al-Hasan, setelah menerima alas tidur tersebut orang tua itu berkata, "Hai putri Rasulullah apa yang saya bisa perbuat dengan kulit kambing ini."

Saya sangat lapar dan membutuhkan pakaian secukupnya kulit kambing ini tidak dapat menghilangkan lapar dan menutup aurat, teguran itu tentu membuat Fatimah malu dalam keadaan malu itu ia teringat akan kalung pemberian bibinya.

Lalu ia segera menyerahkan kalung tersebut kepada orang Arab badui itu, ambilah ini mudah-mudahan Allah menggantinya dengan karunia yang lebih baik (kata Fatimah), tentu saja hal ini membuat hati orang tua itu gembira lantas ia pergi kemasjid.

Baca Juga: Umar bin Khattab Khawatir Putrinya Di Ceraikan Rasulullah SAW

Di sana Rasulullah masih di kelillingi sahabatnya, lalu orang Arab badui ini memberitahu seraya menunjukan kepada Rasulullah seuntai kalung yang diberikan Fatimah kepadanya, melihat itu tanpa sadar Rasulullah meneteskan air mata menyaksikan kemurahan hati putrinya.

Ammar bin Yasir yang menyaksikan adegan itu seraya berkata "Ya Rasulullah bolehkah aku membeli kalung itu," sambil menyeka air matanya beliau berkata "Belilah jika engkau mau," Ammar kemudian bertanya kepada orang tua itu, berapa kalung ini hendak engkau jual.

Ia menjawab, seharga beberapa potong roti dan daging untuk menghilangkan lapar dan secarik kain yang dapat saya pergunakan untuk menutup aurat agar saya bisa melaksanakan shalat dengan sempurna, selain itu saya menginginkan ongkos untuk pulang satu dinar.

Ammar serta merta berkata, baiklah kalung itu aku beli dengan uang dua puluh dinar dan seratus dirham, selain itu engkau akan kuberi beberapa potong roti dan daging untuk menghilangkan rasa lapar ditambah lagi engkau akan kuberi pakaian dan seekor unta untuk tungganganmu dalam perjalanan pulang.

Setelah semua urusan selesai orang tua tersebut dengan perut kenyang dan pakaian rapi sambil menuntun unta menghadap Rasulullah SAW, Beliau lantas bertanya "Bagaimana keadaanmu sekarang sudahkah engkau kenyang dan mempunyai pakaian."

Ia menjawab "Ya Rasulullah, saya rasa lebih dari itu bahkan saya sekarang merasa sudah kaya, sambil berkata ia memperlihatkan uang baju yang dipakainya dan unta yang ditungganginya, kalau begitu balaslah budi Fatimah kepadamu.

Lalu orang tua itu menengadahkan kedua tangan kelangit seraya berdoa, "Ya Allah tiada kusembah selain Engkau, Karuniakanlah ia sesuatu yang belum pernah dilihat mata dan didengar telinga. Mendengar doa tersebut Rasulullah SAW mengarahkan pandangan kepada para sahabat.

Lalu beliau bersabda. "Sesungguhnya di dunia ini Allah SWT telah memberikan kepada Fatimah apa yang dimohonkan oleh orang tua tadi, ia mempunyai ayah seorang nabi dan Rasul utusan Allah kepada seluruh umat manusia dan alam semesta."

"Ia memperoleh Ali bin Abi Thalib tidak ada peria yang sepadan menjadi suaminya. Allah menganugrahi juga dua orang anak laki-laki Al Hasan dan Al Husain, tidak ada anak lain yang menyamai mereka berdua, dua-duanya cucu seorang Nabi yang akan menjadi pemuda penghuni surga yang terkemuka."

Setelah berhenti sejenak beliau kemudian bersabda lagi "Malaikat Jibril telah datang kepadaku memberi tahu bahwa pada saat Fatimah meninggal dunia, di dalam kuburnya ia di datangi Malaikat dan di tanya, siapa Tuhanmu maka Fatimah menjawab Allah, dan ditanya lagi Siapa Nabimu ia menjawab Ayahku.

Akan halnya dengan kalung itu setelah Ammar menerima kemudian ia membungkusnya, lalu menyuruh seorang budak bernama Saham menemui Fatimah dan menyerahkan kalung tersebut, lalu pergilah Saham menemui putri Rasulullah dan menyerahkan kalung itu kepada Fatimah.

Fatimah menerima pemberian itu dengan perasaan bersyukur tiada henti, setelah menerima kalung itu, Fatimah berterima kasih lalu ia berkata "Hai Saham mulai saat ini engkau merdeka", begitu senangnya hati Saham mendengar kata-kata Fatimah lalu ia berlari dan meloncat riang gembira seperti anak-anak.













Monday, March 25, 2019

Bal'am Bin Bauroh Ulama Yang Mengkhianati Allah

Kita mengenal dalam sejarah Bani Israil ada seorang tokoh nama nya Bal'am bin Bauroh, sebuah tokoh yang sering di sebut-sebut oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an, karena penyimpangan yang dia lakukan.


Dia adalah seorang ulama Bani Israil ia memiliki ke istimewaan kalau dia berdoa doanya pasti mustajab, ketika terjadi peperangan antara Bani Israil dengan bangsa Jabbar (bangsa Jabbar adalah penghuni Palestina).

Sementara Bani Israil di perintahkan oleh Allah untuk masuk ke dalam Palestina, tapi mereka di hadang oleh pasukan-pasukan dari bangsa Jabbar, saat itu mereka memutuskan sepertinya tidak ada cara lain.

Baca Juga: Reaksi Rasulullah SAW Ketika berhadapan dengan Pembunuh Pamannya

Untuk menghadapi bangsa Jabbar kecuali dialog kita mencoba negosiasi sudah sekian waktu kita ini berperang melawan mereka kadang menang kadang kalah, bagaimana caranya? mungkin cara yang belum kita tempuh kita negosiasi.

Akhirnya ada orang yang menawarkan diri namanya Bal'am bin Bauroh, ulama Bani Israil yang kalau berdoa doanya pasti mustajab, dia menawarkan diri saya akan berangkat menemui bangsa Jabbar, akhirnya berangkatlah Bal'am bin Bauroh.

Bangsa jabbar adalah bangsa yang menghalalkan segala cara dalam rangka menaklukan orang-orang yang ingin mereka taklukkan, ketika mereka melihat Bal'am bin Bauroh datang maka mereka melakukan berbagai macam cara.

Baca Juga: Umar bin Khattab Khawatir Putrinya Di Ceraikan Rasulullah SAW

Di tawarkanlah yang namanya harta "Bal'am kalau kamu bergabung bersama dengan kami,kami akan berikan harta yang begitu banyak kepada kamu, Bal'am kalau kamubergabung bersama dengan kami, niscaya kami akan memberikan tahta kehormatan di tengah kami."

"Bal'am kalau kamu bergabung bersama dengan kami, kami akan berikan wanita-wanita cantik untuk kamu" akhirnya Bal'am menerima tawaran ini dengan godaan yang begitu dahsyat padahal dia seorang ulama.

Akhirnya bangsa Jabbar mengatakan wahai Bal'am karena kamu telah bergabung bersama dengan kami, kami minta kepada anda untuk berdoa kepada Allah, agar Allah mengalahkan bangsa Bani Israil dan memenangkan kami.

Baca Juga: Sahabat Sempat Panik Ketika Mengurus Jenazah Rasulullah SAW

Mereka tahu Bal'am ini mempunyai doa yang sangat luar biasa kenapa demikian karena Bal'am mengetahui nama Allah yang paling agung yang kalau kita gunakan untuk berdoa pasti mustajab, apa nama Allah SWT yang paling agung.

Para ulama berbeda pendapat ada yang mengatakan Lailaha ilallah ada yang mengatakan Allah ada yang mengatakan Al Hayyum Al Qayyum ada yang mengatakan Asshomad, makanya ada salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW.

Sewaktu-waktu beliau berdoa di sisi Nabi Muhammad SAW Dengan doa menggabungkan nama-nama yang di sebutkan tadi "Allahuma ini as aluka bi ani ashaduanaka antaallah Lailah haillah anta al ahad ashomad lam yalid walam yulad ,

Lalu dia berdoa kepada Allah SWT Nabi Muhammad SAW beliau mengatakan "Tidaklah seorang hamba berdoa dengan doa tadi kemudian dia meminta kepada Allah SWT, pasti Allah SWT mengistijabahinya.

Baca Juga: Ketika Umar Bin Khattab Dimarahi Istrinya

Bal'am bin Bauroh lalu dia berdoa kepada Allah SWT, namun Allah SWT memberikan keajaiban lidahnya Bal'am di belokan oleh Allah SWT, setiap kali dia meminta kemenangan bagi bangsa Jabbar Allah membelokan lidahnya meminta kemenangan bagi bangsa Bani Israil.

"Ya Allah tolonglah kaum Jabbar jadi kaum Bani Israil, Ya Allah tolonglah bangsa Jabbar jadi Bani Israil" jadi lidahnya itu di belokan oleh Allah SWT . Ketika dia meminta kecelakaan dan kehancuran bagi Bani Israil.

Ternyata lidahnya di belokan untuk meminta kecelakaan kepada bangsa Jabbar, akhirnya Bal'am mengatakan "Ini sudah di luar kendali saya ilmu senjata saya sudah tidak bermanfaat lagi," Allah SWT sudah turun tangan.

Terus caranya bagaimana (tanya bangsa Jabbar) caranya satu, hiasi wanita-wanita kalian hiasi percantik mereka, lalu berika kepada mereka itu barang dagangan lalu hendaklah mereka menjual barang dagangan dengan pakain yang menggoda keperkemahan-perkemahan pasukan Bani Israil.

Satu pesannya silahkan menggoda kalau ada yang tergoda jangan menolak untuk memenuhi apa yang di inginkan oleh mereka yang tergoda berangkat dengan kondisi seperti itu apa yang terjadi?.

Bayangkan bangsa Bani Israil mereka sudah sekian bulan tidak berjumpa anak istri melihat ada wanita yang mempercantik dirinya menggoda dan lain sebagainya terjadilah apa yang terjadi yaitu perzinahan yang cukup mengerikan sekali.

Sehingga dalam sebuah riwayat, riwayat Ibnu Katsir rahimahullah di jelaskan karena begitu banyaknya perzinahan, Allah SWT menurunkan penyakit Thaun kepada pasukan Bani Israil, dalam sehari tiga ribu pasukan Bani Israil meninggal.

Ini yang membuat mereka yang masih cerdas bertanya-tanya apa yang membuat pasukan kita hancur? sementara kita belum pernah dikalahkan seperti ini dan merekapun melakukan penelitian, ternyata ini penyebabnya karena wanita-wanita bangsa Jabbar yang menawarkan dirinya.

Pura-pura berdagang pada initinya misi mereka untuk menggoda kaum Muslimin, lalu seorang pemuda yang bernama Fanhash pemuda yang shaleh, pemuda yaang sangat taat kepada Allah SWT melihat kejadian tersebut dia kemudian mencari panglimanya.

Begitu dia masuk kedalam tenda panglimanya dia melihat panglimanya sedang melakukan perzinahan lalu dia marah dan dia mengambil tombak dan keduanya ditusuk lalu diangkat ke atas langit dia mengatakan.

"Ya Allah beginilah kami memperlakuan orang yang berbuat maksiat kepadaMU, Ya Allah angkatlah penyakit dari kami Ya Allah," Akhirnya apa penyakit di angkat oleh Allah SWT, sehingga sebagian para ulama mengatakan hikma dari ini semuanya.

Dalam menghancurkan umat Islam orang-orang kafir ketika meeka tidak mampu dengan cara senjata, mereka merusak akhlak, dan yang kedua doa kita akan di terima dan di kabulkan oleh Allah SWT kalau kita melakukan amar ma'ruf nahi munkar.

Kalau kita membiarkan kemungkaran merasa tidak peduli dengan kemungkaran yang terjadi disekitar kita, doa apapun yang kita panjatkan tidak akan di kabulkan oleh Allah SWT Rasul mengatakan "Pilih kalian mau amar ma'ruf nahi mungkar kalu tidak Allah tidak akan mengabulkan doa kalian."

Pemuda yang sholeh itu (Fanhash) melakukan amar ma'ruf nahi mungkar menusuk keduanya dan diangkat ke langit dan mengatakan "Ya Allah beginilah kami memperlakuan orang yang berbuat maksiat kepadaMU."














Saturday, March 16, 2019

Ketika Umar Bin Khattab Dimarahi Istrinya

Berbicara soal keadilan orang akan teringat keadilan Umar bin Khattab jika menyoalkan kejujuran tanpa membeda-bedakan keluarga dekat atau bukan orang akan ingat kejujuran Umar dan jika ada yang berbicara pengetahuan dan hukum agama yang mendalam orang akan teringat Umar.


Begitu juga ketika orang membicarakan Umar tentang bagaimana ia menghormati seorang perempuan, kisah berikut ini mengajarkan kita tentang bagaimana sikap perlakuan Umar terhadap sosok perempuan.

Suatu ketika Umar bin Khattab tidak langsung menuju rumah nya usai menunaikan sholat subuh seperti kebiasaannya Umar tidak pernah absen belusukan ke kampung-kampung memantau keadaan rakyatnya hingga siang hari.

  • Teguran untuk Umar yang membuatnya menahan air matanya

Ketika Sang Khalifah bergelar Amirul Mukminin ini ditemanin Jarud yang diajaknya secara spontan, selama menjabat sebagai pemimpin umat Islam Umar memang tidak memiliki pengawal seperti halnya pemimpin saat ini.

Ditengah perjalanan langkah Umar terhenti ketika mendengar suara seorang perempuan paruh baya berkata, Assalamualaikum Wahai Amirul Mukminin Umar bin Khattab, tunggu sebentar aku ingin berbicara denganmu.

Baca Juga: Kisah Syech Subaqir Ulama Penumbal Tanah Jawa

Tanpa merasa tersinggung Umar berhenti dan mendekat terhadap sumber suara itu dan berkata, ada yang bisa saya bantu wahai saudariku sesama Muslim. Begitulah Umar ketika ditanya oleh rakyatnya tanpa prosedur tetap Umar langsung menemuinya.

Aku masih ingat dahulu engkau dipanggil dengan nama Umair, iya betul (kata Umar singkat), Aku sering melihatmu dipasar ukadz bermain dan bergulat bersama anak-anak sebayamu, sekarang engkau berganti nama bernama Umar bahkan lebih dari itu engkau kini sudah digelari Amirul Mukminin, Itu bukanlah kehendak ku (kata Umar).

Sungguh indah sebutan nama itu tetapi apakah engkau tahu makna dibalik gelar tersebut, ketahuilah wahai Umar, orang yang takut mati tentu tidak akan menyia-nyiakan usianya untuk beramal kebaikan, mendengar kata-kata terakhirnya Umar menunduk sorot matanya yang tajam mulai sembab menahan air mata.

Dengan menghelai nafas Umar berkata "Doakan agar Tuhan membimbing saya menjadi pemimpin yang amanah" (pinta Umar), Melihat Umar yang hampir menangis dengan kata-kata perempuan itu. Jarud lalu berkata, anda sungguh tidak sopan berbicara dengan orang yang dihormati oleh kawan dan lawan, apakah anda tidak tahu beliau adalah Amirul Mukminin.

Baca Juga: Ternyata Langit, Bumi Dan Gunung Menolak Ditawari Jadi Seperti Manusia

Umar hanya tersenyum tanpa menoleh dan pergi, ketika Jarud mengejar dan menghardik si perempuan tersebut namun Umar mencegahnya. Janganlah engkau berkata kasar terhadap perempuan itu tahukah engkau siapakah dia, Jarudpun menggelengkan kepalanya.

Dia adalah Khaulah binti Hakim seorang perempuan yang pengaduannya telah didengar Allah SWT, seperti diabadikan dalam Surat Al-Mujadilah ayat 1 "Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan perempuan yang memajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya dan mengadukan (halnya)kepada Allah, dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua, Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

  • Saat Umar bin Khattab di marahi istrinya

Dan beberapa hari setelah itu Umar didatangi seorang laki-laki asing yang tidak dikenalinya, namun tentu laki-laki itu sangat mengenali Umar sebagai seorang pemimpin. Laki-laki itu datang keesokan harinya dengan tujuan ingin mengadukan istrinya karena sering marah-marah.

Setelah beberapa kali mendatangi kediaman Umar, laki-laki itu tidak pernah menjumpai sang Khalifah, si laki-laki hanya bertemu dengan istrinya (Umar bin Khattab) yang menyampaikan pesan bahwa Umar belum pulang, beliau masih sibuk dengan urusan rakyatnya.

Kali ini laki-laki itu tidak putus asa dia ingin bertemu Umar dan yakin sang Khalifah akan berada ditempat tinggalnya, setelah jarak beberapa meter sampai kerumah Umar lelaki itu melihat sosok sang Khalifah dia yakin itu adalah orang yang ditujunya.

Sesampainya didepan rumah laki-laki itu tidak langsung mengetuk pintu karena mendengar suara keras yang ditujukan kepada Umar, meski beberapa kali suara perempuan itu meninggi, tidak sepatah katapun balasan dari suara Umar yang enggan membantah masalah-masalah sepele masalah kecil tidak perlu di perbesar.

Setelah melihat dan mendengar keadaan Umar yang pasif ketika dimarahi Istrinya laki-laki tersebut menjadi ragu jika keluhannya akan didengar, jika seorang Amirul mukminin saja seperti itu bagaimana dengan ku (imbuhnya dalam hati).

Laki-laki itu pun pergi meninggalkan rumah Umar, namun berjalan beberapa langkah tiba-tiba dia mendengar suarnya Umar memanggilkan. Wahai Amirul Mukminin aku datang untuk mengadu perangai buruk istriku dan sikapnya kepadaku, tapi aku mendengar hal yang sama pada istrimu.

Umar bin Khattab kemudian tersenyum. Wahai saudaraku, aku tetap sabar mnghadapi perbuatannya karena itu memang kewajibanku, alih-alih laki-laki itu menghardik istrinya Umar malah menceritakan betapa besar jasa istrinya dalam kehidupannya di dunia.

"Bagaimana aku bisa marah kepada Istriku karena dialah yang mencuci bajuku, dialah yang memasak roti dan makananku ia juga yang mengasuh anak-anakku padahal semua itu bukanlah kewajibannya."

Umar bin Khattab kemudian menasihati laki-laki itu untuk bersikap sabar kepada istrinya karena istrinyalah yang membuat dia tentram di sampingnya,. Karena istriku, aku merasa tentram untuk tidak berbuat dosa maka aku harus mampu menahan diri terhadap perangainya, katanya.

Wahai Amirul Mukminin. istriku juga demikian, Amirul Mukminin pun menjawab, maka hendaknya engkau mampu menahan diri karena yakinlah hal tersebut hanya sebentar saja. laki-laki itu akhirnya pergi dan menjalankan apa yang diperintahkan Umar yakni bersabar.






















Tuesday, March 12, 2019

Kisah Syech Subaqir Ulama Penumbal Tanah Jawa

Syech Subaqir adalah seorang ulama besar yang telah menumbal tanah jawa dari pengaruh negatif makhluk halus saat awal penyebaran ajaran Islam di nusantara, kisahnya dimulai saat sultan Muhammad satu bermimpi mendapat wangsit untuk menyebarkan dakwa Islam di tanah jawa.


Adapun mubaliqnya berjumlah sembilan orang, jika ada yang pulang atau wafat maka akan digantikan ulama lain asal tetap berjumlah sembilan, sehingga dikumpulkanlah beberapa ulama terkemuka dari seluruh dunia Islam waktu itu para ulama yang dikumpulkan itu mempunyai keahlian masing-masing.

Ada yang ahli tatanegara, berdakwa, pengobatan, tumbal atau rukya dan lain sebagainya, lalu dikirimkanlah beberapa ulama ketanah jawa atau nusantara namun sudah berapa kali utusan dari kesultanan Turky Utsmania yang datang ketanah jawa untukk menyebarkan agama Islam tapi pada umumnya mengalami kegagalan.

Penyebabnya masyarakat tanah jawa saat itu masih memegang teguh kepercayaannya sehingga para ulama yang dikirim mendapatkan halangan karena meskipun berkembang tetapi ajaran agama Islam hanya dalam lingkungan yang kecil tidak berkembang secara luas.

Baca Juga: Ternyata Langit, Bumi Dan Gunung Menolak Ditawari Jadi Seperti Manusia

Selain itu konon pulau jawa masih merupakan hutan belantara angker yang dipenuhi makhluk halus dan jin-jin jahat, lalu diutuslah Syech Subaqir ulama asal Persia yang ahli dalam merukiah, ekologi. meteorologi dan geofisika ketanah jawa.

Beliau diutus untuk menangani masalah-masalah gaib dan spiritual yang dinilai telah menjadi penghalang diterima nya Islam oleh masyarakat jawa ketika itu, berdasrkan babad tanah jawa setelah sampai kenusantara Syech Subaqir  yang menguasai ilmu gaib dan dapat menerawang makhluk halus mengetahui penyebab utama kegagalan para ulama pendahulu dalam menyebarkan ajaran Islam.

Karena dihalangin oleh jin dan dedemit penunggu tanah jawa, para jin, dedemit dan lelembut bisa berubah wujud menjadi ombak besar yang bisa menenggelamkan kapal berikut penumpangnya dan menjadi angin puting beliung yang mampu memporak-porandakan apa saja yang ada di depannya.

Baca Juga: Surat Umar Bin Khattab Untuk Sungai Nil

Selain itu para jin kafir dan lelembut bisa berubah wujud menjadi hewan buas yang mencelakakan para ulama pendahulu tersebut, untuk mengatasi hal tersebut konon Syech Subaqir membawa batu hitam dari Arab yang telah dirajah, lalu batu dengan nama Rajh Ajikala Cakra tersebut dipasang ditengah-tengah tanah jawa yaitu dipuncak gunung tidar Magelang.

Karena gunung tidar dipercayai sebagai titik senteral atau pakunya tanah jawa, efek dari kekuatan gaib suci yang dikeluarkan oleh batu hitam tersebut menimbulkan gejolak, alam yang tadinya cerah dan sejuk matahari bersinar terang damai dengan kicau burung, tiba-tiba berubah derastis selama tiga hari tiga malam. cuaca mendung angin bergerak cepat kilat menyambar menimbulkan hujan api.

Gunung-gunung bergemuruh tiada henti, lelembut setan siluman lari menyelamatakan diri, jin peri baraspati, kuntilanak, jailangkung semua hanyut dalam air karena tak kuat menahan panasnya pancaran batu hitan tersebut, makhluk halus yang masih hidupun mengungsi kelautan sebagian jin yang lain ada yang mati akibat hawa panas dari tumbal yang dipasang Syech Subaqir tersebut.

Melihat hal itu konon Sabdapalon raja bangsa jin yang telah 9000 tahun bersemayam dipuncak gunung tidar terusik dan keluar mencari penyebab timbulnya hawa panas bagi bangsa jin dan lelembut tersebut, Sabdapalon lalu berhadapan dengan Syech Subaqir.

Sabdapalon lalu menanyakan pemasangan batu hitam tersebut sang ulama menyatakan maksud dia menancapkan batu hitam itu untuk mengusir bangsa jin dan lelembut yang menggangu upaya penyebaran ajaran Islam ditanah jawa oleh para ulama utusan Turky Utsmania.

Setelah terjadi perdebatan mereka segera mengadu kesaktian, konon pertempuran keduanya terjadi selama empat puluh hari empat puluh malam, hingga Sabdapalon yang juga dikenal sebagai kisemar badranaya sangda nya tanah jawa ini merasa kewalahan dan menawarkan perundingan.

Sabdapalon mensyaratkan beberapa poin dalam upaya penyebaran Islam di tanah jawa, isi kesepakatan itu antara lain. Sabdapalon memberikan kesempatan kepada Syech Subaqir beserta para ulama untuk menyebarkan Islam ditanah jawa tetapi tidak boleh dengan cara memaksa.

Kemudian Sabdapalon juga memberikan kepada orang Islam untuk berkuasa ditanah jawa, para raja Islam itu dipersilahkan berkuasa namun jangan sampai meninggalkan adat istiadat dan budaya yang ada, silahkan kembangkan ajaran Islam sesuai dengan kitab yang diakuinya, tetapibiarlah adat dan budaya berkembang sedemikian rupa.

Syarat-syarat tersebut akhirnya disetujui oleh Syech Subaqir, selain dipuncak gunung tidar Syech Subaqir juga membersihkan beberapa tempat angker ditanah jawa yang dikuasai para raja jin dan makhluk halus lainnya, dalam versi lain diceritakan untuk membersihkan wilayah gunung tidar dari bangsa jin Syech subaqir membawa senjata pusaka berupa tombak kiayi panjang.

Lalu tombak pusaka tersebut ditancapkan tepat dipuncak tidar sebagai penolak bala dan benar tombak sakti itu menciptakan hawa panas yang bukan main bagi bangsa jin dan lelembut yang berdiam digunung tidar, merekapun lari tunggang langgang meninggalkan gunung tidar.

Sebagian pengikut sabdapalon dari bangsa jin melarikan diri ketimur dan konon hingga sekarang menempati gunung merapi yang masih dipercaya sebagian masyarakat sebagai wilayah yang angker, bahkan sebagian lagi anak buah Sabdapalon ada yang melarikan diri ke Alasroban dan gunung serandil.

Tombak itu sekarang masih dijaga masyarakat dan ditempatkan dipuncak gunung tidar dengan nama makam tombak kiyai panjang, dengan adanya tombak sakti itu maka amanlah gunung tidar dari kekuasaan bangsa jin dan makhluk halus.

Karena keberhasilannya menumbal tanah jawa lalu penyebaran Islam oleh wali songo periode pertama menjadi lancar nama Syech Subaqir lalu menjadi sangat terkenal dan dikagumi para pendekar penganut ilmi gaib dan kanuragan, bangsawan serta masyarakat ditanah jawa ketika itu.

Sehingga mereka terkesan mendewakan sang ulama asal persia tersebut akhirnya untuk melepaskan kefanatikan terhadap Syech Subaqir dan menjaga akidah umat Islam maka pada tahun 1462 Masehi, Syech Subaqir pulang kepersia, ini dimaksudkan agar kefanatikan ini runtuh dan masyarakat kembali kepada tauhid yang benar.

Selain itu tugas utama Syech Subaqir untuk membersihkan tanah jawa dari pengaruh negatif makhluk halus telah selesai selanjutnya setelah Syech Subaqir wafat posisinya digantkan oleh wali songo lainnya, yaitu sunan kalijaga,
















Thursday, February 28, 2019

Allah Melarang Malaikat Menulis Namanya

Pria ini tidak pernah meninggalkan sholat selama dua puluh tahun, tapi dilarang masuk surga hal inilah yang menjadi penyebabnya amal orang ini tidak dapat diterima oleh Allah SWT.


Alkisah ada seorang ahli ibadah bernama Abu bin Hasyim yang sangat rajin melakukan sholat tahajud, hampir selama dua puluh tahun ia tidak pernah meninggalkan sholat tahajud walau sekali saja.

Suatu ketika saat Abu Hasyim hendak mengambil air wudhu, Abu Hasyim sangat terkejut melihat ada mahluk hidup yang sedang duduk di pekarangannya, Abu Hasyim menjumpainya dan bertanya "Wahai hamba Allah siapakah engkau."

Mahluk itu tersenyum seraya berkata,"Saya adalah Malaikat utusan Tuhan" Abu Hasyim kaget dan bergemetar tubuhnya sekaligus bangga dengan kedatangan Malaikat yang mulia itu.

Dia kemudian bertanya "Apa yang kamu lakukan disini" Malaikat itu menjawab, "Saya diberitahu untuk menemukan seorang hamba Allah" melihat Malaikat memegang buku yang begitu tebal lantas Abu Hasyim bertanya.

Baca Juga: Al Kharubah Pohon Yang Di Pindahkan Nabi Sulaiman

"Oh Malaikat buku apa yang engkau bawa itu", Malaikat itu lantas menjawab "ini adalah catatan nama-nama kekasih Allah" mendengar jawaban dari Malaikat tersebut Abu Hasyim, berharap ada namanya disana.

Lalu ia pun bertanya kepada Malaikat "Oh Malaikat, apakah namaku ada disana," Abu begitu percaya namanya ada didalam buku itu, mengingat ibadah sholat yang selalu ia lakukan.

Ia selalu melakukan sholat tahajud setiap malamnya, melakukan sholat dan selalu sholat untuk Allah SWT pada sepertiga malam tanpa sekalipun terlewati.

"Baiklah saya akan buka"  kata Malaikat sambil membuka buku yang dipegangnya, dan rupanya Malaikat tidak menemukan nama Abu Hasyim didalamnya.

Abu Hasyim sungguh tidak percaya bahwa namanya tidak ada dalam buku tersebut, Ia pun meminta Malaikat untuk Mencarinya kembali, namanya didalam buku itu.

Baca Juga: Siti Aisyah Wanita Yang di Bela Kesuciannya Dari Langit Ketujuh

"Itu benar namamu tidak ada dalam buku ini," kata sang Malaikat, Abu Hasyim pun bergetar dan jatuh dihadapan Malaikat dan dia menangis begitu banyak.

"Kehilangan diri saya, saya yang selalu berdiri setiap malam untuk tahajud dan bermunajat tapi nama saya tidak ada dalam daftar hamba Allah," keluh Abu Hasyim.

Melihat itu Malaikat berkata "Wahai Abu Hasyim, saya tidak tahu anda bangun setiap malam saat yang lain tertidur, berwudhu di air yang dingin saat yang lain lelap dalam tidur nya engkau beribadah disepertiga malam"

Tapi Allah telah melarang tangan saya untuk menuliskan namamu dalam buku ini, Abu Hasyim bertanya apa penyebabnya, Malaikat pun menjawab "kamu bersedia pergi beribadah pada Allah, tapi kamu bangga pada dirimu sendiri dan bersenang-senang memikirkan diri sendiri."

Disebelah kanan mu ada orang sakit atau lapar kamu tidak melihat dan memberinya makan, Bagaimana mungkin kamu bisa menjadi kekasih Tuhan jika kamu sendiri tidak pernah mencintai makhluk yang diciptakan oleh Allah kata sang Malaikat, mendengar ucapan Malaikat itu Abu Hasyim seperti disambar petir disiang hari.

Dia menyadari bahwa hubungan manusia tidak hanya untuk Allah, tapi juga untuk sesama manusia dan alam disekitar nya (Hablumminallah wa Hablumminannas).

Kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari cerita ini untuk saling menjaga dan mencintai sesama makhluk Allah dan membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan kita,








Thursday, February 21, 2019

Malaikat Maut Menangisi Wanita ini Saat Hendak Mencabut Nyawanya

Malaikat Maut bertugas mencabut nyawa tiap manusia yang telah tibah ajalnya sehingga apabila Malaikat maut telah menjalankan tugasnya maka hal tersebut menjadi tanda berakhirnya kehidupan umat manusia dibumi ini.


Dan diantara banyakanya nyawa yang dicabut oleh Malaikat maut ternyata ada seorang wanita yang membuat Malaikat maut menangis saat akan mencabut nyawanya, sebagaimana yang diceritakan dalam kitab tadjkira oleh imam Qurtubi.

Bahwa Malaikat maut menangis saat mencabut nyawa seorang wanita padahal wanita itu dikabarkan tidak sebagai wanita yang taat beribadah, lantas apa yang menyebabkan Malaikat maut menangis saat mencabut nyawa wanita ini.

Dikisahkan bahwa Malaikat akan mencabut nyawa seorang wanita yang saat itu sedang ada ditengah padang pasir yang tandus, meskipun ajal sang wanita telah tiba namun Malaikat maut masih belum menjalankan tugasnya.

Hal ini disebabkan ternyata wanita itu sedang hamil dan hendak melahirkan oleh sebab itu Malaikat maut menunggunya sampai bayinya lahir digurun tandus tersebut, sehingga ketika bayinya telah lahir maka Malaikat maut pun segera mencabut nyawa wanita tersebut sambil terisak dalam tangisnya.

Demikianlah Malaikat maut ia merasa ibah dengan bayi yang dilahirkan wanita itu, dimana disana tidak ada seorangpun yang bisa menemukannya, sehingga Malaikat maut menangis saat mencabut nyawa ibunya.


Namun tanpa sepengetahuan Malaikat maut sebab ia hanya bertugas mencabut nyawa, ternyata Allah SWT telah menyelamatkan bayi itu dengan caranya, hingga akhirnya ia tumbuh besar dan akhirnya menjadi hamba Allah yang baik dan taat.

Dalam kitab Tadjkira tersebut juga disebutkan tentang percakapan antara Allah dengan Malaikat maut, dimana saat itu  Allah SWT bertanya kepada Malaikat maut: "Apakah kamu pernah menangis saat mencabut nyawa anak cucu adam."

Maka Malaikat maut pun menjawab "Aku pernah menangis, tertawa dan juga terkejut serta kaget," kemudian Allah SWT bertanya "Apa yang membuatmu menangis" Malaikat maut menjawab aku menangis saat hendak mencabut nyawa seorang wanita hamil ditengah padang pasir dan ia hendak melahirkan maka akupun menunggunya sampai bayinya lahir digurun tersebut 

Kemudian aku mencabut nyawa wanita itu sambil menangis karena aku mendengar tangisan bayinya namun tidak ada seorangpun disana yang dapat mengetahui hal ini. Kemudian Allah SWT bertanya "Lantas apa yang membuatmu terkejut dan kaget"

Maka Malaikat mautpun terkejut dan kaget saat hendak mencabut salah seorang ulama, saat itu aku melihat cahaya yang terang benderang dari kamarnya setiap kali aku mendekati nya maka cahaya itu semakin menyilaukanku seolah ingin mengusirku. sehingga aku mencabut nyawanya disertai cahaya tersebut.

Kemudian Allah SWT bertanya lagi "Apakah kamu tahu siapa lelaki itu" Malaikat maut menjawab tidak Ya Allah. "Sesungguhnya lelaki tersebut adalah bayi dari wanita yang engkau cabut nyawanya digurun pasir yang gersang itu dan akulah yang menjaganya.

















Wednesday, February 20, 2019

Rasulullah Ditawarkan Untuk Hidup Sampai Hari Kiamat

Dimalam pada malam bulan safar pasukan Usama bin Zein diutus oleh Nabi SAW keluar dari Madinah, maka Nabi SAW berkata kepada Abu Muaidah, Abu Muaidah adalah salah seorang bekas budak Nabi SAW.


Orang ini sering sekali menemani Nabi diakhir hidupnya dan pada saat itu Nabi sedang berdua dengannya dan dia meriwayatkan hadist radiallahuanhu dia mengatakan "bahwasannya Nabi SAW berkata padaku dimalam itu, aku ingin mengunjungi kuburan Baqi (kuburan para sahabat) dekat Masjid Nabi SAW aku ingin mengunjumgi kuburan Baqi dan memohon ampun pada Allah untuk mereka."

Pada saat tiba di Baqi Rasulullah SAW berdoa kebaikan dan rahmat untuk penghuni Baqi serta memohon ampun untuk mereka, lalu beliau berkata kepada Abu Muaidah "Sungguh wahai Abu Muaidah fitnah sudah datang"

Baca Juga: Air Mata Rasulullah dan Kain Kafan Untuk Khadijah

Lalu Nabi SAW menghadap kuburan Baqi seraya berkata "Sungguh kegembiraan buat kalian syukur kalian mati terlebih dahulu karena fitnah telah datang maka berita gembira buat kalian karena fitnah telah datang kalian sudah mendahului itu."

Lalu beliau berkata lagi kepada Abu Muaidah, "wahai Abu Muaidah sungguh aku telah diberi pilihan aku menguasai seluruh bumi dan perbendaharaannya lalu aku masuk surga dengan aku menemui Tuhanku dan aku masuk surga.(penjelasan perkataan Nabi ini artinya nabi dikasih pilihan pada malam itu Jibril as turun di Baqi dan berkata Tuhanmu wahai Muhammad memberikan kepadamu kesempatan untuk hidup sampai hari kiamat dan menguasai dunia menjadi pemimpin dan perbendaharaannya seluruh kekayaan dunia ditanganmu kamu raja dan jika mati engkau disurga). maka Nabi SAW memilih untuk meninggal.

Abu Muaidah sempat berkata kalau begitu wahai utusan Allah pilihlah kami jangan anda yang meninggal biarkan anda memimpin kami maka Nabi SAW menjawab "tidak wahai Abu Muaidah" tidak sama sekali tetapi aku mendahulukan pertemuan dengan Tuhanku dan surga.




Sunday, February 17, 2019

Ternyata Beginilah Janji Nabi Muhammad SAW Untuk Umat Kristen dan Gerejanya.

Nabi Muhammad SAW ternyata pernah berjanji untuk melindungi umat kristiani beserta rumah ibadahnya, janji itu dinyatakan kepada umat kristiani dari Najran wilayah dari arab saudi yang berbatasan dengan Yaman.


Kendati jani ini disampaikan kepada nasrani Najran tapi ia tidak terbatas buat mereka namun buat semua kaum Nasrani diseluruh persada bumi dan sepanjuang masa, inilah bukti adanya toleransi yang pernah dipraktekan Rasulullah SAW.

Najran dan kelompoknya serta semua penganut agama Nasrani di seluruh dunia berada dalam perlindungan Allah dan pembelaan Muhammad Rasulullah menyangkut harta benda, jiwa dan agama mereka, baik yang hadir dalam pertemuan ini maupun yang tidak.

Termasuk juga keluarga mereka, tempat-tempat ibadah mereka dan segala sesuatu yang berada dalam wewenang mereka sedikit atau banyak. Saya berjanji melindungi pihak mereka dan membela mereka, gereja dan tempat-tempat ibadah mereka serta tempat-tempat pemukiman mereka para rahib dan pendeta-pendeta mereka demikian juga tempat-tempat suci yang mereka kunjungi.

Saya juga berjanji memelihara agama mereka dan cara hidup mereka, dimanapun mereka berada sebagaimana pembelaan saya kepada diri dan keluarga dekat saya serta orang-orang Islam yang seagama dengan saya.

Baca Juga: Saat Nabi Di Racuni Makanan Inilah Yang Memberi Tahu Nabi SAW

Karena saya telah menyerahkan kepada mereka perjanjian yang dikukuhkan Allah bahwa mereka memiliki hak serupa dengan hak kaum muslimin, dan kewajiban serupa dengan kewajiban mereka.

Kaum muslimin pun nerkewajiban seperti kewajiban mereka berdasar kewajiban memberi perlindungan dan pembelaan kehormatan sehingga kaum muslimin berkewajiban melindungi mereka dari segala macam keburukan dan dengan demikian mereka menjadi sekutu dengan kaum muslimin menyangkut hak dan kewajiban.

Tidak boleh uskup dari keuskupan mereka diubah, tidak juga kekuasaan mereka, atau apa yang selama ini mereka miliki, tidak boleh juga di tuntut seseorang atas kesalahan orang lain, sebagaimana tidak boleh memasukan bangunan mereka kebangunan masjid, atau perumahan kaum muslimin.

Tidak boleh juga mereka dibebani kezoliman menyangkut pernikahan yang mereka tidak setujui, keluarga wanita masyarakat Nasrani tidak boleh dipaksa mengawinkan anak perempuan kepada pria kaum muslimin, mereka tidak boleh disentuh oleh kemudharatan kalau mereka menolak lamaran atau enggan mengawinkan karena perkawinan tidak boleh terjadi kecuali dengan kerelaan hati.

Apabila seorang wanita Nasrani menjadi istri seorang muslim maka sang suami harus menerima baik keinginan istrinya untuk menetap dalam agamannya dan mengikuti pemimpin agamanya serta melaksanakan tuntunan kepercayaannya.

Tidak boleh hal ini dilanggar, siapa yang melanggar dan memaksa istrinya melakukan sesuatu yang bertentangan dengan urusan agamanya, maka dia telah melanggar perjanjian yang dikukuhkan Allah dan mendurhakai janji Rasul nya dan dia tercatat disisi Allah sebagai salah seorang pembohong.

Buat penganut agama Nasrani, bila mereka memerlukan sesuatu untuk perbaikan tempat ibadah mereka, atau satu kepentingan mereka dan agama mereka, bila mereka membutuhkan bantuan dari kaum muslimin maka hendaklah mereka dibantu dan bantuan itu bukan merupakan hutang yang dibebankan kepada mereka.

Tapi dukungan buat mereka demi kemaslahatan agama mereka serta pemenuhan jamji Rasul Muhammad SAW, kepada mereka dan anugrah dari Allah dan Rasul nya buat mereka.

Tidak boleh seorang Nasrani dipaksa untuk memeluk agama Islam, janganlah mendebat orang-orang Yahudi dan Nasrani yang berselisih pendapat denganmu kecuali dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang yang melampaui batas.

Dan katakanlah "Kami percaya dengan apa yang diturunkan Allah kepada kami, (Al-Qur'an), juga dengan apa yang diturunkan kepada kalian (Tawrat dan Injil). Tuhan kami dan Tuhan kamu adalah satu, dan kami hanya tunduk kepada Nya semata." (Q.S.Al-Ankabut 46).

Mereka hendaknya diberi perlindungan dan kasih sayang dan dicegah segala yang buruk yang dapat menimpa mereka kapan dan dimanapun. Demikian janji Rasulullah SAW yang di riwayatkan oleh Abu Daud dan dikutip dengan berbagai riwayat oleh Abi yusuf dalam bukunya Al-Kharaj, Ibnu Al-Qayyim dalam zad al-ma'ad.






















Saturday, February 16, 2019

Saat Nabi Di Racuni Makanan Inilah Yang Memberi Tahu Nabi SAW

Hadits Bukhari menjelaskan pada saat baginda Nabi SAW menembus seluruh benteng Yahudi di Khaibar, orang-orang Yahudi sudah mengalah semuanya ada yamg tebunuh ada yang tertawan.


Maka ada beberapa pendeta Yahudi sepakat dengan wanita Yahudi untuk meracuni makanan, mereka meletakan racun di paha kambing dan Nabi SAW sangat gemar memakan daging kambing.

Orang-orang Yahudi meletakan nampan di isi dengan sarith (roti gandum)"Makanan kesukaan Nabi SAW"  kemudian diatasnya kambing yang sudah dibuat dengan kari, khusus nampan yang ingin mereka kasih ke Nabi SAW ditaruh paha kambing, yang lainnya tidak ada paha kambingnya.

Dan dibawanya berpuluh-puluh nampan, karena ini ada 1400 orang sahabat maka dibawalah nampan tersebut, waktu dihadapkan, ini kami ingin berikan hadiah pada kalian karena kalian sudah menang dan kami mengaku kalah.

Ini sebagai rasa ketundukan kami, waktu sahabat lihat dilapor ke Nabi SAW, dan kata Nabi "Masukanlah" kemudian dimasukan kedalam benteng yang ada Nabi SAW, dan setelah dilihat ada nampan yang ada paha kambing yang lain tidak ada, maka nampan yang ada paha kambing dikasih ke baginda Nabi SAW.

Baca Juga: Inilah Titik Temu Injil dan Al-Quran

Maka sahabat sudah menunggu kebetulan pada saat itu sudah dua hari sahabat kehabisan makanan, mereka sangat lapar cuma adapnya menunggu Nabi SAW memulai makan, begitu Nabi SAW mencuil daging kambing tersebut dan dimasukan kemulut beliau yang mulia SAW.

Sahabat langsung memulai makan, makanan masing-masing, tiba-tiba waktu mereka cuil dan belum memasukan kemulutnya Nabi mengatakan "Tahan tangan kalian", namun ada sahabat yang mengatakan "Ya Rasulullah kami sudah dua hari tidak makan."

Kata Nabi SAW "Tahan tangan kalian" jangan ada yang makan berhenti. Panggil pendeta-pendeta Yahudi yang ada di benteng ini, Nabi SAW pun mengeluarkan sisa makanan dari mulut beliau SAW, maka datanglah pendeta-pendeta Yahudi.

Lalu Nabi SAW dalam hadist bukhari menanyakan tiga pertanyaan, pertanyaan terakhir merupakan saksi bahasan yang akan kita titik beratkan, tapi Nabi SAW ingin menjebak Yahudi karena Yahudi ini suka dusta.

Kata nabi SAW terhadap Yahudi "Hai orang-orang Yahudi,dapatkah kamu jujur jika saya tanya sesuatu, kata orang-orang Yahudi "Tentu saja" maka Nabi memberikan pertanyaan pertama pada orang-orang Yahudi.

Baca Juga: Kehidupan Sebelum Manusia, Peperangan Bangsa Jin dan Malaikat

Pertanyaan pertama Nabi SAW "Siapa kakek kalian" (Kenapa Nabi SAW tanya kakeknya mereka, ternyata di benteng khaibar ada dua suku Yahudi namanya Qainuqa dan  Nadhir 2 suku ini terkenal mereka punya sumber kakek 1 orang, namun kakek ini terkenal penakut, pengecut keturunannya sedkit, males bekerja maka mereka menghapus kisah orang ini dan mengalihkan ke seseorang Yahudi yang di anggap hebat, dan orang-orang Yahudi tidak mengerti masalah itu ini di tangan para pendeta saja).

Maka kata Nabi SAW "Siapa kakek kalian" mereka menjawab FULAN bin FULAN yang pemberani itu, kata Nabi SAW kalian dusta kakek kalian Fulan bin fulan Yang pengecut dan kalian tidak mau nisbatkan nama kepadanya Yahudipun terdiam.

Nabi bertanya lagi "Hai orang-orang Yahudi dapatkah kamu jujur jika saya tanya lagi" (Perhatika jawabannya Yahudi, ini hadist sahi riwayat bukhari)  kata Yahudi "Iya kalau kami dusta, maka pasti Allah akan beritakan kepadamu, sebagaimana Allah beritakan tentang siapa kakek kami"

Kata Nabi SAW "Siapa yang akan menjadi penghuni neraka" kata Yahudi apa jawabnya dalam hadist bukhari "Kami akan masuk duluan, lalu akan digantikan oleh kalian" kata Nabi SAW "Kalian dusta kami tidak akan menggantikan kalian."

Pertanyaan ke tiga Nabi SAW tanya kembali "Hai Yahudi dapatkah kamu jujur jika saya tanya kembali, Yahudi menjawab "Tentu kami akan jujur, kata Nabi SAW "Apakah kalian meletakan racun di makanan ini."

Mereka mengatakan "Iya" kata Nabi SAW "Kenapa kalian kasih racun" kata Yahudi "Kami ingin memastikan tentang kenabianmu, kalau betul-betul Nabi kau akan tahu ada racunnya
(note: sesungguhnya Nabi sudah tahu dalam makanan nya terdapat racun karena nabi berhenti makan sebelum bertanya).

Yahudi mengatakan "kalau kau hanya raja yang merampas kekayaan kami maka kau akan mati dengan racun itu" lalu orang-orang Yahudi sedikit heran maka mereka bertanya "Tapi hai Muhammad siapa yang beritakan ke kamu itu" kenapa kamu bisa tahu, karena tidak ada yang tahu soal racun itu, kecuali kami para pendeta dan perempuan yang buat.

Kata Nabi SAW sambil mengangkat paha kambing itu, yang telah memberi tahukan kepada saya tentang racun itu "paha ini" paha yang sudah dimasak bicara ke Nabi SAW, mengatakan: "Saya sudah diracuni wahai Rasulullah"





















Tuesday, February 12, 2019

Kehidupan Sebelum Manusia, Peperangan Bangsa Jin dan Malaikat

Iblis ingin berpartisipasi dengan malaikat untuk membunuh para jin yang membuat kerusakan di bumi, dan Allah Azza wa Jalla memberikan dia izin. Tiba-tiba Allah berfirman kepada para malaikat dan Dia berfirman:"Aku akan menjadikan seorang khalifah di bumi"


Iblias adalah mahluk Tuhan, Iblis adalah bangsa jin Iblis terbuat dari api sebagaimana seperti yang dikatakan dalam Quran, tapi darimana Iblis berasal dan apakah ada mahluk seperti Iblis sebelumnya dan yang Allah SWT lalukan adalah Dia menciptakan keseluruhan bangsa jin yang berada di bumi.

Dia menciptakan bangsa jin di muka bumi dan mereka punya taklif, apa itu taklif? Taklif berarti tuhan telah memberikan tanggung jawab kepada mereka untuk mengenali Nya, dan ketika Allah memberikan tanggung jawab kepada suatu mahluk, Dia mengirimkan para nabi.

Jadi yang Allah lakukan adalah Dia mengirimkan nabi-nabi di antara bangsa jin, maka sebelum ada nabi manusia yaitu Adam a.s yang merupakan nabi pertama dari manusia, ada banyak nabi dari bangsa jin yang Allah utus kepada mereka.

Dan bangsa jin terbuat dari api tak berasap dan bangsa jin salah satu hal yang mereka miliki karena mereka dari api, maka mereka selalu marah mereka cepat mereka kuat itulah sifat dan kualitas yang dimiliki bangsa jin.

Baca Juga: Penghuni Surga Terakhir Yang Membuat Allah Tertawa

Mereka selalu berperang dan berselisi dan mereka selalu ingin membuktikan siapa yang lebih kuat inilah salah satu sifat bangsa jin mereka selalu bersemangat dan menantang, dan ada jin-jin yang baik Allah SWT berfirman dalam surat Jin, Dia berfirman tentang dua kelompok jin yang berbeda.

Dan Dia berfirman tentang jin yang shalih dan mereka yang tidak shalih dan bangsa jin yang berada di bumi ada dua golongan dan para nabi di utus untuk keduanya, tapi para nabi meskipun jumlah mereka banyak di bunuhi oleh bangsa jin di bumi.

Dan ada kerusakan besar yang terjadi di muka bumi, dan ada satu jin yang shalih, Iblis adalah jin yang baik dan dia menyembah Tuhan, karena jin mampu terbang dan jin dapat pergi keberbagai lapisan langit maka mereka bisa naik dan turun, mereka tidak perlu tetap di bumi mereka bisa terbang.

Barulah ketika Rasulullah SAW datang mereka terperangkap di langit pertama, hal ini di jelaskan dalam Al Quran dalam surat Saffat dalam surat jin kalian juga dapat menemukan surat ini, bahwa Allah tidak mengizinkan mereka pergi melewati langit pertama yaitu akhir dari jagat raya ini.

Mereka tidak bisa melaluinya setelah Rasulullah menjadi seorang Rasul, tapi sebelumnya mereka dapat pergi melintasinya, jadi yang terjadi adalah pada perjalanan ini Iblis membuktikan diri bahwa dia begitu dekat dengan Tuhan.

Dan Allah SWT kemudian mengizinkan dia untuk semakin dekat dan dekat lebih tinggi dan tinggi, dan mereka berkata dalam beberapa riwayat bahwa sampai tidak ada ruang lagi di langit, tidak ada ruang yang luas di langit kecuali Iblis telah kesana dan dia telah menyembah Tuhan, jadi dia begitu dekat dengan Tuhan.

Sampai kemudian Allah SWT mengizinkan dia untuk menemani para malaikat, dan dia mendapat kesempatan untuk menemani para malaikat, Allah memutuskan bahwa, Dia akan mengirim para malaikat ke bumi.

Baca Juga: Mengherankan!! Malaikat Jibril Dan Mikail Sampai Menangis Saat Iblis Di Laknat Allah

Dan untuk mengasingkan para mutammaridin atau jin-jin yang melakukan banyak kerusakan di muka bumi,jadi kelompok ini akan turun dan mereka akan membunuh para jin yang sudah lepas kendali, Iblis mengajukan diri jika dia bisa bergabung dengan para malaikat untuk membunuh para jin yang membuat kerusakan di muka bumi

Dan Allah emberikan izin padanya, jadi dia ikut dan mereka membunuh banyak bangsa jin mereka hanya menyisakan sedikit dari mereka di bumi dan dari yang sedikit ini keturunan jin akan berkembang biak lagi sekarang.

Jadi sekarang iblis telah turun kesana telah mengasingkan jin-jin ini, kebanyakan mereka membuat kerusakan di muka bumi, dan sekarang dia kembali bersama para malaikat, dia bersama para malaikat tapi Allah menegaskan bahwa dia bukan golongan malaikat tapi dia dari bangsa jin.

Kenapa Allah menegaskan hal ini, karena kita paham bahwa tidak ada malaikat yang dapat membangkang kepada Allah Azza wa Jalla Allah telah menjadikan malaikat mempunyai sifat yang selalu patuh, tapi seorang jin bisa menjadi tidak patuh.

Jadi Bible salah dalam hal ini mereka berkata bahwa Iblis adalah malaikat yang terjatuh, Bible berkata bahwa jika seorang malaikat memutuskan untuk menentang kehendak atau perintah Tuhan, maka Tuhan mencabut derajat malaikat itu dari barisan malaiakat dan sekarang menjadi "malaikat jatuh." itulah yang di katakan Bible atau yang mereka percayai.

Umat muslim tidak percaya akan hal ini, Tidak ada satupun malaikat yang bisa menentang Allah SWT, jadi inilah mengapa Iblis bisa membangkang kepada Allah karena dia bukan dari golongan malaikat.

Dan ada satu disini kenapa Iblis sekarang membangkang kepada Tuhan, maka kalian harus memahami sepenuhnya tentang penciptaaan Adam a.s,Yang mana tiba-tiba Allah mewahyukan kepada para malaikat dan dia berfirman "Aku akan menjadikan seorang khalifah di bumi."

Dan ketika Allah berfirman begitu Iblis menjadi sangat bahagia dia sangat bahagia karena Iblis tahu bahwa para malaikat tidak diciptakan untuk menjadi khalifah di bumi, jika ada mahluk yang akan menjadi khalifah itu adalah bangsa jin, iblis mengira Allah akan menjadikan khalifah dari bangsa jin.

Tapi keputusan Allah adalah dia tidak ingin menjadikan khalifah dari bangsa jin, keputusan Nya adalah bahwa Allah akan menckan mahluk baru dan hal ini membuat Iblis terkejut, karena Iblis menyembah Allah untuk sekian lama, dan dia menjadi begitu baik karena dia menginginkan kekuasaan, dia menginginkan kehormatan, dia ingin menjadi penguasa di bumi.

Dia ingin kembali ke bumi dan mungkin dia akan di kirim sebagai nabi, atau mungkin dia dikirim membawa perintah baru dari Tuhan di muka bumi, atau dia akan mengepalai bangsa jin di bumi, ada sesuatu yang indah yang diharapkan Iblis. sesuatu yang membuatnya begitu berharap dan semua harapan itupun pupus karena adanya mahluk baru ini.













Monday, February 11, 2019

Penghuni Surga Terakhir Yang Membuat Allah Tertawa

Hadist dari Rasulullah SAW menyebutkan, bahwa pria terakhir orang terakhir yang masuk surga adalah orang yang berada di jahanam, orang ini dikatakan dalam hadist akan berjalan selangkah dan jatuh selangkah dan api akan membakarnya tiap langkah.


Jadi dia merasa kesakitan pada setiap langkah yang di ambilnya, dia terjatuh pada wajahnya lalu kobaran api datang dia pun berteriak kesakitan jadi dia berkata. "Ya Rabb, lepaskan aku dari ini bebaskan aku dari api ini karena baranya telah membakarku dan asap nya mencekik ku."

Dan dia mengadu kepada Allah Rabbul Izzah sehingga Tuhan yang penyayang dan mulia memberitahunya. "Wahai hamba Ku, jika Aku membebaskanmu dari api apa kamu janji tidak akan meminta apa-apa lagi?"

Jadi dia berkata "Demi kehormatan Mu ya Rabb,aku bersumpah kau membebaskanku dari sini aku tidak akan meminta apa-apa lagi." Jadi Allah mengeluarkannya dari jahannam. dan ketika dia keluar dari nya dia melihat kebelakang dan dia berkata "Maha mulia Dia yang menyelamatkanku dari ini."

Tidak seorangpun dari yang awal sampai yang akhir yang lebih dimuliakan daripada aku, ini karena keadaan sebelumnya ndingkan dengan itu, ini seperti surga, jadi dalam benaknya tidak ada seorangpun yang lebih di rahmati dibandingnya jadi dia keluar dari jahanam.

Baca Juga: Kisah Hasan Ibn Tsabit Yang Membuat Jibril Turun Ke Bumi

Lalu Allah Rabbul Izzah memerintahkan sebuah pohon untuk tumbuh di hadapannya dan sebuah mata air jadi dia berada di gerbang neraka, dan dia melihat air, dan ketahuilah bahwa tidak ada air di neraka.

Dan setiap kali mereka meminta minummereka diberikan air yang membakar wajah seiring mereka meminumnya, jadi ketia dia melihat air dia rindu akannya tapi dia janji untuk tidak meminta apa-apa lagi.

dan disalah satu hadits dia memohon "Ya Rabb, Ya Rabb, Ya Allah, Ya Allah",tidak berani meminta tapi disisi lain ini terlalu menggodanya, jadi kemudian dia berkata kembali, "Ya Rabb, dekatkan aku kepohon itu dan air itu, sehingga aku dapat berteduh dalam bayangannya dan meminum dari airnya."

Jadi Allah Rabbul Izzah berfirman, "Wahai anak Adam kenapa engkau mengingkari janjimu?, bukankah engkau sudah berjanji pada Ku tidak akan meminta apa-apa lagi" jadi hadistnya mengatakan bahwa Allah Rabbul Izzah akhirnya mengabulkannya, karena dia telah melihat sesuatu dimana dia tidak bisa menahan keinginannya.

Baca Juga: Bung Karno Mampu Menemukan Makam Imam Al Bukhari Yang Hilang

Tidak mungkin baginya menahan diri dan Allah Rabull Izzah tahu, jadi ketika dia mendekat kepada pohon itu dan meminum airnya dan menikmati naungannya, pohon lain yang lebih baik dan lebih besar di tumbuhkan di hadapannya.didekat gerbang surga dan ada sungai yang mengalir di sampingnya.

Jadi dia melihatnya dan dalam hadits dia berkata, "Ya Rabb. Ya Rabb,Ya Allah, Ya Allah. Bawalah aku mendekat pada pohon itu ya Rabb." maka Allah Rabbul Izzah berfirman, "Wahai anak Adam, kenapa kau mengingkari janjimu? bukankah kau sudah berjanji.

Dia berkata, "Demi kemuliaan Mu ya Rabb, aku tidak akan meminta apa-apa lagi."bawalah aku kesana ya Rabb, demi kemuliaan Mu aku janji tidak akan minta apa-apa lagi."lalu Allah membawanya ke pohon itu yang berada dekat gerbang surga.

Lalu ketika dia duduk di bawah pohon itu dan menikmati naungannya, dan minum airnya,diapun memandang ke arah lain dan bisa melihat isi surga, dan subhanallah, siapa yang bisa melihat surga dan bisa tahan.

Jadi dia melihat surga dan hatinya menginginkannya dan surga adalah tempat tinggal yang tidak ternilai, bayangkan kerikil surga adalah permata, rubi dan emerald, semennya terbuat dari misik dan batu batanya terbuat dari emas dan perak.

Pohon-pohon surga, tidak ada satu pohon surga kecuali batangnya dibuat dari emas, naungannya butuh seratus tahun untuk di lewati pengendara kuda yang cepat, jadi dia melihat ini dan harum nya surga, lalu dia berkata. "Ya Rabb masukan aku kedalam surga, dia baru saja keluar dari jahanam

Masukan aku kedalam surga, maka Allah Rabbul Izzah berkata, "Wahai anak Adam, kenapa engkau mengingkari janjimu?, kau telah berjanji." masukan aku kedalam surga dan aku tidak akan minta apa-apa lagi. maka Allah berfirman "Masuklah kedalam surga".

Dia terlambat ke surga jadi ketika dia memasukinya dia berkata, "Semua tempat sudah penuh, kemana aku harus pergi, dalam salah satu riwayat Allah Rabbul Izzah berfirman: "Hamba Ku, bagaimana jika aku memberimu yang sebesar kerajaan salah satu raja di dunia."

Dan jika kau melihat sebagian raja terdahulu, Harun ar Rasyid seringkali melihat awan dan berkata,"Awan, hujan, dimanapun kau berada, buahnya akan datang kepadaku." hal ini karena begitu besar wilayah bumi berada dalam kekuasaannya.

"Jadi bagaimana jika Aku memberimu kerajaan salah satu raja di dunia" lalu dia berkata "Ya Rabb, apakah engkau mengolok-olokku sementara Engkau Tuhan Semesta Alam.Apa Engkau mengejekku dan aku bukanlah siapa-siapa di hadapan Mu.

Jadi ketika Ibn Mas'ud meriwayatkan ini, dia tertawa jadi mereka bertanya, "Ya ibn Mas'ud, kenapa kau tertawa?" karena Rasulullah tertawa dan kami bertanya kepadanya kenapa engkau tertawa.karena tuhanku juga tertawa ketika orang itu berkata begitu.

Allah SWT berfirman: untukmu itu, dikabulkan tempat sebesar kerajaan atau sebesar bumi, dan satu lagi yang sepertinya, dan satu lagi yang sepertinya, dan satu lagi yang sepertinya dan ketika sampai lima kali di katakan orang itu berkata, "Cukup Ya Rabb, cukup! aku sudah puas ya Rabb, aku sudah puas.

Dan Said ibn Khudri berada di perkumpulan Abu Hurairah ketika dia menyebutkan haditsnya jadi dia berkata: "Aku bersaksi bahwa aku melihat Rasulullah bersabda, "Bagimu itu dan sepuluh kali lipat yang sepertinya.'sebagaimana kelima, lalu sepuluh kali lipatnya