Nabi Isa As diutus Allah untuk kaum yang terkenal dalam sejarah manusia sebagai kaum pembangkang, sombong, iri, dengki, melampaui batas dan gemar membunuh para Nabi.
Padahal dahulu mereka adalah kaum terbaik diera Nabi Ya'qub, selalu dibela dan diselamatkan pada era Nabi Musa berjaya dan memiliki kerajaan besar di era Nabi Daud dan Nabi Sulaiman.
Namun sifat buruk mereka tak pernah pupus hingga berkali-kali membelot dari agama Nabi Ibrahim, mereka ialah Bani Israil atau yang saat itu lebih pantas disebut dengan Yahudi mengingat mereka tak lagi memegang ajaran Israil.
Nabi Isa diutus Allah untuk mengembalikan Yahudi pada agama tauhid sebagaimana yang di ajarkan para Nabi sebelumnya, Namun justru nyawanya Nabi Isa terancam, sang kalimatullah bernama ibunda Maryam binti Imran, harus tinggal berpindah-pindah karena kejahatan Yahudi.
Baca Juga: Jenazah Ashim bin Tsabit Yang Di Jaga Allah
Mereka bahkan menjalin kerja sama dengan seorang raja kafir, yakni gubernur dari kerajaan Romawi di Damaskus untuk membuat konspirasi pembunuhan Nabi Isa As, alasan Yahudi membenci Nabi Isa As tidak masuk akal, yakni hanya karena kesombongan dan kedengkian.
Mereka enggan meyakini Nabi Isa dan kitab suci Injil yang di bawanya, mereka juga enggan mengikuti Nabi Isa karena pengikut sang Nabi kebanyakan berasal dari orang miskin, Yahudi yang sombong tentu enggan menjadi pengikut Isa karena harus duduk sederajat bersama kaum dhuafa.
Baca Juga: Doa Seekor Semut Kepada Allah
Hingga kemudian konspirasi pembunuhan Nabi Isa pun dimulai, Dewan sinagog tertinggi Yahudi Sanhedrin bahkan turut serta dalam konspirasi tersebut, bersamanya para pendeta tertinggi Yahudi menggelar pertemuan untuk menyusun rencana pembunuhan Nabi Isa secara matang.
Mereka mengajukan tuduhan bahwa Isa tdak mengikuti agama Yahudi saat pertemuan tersebut ternyata hadir salah seorang dari 12 murid Nabi Isa yakni Yudas Iscariot, ia menghianati gurunya sendiri dan menawarkan bantuan pada Yahudi, alasannya hanya karena harta.
Didepan dewan pendeta Yahudi, Yudas berkata "Apa yang akan kalian beri jika aku membawa Isa di hadapan kalian" tawar menawarpun terjadi hingga mereka sepakat memberikan Yudas 30 shekel (perak), harta itu tidak ada artinya bagi Yahudi yang sekian lama selalu gagal mencari persembunyian Nabi Isa dan pengikutnya.
Baca Juga: Umat Yang Lemah Dan Berdosa Ini Mampu Mengalahkan Dua Puluh Ribu Tahun Ibadahnya Jibril Kepada Allah
Namun karena tergiur oleh harta tersebut Yudas justru menuntun mereka ke tempat persembunyian sang Nabi, rencana pasti penangkapan Nabi Isa pun dibuat namun pendeta Yahudi tak memiliki alasan kuat dihadapan publik untuk menghukum mati Nabi Isa As.
Merekapun kemudian mengadu domba gubernur dari kekaisaran Romawi dengan mengatakan Nabi Isa berencana melakukan perlawanan yang mengancam keamanan dan kekuasaan Romawi, Sang gubernur percaya akan fitnah tersebut dan segera melakukan tindakan, ia memerintahkan pasukan Romawi untuk menangkap Nabi Isa.
Karena Yahudi telah mengetahui kediaman Nabi Isa, maka proses penangkapan itu pun terjadi dengan sangat mudah, merekapun meyakini telah menangkap Nabi Isa, lalu melucuti pakaiannya, mencambuknya dengan brutal dan meyalibnya.
Padahal yang mereka tangkap bukanlah Nabi Isa, Yahudi bisa saja membuat konspirasi keji untuk membunuh Nabi Isa, namun Allah adalah perencana terbaik sebagaimana firmanNya.
"Mereka telah merancang tipu muslihat, dan Allah juga membuat tipu muslihat terhadap mereka, sedangkan Allah adalah sebaik-baik perancang tipu muslihat." (QS. Ali Imran: 54).
Saat kediaman rahasia Nabi Isa dikepung pasukan Romawi dan para pendeta Yahudi, Nabi Isa tengah bersama murid-muridnya, Nabi Isa mendapat wahyu untuk naik ke atas langit dan Allah menghukum Yudas dengan mengubahnya menjadi serupa Nabi Isa.
Jadi seorang yang ditangkap dan di anggap sebagai Nabi Isa bukan lain adalah Yudas, murid Nabi Isa yang telah berkhianat, saat ditangkap ia berseru dirinya bukan Isa, namun apa daya wajahnya telah diubah menjadi wajah Nabi Isa.
Ibnu Katsir dalam stories of the Prophets tak menyebut rincian siapakah yang di serupakan wajahnya dengan Nabi Isa apakah Yudas atau murid Nabi Isa yang lain, namun ia menegaskan bahwa yang ditangkap Yahudi adalah orang lain yang diserupai wajahnya.
Al Qur'an Al Karim menegaskan bahwa Allah yang maha agung tak membiarkan Yahudi membunuh Isa ataupun meyalibnya, yang terjadi adalah Allah menyelamatkan Nabi Isa dari musuh-musuhnya dan mengangkatnya kelangit.
Mereka tidak pernah membunuh Nabi Isa yang mereka bunuh Adalah orang lain, demikian penjelasan dari Ibnu Katsir, saat seorang berwajah seperti Nabi Isa disalib hingga mati Yahudi berkat dengan sombong dan tertuang dalam Al Qur'a, "Sesungguhnya kami telah membunuh Isa Putra Maryam, yaitu utusan Allah" (QS/ An Nissa: 157).
Padahal sebelumnya saat pengepungan kediaman Nabi Isa mereka meragukan sendiri apa yang telah mereka rencanakan, Saat menangkap seorang berwajah Isa, mereka para Yahudi menghitung orang-orang yang keluar dari kediaman sang utusan Allah, ternyata mereka hanya menghitung 12 orang yakni sejumlah murid Nabi Isa.
Saat itu mereka ragu karena seharusnya ada tiga belas orang jika dihitung bersama Nabi Isa, alhasil mereka ragu-ragu dengan orang yang ditangkap apakah benar-benar Nabi Isa atau bukan, Allah mengungkapkan keraguan mereka dalam Al Qur'an Allah SWT berfirman.
"Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang pembunuhan Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu, mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka,"
"Mereka tidak pula yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa, tetapi yang sebenarnya Allah telah mengangkatNya dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, tidak ada seorangpun dari ahli kitab kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya, dan di hari kiamat nanti Isa akan bersaksi terhadap mereka." (QS. An Nissa 157-159).
Hingga kini Nabi Isa As masih berada dilangit kelak dihari kiamat tiba Isa akan turun dengan beberapa tugas yang beliau emban, diantaranya yakni membuktikan kebenaran, mendampingi kepemimpinan Imam Mahdi atas Muslim dan membinasakan Dajjal.
Saat Nabi Isa turun, dunia dihuni orang-orang beriman dan menjadi tempat yang adil, aman lagi makmur sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah SAW "Demi Allah, sungguh hampir tiba saatnya putra Maryam itu turun ditengah-tengah kalian sebagai seorang hakim yang adil"
"Maka ia akan memecahkan salib, membunuh babi, menghapus Jizya atau upeti, dan saat itu harta benda berhamburan sampai-sampai tidak ada seorang yang menerimanya." (HR.Bukhari dan Muslim).
Demikian kisah yang terjadi dalam sejarah Nabi Isa As, dimana tepatnya keberadaan sang Nabi saat ini maka hanya Allah yang Maha Mengetahui.
Showing posts with label seputar Al-Qur'an. Show all posts
Showing posts with label seputar Al-Qur'an. Show all posts
Wednesday, June 7, 2023
Sunday, February 28, 2021
Sebelum Rasul Naik ke Langit! Bumi dan Langit Berdebat Sengit
Peristiwa Isra Mi'raj adalah peristiwa luar biasa, Beliau memalukan perjalanan sampai ke langit ke tujuh dengan mengendarai Buraq bersama Malaikat Jibril Alaihissalam, namun ternyata peristiwa itu diawali perdebatan sengit antara Bumi dan Langit.
Perdebatan tentang apakah itu dan apa yang masing - masing mereka pamerkan satu sama lain dan mengapa langit sampai memohon kepada Allah agar Rasulullah SAW mengunjunginya.
- LANGIT DAN BUMI BERDEBAT:
Dalam kitab Durattun Nasihin terdapat cerita antara langit dan bumi yang memamerkan kelebihan masing - masing bumi pun berkata pada langit.
"Wahai langit aku ini lebih baik dari mu, karena di atas pundak ku terdapat peradaban umat Manusia makhluk sempurna ciptaan Allah, kemudia Allah menghiasi ku dengan hamparan samudera yang luas, sungai-sungai yang mengalir tiada henti, gunung yang menjulang tinggi, pepohonan semuanya ada padaku."
Mendengar hal ini langit pun mulai memamerkan yang di punyai nya, langit menyatakan bahwa dia lah yang terbaik karena padanya terdapat matahari, matahari adalah sumber energi kehidupan di bumi, selain itu gugusan bintang bertebaran bulan dan semua benda benda luar angkasa, ada pada langit bukan hanya itu arsyi beserta surga juga ada di langit.
Tak mau kalah bumi kembali membalas langit. kali ini bumi memamerkan tanah haram Baitullah, tempat itu setiap saat di jadikan tempat tawaf dan beribadah, baik rosul, nabi maupun umat muslim lainnya.
Untuk membalas bumi tentu saja langit memamerkan baitul Ma'mur, langit berkata "baiklah jika kau punya Baitullah maka aku punya Baitul Ma'mur tempat tawaf para malaikat langit, aku juga punya surga tempat bersemayamnya ruh para nabi, rasul dan orang-orang saleh"
Akhirnya jurus terakhir bumi di keluarkan, ia memamerkan bahwa orang paling mulia di dunia menjalankan syariat di atas nya, beliau adalah petinggi para nabi dan penutup para rasul, kekasih Rab semesta alam dan menjadi manusia yang sebaik baik nya beliau adalah nabi Muhammad SAW, Rasulullah SAW adalah rahmat bagi alam semesta.
Mendengar hal itu langit tak bisa lagi membalas bumi langitpun harus mengakui keunggulan lawan debat nya.
- RASULULLAH SAW MENGUNJUNGI LANGIT:
Atas semua yang terjadi langitpun memanjatkan doa agar manusia yang mulia itu mengunjungi nya, langit berjanji akan memuliakan kekasih Allah SWT, itu semua sama seperti bumi memuliakannya.
Allah SWT yang maha pengabul doa akhirnya mengabulkan keinginan langit, pada tanggal 27 rajjab Allah menyuruh malaikat Jibril berhenti bertasbih, malaikat Izrail juga dilarang mencabut nyawa
Malaikat Jibril pun mempertanyakan perintah Allah SWT, "YA Allah apakah kiamat telah sampai"
Allah pun Berfirman : "Tidak wahai Jibril pergilah engkau ke surga dan ambilah buraq dan terus pergi kepada Muhammad dengan buraq itu."
Baca Juga : Umat Yang Lemah Dan Berdosa Ini Mampu Mengalahkan Dua Puluh Ribu Tahun Ibadahnya Jibril Kepada Allah
Jibril pun ke Surga dan mendapati 40 ribu buraq, buraq-buraq itu sedang bersenang senang di taman surga, masing masing mereka terdapat nama MUhammad di antara buraq-buraq yang di temui Jibril ada satu buraq yang menangis air matanya bercucuran, Jibril pun bertanya pada buraq itu alasannya menangis.
Buraq itu lalu menjawab "Ya Jibril sesungguhnya aku telah mendengar nama Muhammad sejak 40 tahun, maka pemilik nama itu telah tertanam dalam hati ku dan aku sesudah itu menjadi rindu kepadannya tidak mau makan dan minum lagi, aku laksana dibakar oleh api kerinduan."
Jibril pun menjawab bahwa kerinduannya akan segera tersampaikan pada manusia mulia itu buraq itu menjadi sangat senang, malaikat Jibril lalu memakaikan pelana dan kekang kepada buraq tersebut
buraq itu menjadi saksi perjalanan Nabi Muhammad SAW.
Nah sahabat beriman itulah perdebatan sengit antara Bumi dan Langit, sebelum Rasulullah SAW mengalami peristiwa hebat Isra Mi'raj, bumi dan langit sama-sama memamerkan yang di miliki hingga akhirnya langit harus mengakui keunggulan bumi hal ini karena Rasulullah SAW menjalankan syariat di bumi
karena ingin kesempatan yang sama langitpun memohon ke pada Allah agar kekasihNYA itu mengunjungi langit, akhirnya keinginan langitpun terwujud.
Rasulullah SAW mengunjungi langit ketujuh dengan mengendarai buraq, peristiwa ini di kenal dengan nama Isra Mi'raj dan di abadikan dalam Al-Qur'an
"Maha suci Allah yang memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagai tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." { Qs. Al-Isra': 1}
والله أعلمُ بالـصـواب
Thursday, May 16, 2019
Beginilah Cara Rasulullah Membelah Bulan Dan Mengantonginya
Di zaman jahiliyah hiduplah seorang raja bernama Habib bin Malik di Syam, dia seorang penyembah berhala yang sangat fanatik dan menentang serta membenci agama yang didakwakan Rasulullah SAW.
Suatu hari Abu Jahal menyurati Raja Habib bin Malik perihal Rasulullah SAW, surat itu membuatnya penasaran dan ingin bertemu dengan Rasulullah SAW dia membalas surat Abu Jahal Tersebut dan akan segera berkunjung ke Mekah.
Pada hari yang telah ditentukan berangkat lah ia dengan sepuluh ribu orang ke Mekah, sampai di desa Abtah dekat Mekah, ia mengirim utusan untuk memberi tahu Abu Jahal bahwa dia telah tiba di perbatasan Mekah.
Maka disambutlah Raja Habib oleh Abu Jahal dan pembesar Quraisy, "Seperti apa sih Muhammad itu" tanya Raja Habib setelah bertemu Abu Jahal, sebaiknya tuan tanya kepada bani Hasyim "jawab Abu Jahal".
Baca Juga: Rabi'ah al-Adawiyyah - Ketika Ulama Besar Tidak Mampu Menjawab Empat Pertanyaannya
Lalu Raja Habib menanyakan kepada bani Hasyim. "Di masa kecilnya, Muhammad adalah anak yang bisa di percaya, jujur, dan baik budi, tapi sejak berusia empat puluh tahun, ia mulai menyebarkan agama baru menghina dan menyepelekan Tuhan-Tuhan Kami.
Muhammad menyebarkan agama yang bertentangan dengan agama warisan nenek moyang kami, (jawab salah seorang keluarga bani Hasyim), lalu Raja Habib memerintahkan untuk menjemput Rasulullah SAW dan menyuruh untuk memaksa bila ia tidak mau datang.
Dengan menggunakan jubah merah dan sorban hitam, Rasulullah SAW datang bersama Abu Bakar As Siddiq ra, dan Khadijah ra. Sepanjang jalan Khadijah ra, menangis karena khawatir akan keselamatan suaminya demikian pula Abu Bakar ra.
Baca Juga: Kisah Sebuah Nama Yang Agung MUHAMMAD
"Kalian jangan takut, kita serahkan semua urusan kepada Allah SWT" kata Rasulullah SAW. Sampai di Desa Abtah Rasulullah SAW di sambut dengan ramah dan di persilahkan duduk dikursi yang terbuat dari emas.
Ketika Rasulullah duduk di kursi tersebut memancarlah cahaya kemilau dari wajahnya yang berwibawah, sehingga yang menyaksikannya tertegun dan kagum, maka berkata Raja Habib kepada Rasulullah.
Baca Juga: Keraguan Bangsa Yahudi Saat Ingin Menangkap Nabi Allah Isa
"Wahai Muhammad setiap Nabi memiliki mukjizat, mukjizat apa yang engkau miliki? dengan tenang Rasulullah SAW balik bertanya, "mukjizat apa yang tuan khendaki? Raja Habib bin Malik menjawab:
"Aku menghendaki matahari yang tengah bersinar engkau tenggelamkan, kemudian munculkanlah bulan, lalu turunkanlah bulan ke tanganmu, belah menjadi dua bagian dan masukan masing-masing ke lengan bajumu sebelah kiri dan kanan."
"Kemudian keluarkan lagi dan satukan lagi, lalu suruhlah bulan mengakui engkau adalah Rasul, setelah itu kembalikan bulan itu ke tempatnya semula. Jika engkau dapat melakukannya, aku akan beriman kepadamu dan mengakui kenabianmu."
Mendengar hal itu Abu Jahal sangat gembira, menurutnya Rasulullah SAW pasti tidak akan dapat melakukannya. Dengan tegas Rasulullah SAW menjawab "Aku penuhi permintaan tuan."
Baca Juga: Jenazah Ashim bin Tsabit Yang Di Jaga Allah
Kemudian Rasulullah SAW berjalan ke arah gunung Abi Qubaisy dan shalat dua rakaat, usai shalat beliau SAW berdoa dengan menengadahkan tangan tinggi-tinggi agar permintaan Raja Habib terpenuhi.
Seketika itu juga tanpa di ketahui oleh siapapun juga turunlah dua belas ribu Malaikat maka berkatalah Malaikat : "Wahai Rasulullah, Allah menyampaikan salam kepadamu, Allah berfirman:
"Wahai kekasih-Ku, janganlah engkau takut dan ragu, sesungguhnya Aku senantiasa bersamamu. Aku telah menetapkan keputusan-Ku sejak zaman Azali, tentang permintaan Habib bin Malik, pergilah engkau kepadanya untuk membuktikan ke Rasulanmu."
"Sesungguhnya Allah yang menjalankan matahari dan bulan serta mengganti siang dengan malam,. Habib bin Malik mempunyai seorang putri cacat tidak mempunya tangan dan kaki serta kedua matanya buta, Allah SWT yang telah menyembuhkan anak itu sehingga ia bisa berjalan, meraba dan melihat."
Lalu bergegaslah Rasulullah SAW turun menjumpai orang kafir, sementara bias cahaya kenabian yang memantul dari wajahnya semakin bersinar, waktu itu matahari telah beranjak senja, matahari hampir tenggelam sehingga suasananya reman-remang.
Taklama kemudian Rasulullah SAW berdoa agar bulan segera terbit, maka terbitlah bulan dengan sinar yang benderang, lalu dengan dua jari Rasulullah SAW mengisyaratkan agar bulan itu turun kepadanya.
Tiba-tiba suasana menjadi sangat menegangkan ketika terdengar suara gemuruh yang dahsyat, segumpal awan mengiringi turunnya bulan ketangan Rasulullah SAW, segera setelah itu Rasulullah membelahnya menjadi dua bagian, lalu beliau masukan kelengan baju kanan dan kirinya.
Tidak lama kemudian Rasulullah mengeluarkan potongan bulan itu dan menyatukannya kembali. Dengan sangat takjub orang-orang menyaksikan Rasulullah SAW menggenggam bulan yang bersinar dengan indah dan cemerlang.
Bersamaan dengan itu bulan mengeluarkan suara "Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasuluh. Menyaksikan keajaiban itu, pkiran dan perasaan semua yang hadir terguncang, sungguh ini bukan mimpi ini kejadian nyata, sebuah mukjizat luar biasa hebat yang disaksikan sendiri oleh Raja Habib bin Malik.
Ia menyadari, itu tidak mungkin terjadi pada manusia meski ia lihai dalam ilmu sihir sekalipun! namun hati Raja Habib masih beku maka ia pun berkata "Aku masih mempunyai Syarat lagi untuk mengujimu.
Belum lagi Raja Habib sempat melanjutkan ucapannya, Rasulullah memotong pembicaran, "Engkau mempunyai seorang putri yang cacat bukan? Sekarang Allah telah menyembuhkannya dan menjadikannya seorang putri yang sempurna."
Raja Habibpun terkejut karena tidak ada satu orangpun yang tahu penyakit anaknya itu yaitu lumpuh dan matanya buta kecuali orang-orang istana dan mereka yang dekat dengannya saja, mendengar hal itu betapa terkejutnya Raja Habib spontan ia pun berdiri dan berseru.
"Hai penduduk Mekah kalian yang telah beriman jangan kembali kafir, karena tidak ada lagi yang perlu di ragukan, ketahuilah sesungguhnya aku bersaksi dan tiada Tuhan selain Allah dan tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi sesungguhnya Muhammad adalah utusan dan hambaNya."
Melihat semua itu Abu Jahal menjadi jengkel dan marah , dengan emosi ia berkata kepada Raja Habib. "Wahai Raja Habib engkau beriman kepada tukang sihir ini, hanya karena menyaksikan kehebatan sihirnya."
Namun Raja Habib tidak menghiraukannya dan berkemas pulang, sesampainya di depan gerbang pintu istana, putrinya yang sudah sempurna menyambutnya sambil mengucapkan dua kalimat sahadat.
Tentu saja Raja Habib terkejut, "Wahai putriku darimana kamu mengetahui ucapan itu, siapa yang mengajarimu?" Aku bermimpi didatangi seorang lelaki tampan rupawan yang memberi tahu ayah telah memeluk Islam.
Dia juga berkata, jika aku menjadi Muslimah anggota tubuhku akan lengkap, tentu saja aku mau kemudian aku mengucapkan dua kalimat sahadat (jawab sang putri). maka seketika itu juga Raja Habib pun bersujud sebagai tanda sukur kepada Allah.
Kitab Durrotun Nashihin.
Suatu hari Abu Jahal menyurati Raja Habib bin Malik perihal Rasulullah SAW, surat itu membuatnya penasaran dan ingin bertemu dengan Rasulullah SAW dia membalas surat Abu Jahal Tersebut dan akan segera berkunjung ke Mekah.
Pada hari yang telah ditentukan berangkat lah ia dengan sepuluh ribu orang ke Mekah, sampai di desa Abtah dekat Mekah, ia mengirim utusan untuk memberi tahu Abu Jahal bahwa dia telah tiba di perbatasan Mekah.
Maka disambutlah Raja Habib oleh Abu Jahal dan pembesar Quraisy, "Seperti apa sih Muhammad itu" tanya Raja Habib setelah bertemu Abu Jahal, sebaiknya tuan tanya kepada bani Hasyim "jawab Abu Jahal".
Baca Juga: Rabi'ah al-Adawiyyah - Ketika Ulama Besar Tidak Mampu Menjawab Empat Pertanyaannya
Lalu Raja Habib menanyakan kepada bani Hasyim. "Di masa kecilnya, Muhammad adalah anak yang bisa di percaya, jujur, dan baik budi, tapi sejak berusia empat puluh tahun, ia mulai menyebarkan agama baru menghina dan menyepelekan Tuhan-Tuhan Kami.
Muhammad menyebarkan agama yang bertentangan dengan agama warisan nenek moyang kami, (jawab salah seorang keluarga bani Hasyim), lalu Raja Habib memerintahkan untuk menjemput Rasulullah SAW dan menyuruh untuk memaksa bila ia tidak mau datang.
Dengan menggunakan jubah merah dan sorban hitam, Rasulullah SAW datang bersama Abu Bakar As Siddiq ra, dan Khadijah ra. Sepanjang jalan Khadijah ra, menangis karena khawatir akan keselamatan suaminya demikian pula Abu Bakar ra.
Baca Juga: Kisah Sebuah Nama Yang Agung MUHAMMAD
"Kalian jangan takut, kita serahkan semua urusan kepada Allah SWT" kata Rasulullah SAW. Sampai di Desa Abtah Rasulullah SAW di sambut dengan ramah dan di persilahkan duduk dikursi yang terbuat dari emas.
Ketika Rasulullah duduk di kursi tersebut memancarlah cahaya kemilau dari wajahnya yang berwibawah, sehingga yang menyaksikannya tertegun dan kagum, maka berkata Raja Habib kepada Rasulullah.
Baca Juga: Keraguan Bangsa Yahudi Saat Ingin Menangkap Nabi Allah Isa
"Wahai Muhammad setiap Nabi memiliki mukjizat, mukjizat apa yang engkau miliki? dengan tenang Rasulullah SAW balik bertanya, "mukjizat apa yang tuan khendaki? Raja Habib bin Malik menjawab:
"Aku menghendaki matahari yang tengah bersinar engkau tenggelamkan, kemudian munculkanlah bulan, lalu turunkanlah bulan ke tanganmu, belah menjadi dua bagian dan masukan masing-masing ke lengan bajumu sebelah kiri dan kanan."
"Kemudian keluarkan lagi dan satukan lagi, lalu suruhlah bulan mengakui engkau adalah Rasul, setelah itu kembalikan bulan itu ke tempatnya semula. Jika engkau dapat melakukannya, aku akan beriman kepadamu dan mengakui kenabianmu."
Mendengar hal itu Abu Jahal sangat gembira, menurutnya Rasulullah SAW pasti tidak akan dapat melakukannya. Dengan tegas Rasulullah SAW menjawab "Aku penuhi permintaan tuan."
Baca Juga: Jenazah Ashim bin Tsabit Yang Di Jaga Allah
Kemudian Rasulullah SAW berjalan ke arah gunung Abi Qubaisy dan shalat dua rakaat, usai shalat beliau SAW berdoa dengan menengadahkan tangan tinggi-tinggi agar permintaan Raja Habib terpenuhi.
Seketika itu juga tanpa di ketahui oleh siapapun juga turunlah dua belas ribu Malaikat maka berkatalah Malaikat : "Wahai Rasulullah, Allah menyampaikan salam kepadamu, Allah berfirman:
"Wahai kekasih-Ku, janganlah engkau takut dan ragu, sesungguhnya Aku senantiasa bersamamu. Aku telah menetapkan keputusan-Ku sejak zaman Azali, tentang permintaan Habib bin Malik, pergilah engkau kepadanya untuk membuktikan ke Rasulanmu."
"Sesungguhnya Allah yang menjalankan matahari dan bulan serta mengganti siang dengan malam,. Habib bin Malik mempunyai seorang putri cacat tidak mempunya tangan dan kaki serta kedua matanya buta, Allah SWT yang telah menyembuhkan anak itu sehingga ia bisa berjalan, meraba dan melihat."
Lalu bergegaslah Rasulullah SAW turun menjumpai orang kafir, sementara bias cahaya kenabian yang memantul dari wajahnya semakin bersinar, waktu itu matahari telah beranjak senja, matahari hampir tenggelam sehingga suasananya reman-remang.
Taklama kemudian Rasulullah SAW berdoa agar bulan segera terbit, maka terbitlah bulan dengan sinar yang benderang, lalu dengan dua jari Rasulullah SAW mengisyaratkan agar bulan itu turun kepadanya.
Tiba-tiba suasana menjadi sangat menegangkan ketika terdengar suara gemuruh yang dahsyat, segumpal awan mengiringi turunnya bulan ketangan Rasulullah SAW, segera setelah itu Rasulullah membelahnya menjadi dua bagian, lalu beliau masukan kelengan baju kanan dan kirinya.
Tidak lama kemudian Rasulullah mengeluarkan potongan bulan itu dan menyatukannya kembali. Dengan sangat takjub orang-orang menyaksikan Rasulullah SAW menggenggam bulan yang bersinar dengan indah dan cemerlang.
Bersamaan dengan itu bulan mengeluarkan suara "Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasuluh. Menyaksikan keajaiban itu, pkiran dan perasaan semua yang hadir terguncang, sungguh ini bukan mimpi ini kejadian nyata, sebuah mukjizat luar biasa hebat yang disaksikan sendiri oleh Raja Habib bin Malik.
Ia menyadari, itu tidak mungkin terjadi pada manusia meski ia lihai dalam ilmu sihir sekalipun! namun hati Raja Habib masih beku maka ia pun berkata "Aku masih mempunyai Syarat lagi untuk mengujimu.
Belum lagi Raja Habib sempat melanjutkan ucapannya, Rasulullah memotong pembicaran, "Engkau mempunyai seorang putri yang cacat bukan? Sekarang Allah telah menyembuhkannya dan menjadikannya seorang putri yang sempurna."
Raja Habibpun terkejut karena tidak ada satu orangpun yang tahu penyakit anaknya itu yaitu lumpuh dan matanya buta kecuali orang-orang istana dan mereka yang dekat dengannya saja, mendengar hal itu betapa terkejutnya Raja Habib spontan ia pun berdiri dan berseru.
"Hai penduduk Mekah kalian yang telah beriman jangan kembali kafir, karena tidak ada lagi yang perlu di ragukan, ketahuilah sesungguhnya aku bersaksi dan tiada Tuhan selain Allah dan tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi sesungguhnya Muhammad adalah utusan dan hambaNya."
Melihat semua itu Abu Jahal menjadi jengkel dan marah , dengan emosi ia berkata kepada Raja Habib. "Wahai Raja Habib engkau beriman kepada tukang sihir ini, hanya karena menyaksikan kehebatan sihirnya."
Namun Raja Habib tidak menghiraukannya dan berkemas pulang, sesampainya di depan gerbang pintu istana, putrinya yang sudah sempurna menyambutnya sambil mengucapkan dua kalimat sahadat.
Tentu saja Raja Habib terkejut, "Wahai putriku darimana kamu mengetahui ucapan itu, siapa yang mengajarimu?" Aku bermimpi didatangi seorang lelaki tampan rupawan yang memberi tahu ayah telah memeluk Islam.
Dia juga berkata, jika aku menjadi Muslimah anggota tubuhku akan lengkap, tentu saja aku mau kemudian aku mengucapkan dua kalimat sahadat (jawab sang putri). maka seketika itu juga Raja Habib pun bersujud sebagai tanda sukur kepada Allah.
Kitab Durrotun Nashihin.
Tuesday, April 2, 2019
Doa Seekor Semut Kepada Allah
Membakar semut itu adalah hal yang di larang oleh Rasulullah SAW namun saat ini banyak orang yang tega membakar semut bahkan membasmi nya dengan berutal, lantas kalo tidak boleh dibakar bagaimana cara mengusirnya.
Beginilah cara praktis yang di anjur kan dalam Islam yang di ridhoi Allah SWT untuk mengusir semut, Semut adalah binatang yang paling cerdas kepandaiannya adalah salah satu hal yang menakjunkan.
Semut keluar dari rumah nya untuk mencari makanan walaupun menempuh jarak yang jauh meskipun berat beban yang ia bawa dan harus menempuh perjalanan yang sangat susah naik dan turun.
Baca Juga: Umat Yang Lemah Dan Berdosa Ini Mampu Mengalahkan Dua Puluh Ribu Tahun Ibadahnya Jibril Kepada Allah
Tetapi dengan kecerdasannya ia mampu sampai dirumah dan menyimpan makanannya, kemudian setelah menyimpan makanannya ia langsung mencari biji-bijian yang akan tumbuh lalu membelah biji tersebut.
Supaya biji tersebut tidak tumbuh, jikalau ada dua biji-bijian yang tumbuh maka dia akan membelah nya menjadi empat, jka makanan tersebut basah sehingga di khawatirkan rusak maka semut akan menjemur makanan tersebut di pintu rumahnya pada suatu haru yang panas dan kemudian dia kembalikan lagi di tempat semula.
Baca Juga: Kisah Sedih Sahabat Nabi Yang Terakhir Abu Qilabah
Semut pun tidak pernah makan dari apa yang dikumpulkan oleh semut lain, kisah kecerdasan semut ini sesuai dengan apa yang di ceritakan Al-Qur'an tentang semut dan Nabi Sulaiman a.s yang mampu mendengar perkataannya.
Allah SWT berfirman: "Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut, Hai semut-semut masuklah kedalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak di injak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari" (QS. An-Naml 18).
Baca Juga: Karunia Fatimah Az Zahra Yang belum Pernah Di Lihat Mata Dan Di Dengar Telinga
Kecerdasan semut juga adalah ia mengetahu bahwa Allah adalah tuhan mereka berada di atas langit dan di atas Arsyi, semut adalah makhluk Allah yang tidak pernah tidur senantiasa bekerja dan senantiasa berdzikir.
Abu Hurairah meriwayakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda "Suatu ketika Sulaiman keluar untuk mencari minum ia lalu melihat seekor semut terbaring terbalik dengan mengangkat kaki-kaki nya kelangit dan mengucapkan.
"Ya Allah sesungguhnya kami adalah mahkluk dari mahklukMu, kami tidak dapat hidup tanpa pemberian minumMu, Nabi Sulaimanpun berkata kembalilah kalian sesungguhnya kalian telah di beri minum berkat doa selain kalian" (HR.Ahmad).
Lalu bagaimana cara mengusir nya agar tidak menyakiti rakyat Nabi Sulaiman a.s, seperti inilah caranya kalau kita melihat banyak semut didalam rumah, janganlah dibunuh dengan racun serangga ataupun dibakar.
Tegurlah semut itu untuk berpindah "Assalamualaikum rakyat Nabi Sulaiman, ini rumahku, karena aku ingin membersihkan tempat yang menjadi rumahmu, kamu adalah makhluk Allah, nuatlah sarangmu diluar rumahku agar kamu selamat."
Memang terdengar lucu jika kita memperaktikan, namu dengan seizin Allah dan niat kita untuk menghormati sesama makhluk ciptaan Allah, Inshaa Allah tidak lama semut akan berpindah dan hilang.
Dalam sebuah riwayat disebutkan dari Abdullah bin Mas'ud r.a ia berkata kami pernah bersama Rasulullah SAW melewati sebuah sarang semut yang telah terbakar, Nabi SAW lalu marah dan bersabda.
"Sesungguhnya tidah patut bagi manusia untuk menyiksa dengan siksaan Allah" (HR.Ahmad dan An-Nasai) semut termasuk salah satu empat binatang yang dilarang untuk dibunuh.
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas bahwa Nabi SAW melarang membunuh empat binatang yaitu semut, lebah, burung hud-hud dan burung suradi (lihat At-Targib wat Tarhib,juz II hal 386, HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).
Burung suradi adalah burung yang berkepala dan berparuh besar dia mempunyai bulu besar yang berwarna putih dan sebagian berwarna hitam. Larangan beliau membunuh semut untuk jenis semut terentu.
Yaitu semut besar yang mempunyai kaki-kaki panjang karena dia sedikit menyakiti dan tidak membahayakan, adapula lebah karena dia sangat bermanfaat, sedangkan burung hud-hud dan burung suradi terlarang dibunuh karena ia haram dagingnya.
Binatang itu dilarang dibunuh bukan karena ketinggian derajatnya atau bukan karena ia membahayakan tetapi karena diharamkan dagingnya saja, namun demikian larangan di atas bukan berarti sama sekali tidak diperbolehkan membunuh semut.
Karena dalam kondisi tertentu jenis serangga ini juga sering menggangu kita sehingga kita mengalami kondisi seperti itu maka tidak mengapa membunuhnya asalkan tidak dengan cara dibakar
Wallah Wa'lam Bisawab.
Beginilah cara praktis yang di anjur kan dalam Islam yang di ridhoi Allah SWT untuk mengusir semut, Semut adalah binatang yang paling cerdas kepandaiannya adalah salah satu hal yang menakjunkan.
Semut keluar dari rumah nya untuk mencari makanan walaupun menempuh jarak yang jauh meskipun berat beban yang ia bawa dan harus menempuh perjalanan yang sangat susah naik dan turun.
Baca Juga: Umat Yang Lemah Dan Berdosa Ini Mampu Mengalahkan Dua Puluh Ribu Tahun Ibadahnya Jibril Kepada Allah
Tetapi dengan kecerdasannya ia mampu sampai dirumah dan menyimpan makanannya, kemudian setelah menyimpan makanannya ia langsung mencari biji-bijian yang akan tumbuh lalu membelah biji tersebut.
Supaya biji tersebut tidak tumbuh, jikalau ada dua biji-bijian yang tumbuh maka dia akan membelah nya menjadi empat, jka makanan tersebut basah sehingga di khawatirkan rusak maka semut akan menjemur makanan tersebut di pintu rumahnya pada suatu haru yang panas dan kemudian dia kembalikan lagi di tempat semula.
Baca Juga: Kisah Sedih Sahabat Nabi Yang Terakhir Abu Qilabah
Semut pun tidak pernah makan dari apa yang dikumpulkan oleh semut lain, kisah kecerdasan semut ini sesuai dengan apa yang di ceritakan Al-Qur'an tentang semut dan Nabi Sulaiman a.s yang mampu mendengar perkataannya.
Allah SWT berfirman: "Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut, Hai semut-semut masuklah kedalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak di injak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari" (QS. An-Naml 18).
Baca Juga: Karunia Fatimah Az Zahra Yang belum Pernah Di Lihat Mata Dan Di Dengar Telinga
Kecerdasan semut juga adalah ia mengetahu bahwa Allah adalah tuhan mereka berada di atas langit dan di atas Arsyi, semut adalah makhluk Allah yang tidak pernah tidur senantiasa bekerja dan senantiasa berdzikir.
Abu Hurairah meriwayakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda "Suatu ketika Sulaiman keluar untuk mencari minum ia lalu melihat seekor semut terbaring terbalik dengan mengangkat kaki-kaki nya kelangit dan mengucapkan.
"Ya Allah sesungguhnya kami adalah mahkluk dari mahklukMu, kami tidak dapat hidup tanpa pemberian minumMu, Nabi Sulaimanpun berkata kembalilah kalian sesungguhnya kalian telah di beri minum berkat doa selain kalian" (HR.Ahmad).
Lalu bagaimana cara mengusir nya agar tidak menyakiti rakyat Nabi Sulaiman a.s, seperti inilah caranya kalau kita melihat banyak semut didalam rumah, janganlah dibunuh dengan racun serangga ataupun dibakar.
Tegurlah semut itu untuk berpindah "Assalamualaikum rakyat Nabi Sulaiman, ini rumahku, karena aku ingin membersihkan tempat yang menjadi rumahmu, kamu adalah makhluk Allah, nuatlah sarangmu diluar rumahku agar kamu selamat."
Memang terdengar lucu jika kita memperaktikan, namu dengan seizin Allah dan niat kita untuk menghormati sesama makhluk ciptaan Allah, Inshaa Allah tidak lama semut akan berpindah dan hilang.
Dalam sebuah riwayat disebutkan dari Abdullah bin Mas'ud r.a ia berkata kami pernah bersama Rasulullah SAW melewati sebuah sarang semut yang telah terbakar, Nabi SAW lalu marah dan bersabda.
"Sesungguhnya tidah patut bagi manusia untuk menyiksa dengan siksaan Allah" (HR.Ahmad dan An-Nasai) semut termasuk salah satu empat binatang yang dilarang untuk dibunuh.
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas bahwa Nabi SAW melarang membunuh empat binatang yaitu semut, lebah, burung hud-hud dan burung suradi (lihat At-Targib wat Tarhib,juz II hal 386, HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).
Burung suradi adalah burung yang berkepala dan berparuh besar dia mempunyai bulu besar yang berwarna putih dan sebagian berwarna hitam. Larangan beliau membunuh semut untuk jenis semut terentu.
Yaitu semut besar yang mempunyai kaki-kaki panjang karena dia sedikit menyakiti dan tidak membahayakan, adapula lebah karena dia sangat bermanfaat, sedangkan burung hud-hud dan burung suradi terlarang dibunuh karena ia haram dagingnya.
Binatang itu dilarang dibunuh bukan karena ketinggian derajatnya atau bukan karena ia membahayakan tetapi karena diharamkan dagingnya saja, namun demikian larangan di atas bukan berarti sama sekali tidak diperbolehkan membunuh semut.
Karena dalam kondisi tertentu jenis serangga ini juga sering menggangu kita sehingga kita mengalami kondisi seperti itu maka tidak mengapa membunuhnya asalkan tidak dengan cara dibakar
Wallah Wa'lam Bisawab.
Monday, April 1, 2019
Umat Yang Lemah Dan Berdosa Ini Mampu Mengalahkan Dua Puluh Ribu Tahun Ibadahnya Jibril Kepada Allah
Imam Ahmad dalam musnat nya meriwayatkan dari Abdulah bin Mas'ud R.a, bahwa iya berkata Rasulullah SAW pernah melihat Jibril dalam bentuk yang sesungguhnya ia mempunyai enam ratus sayap.
Masing-masing sayap menutupi cakrawala dan setiap sayapnya keluar berwarna warni mutiara dan batu mulia, dalam sanat Tirmidji disebutkan hadist dalam isnat sahi bahwa Rasulullah SAW berkata mengenai Jibril.
"Aku melihatnya turun dari langit dan besarnya penciptaan Jibril menutupi ruang antara langit dan bumi" ketika menerangkan tentang Jibril ini Allah berfirman.
"Sesungguhnya (Al-Qur'an) itu adalah firman Allah yang di bawa utusan yang mulia, yang mempunyai kekuatan di sisi yang mempunyai Arsy yang tinggi derajat, dipatuhi lagi dipercaya (At-Takwir:19-21).
Baca Juga: Kisah Sedih Sahabat Nabi Yang Terakhir Abu Qilabah
Yang dimaksud dengan utusan mulia disini adalah Jibril sedangkan pemilik singgasana adalah Rabul Izza Allah, Rasulullah SAW bersabda "Bahwa sesungguhnya Allah telah menciptkan Malaikat Jibril dengan bentuk yang sangat elok"
"Jibril mempunyai enam ratus sayap dan di antara sayap-sayap itu terdaoat dua sayap yang berwarna hijau seperti sayap burung merak, sayap itu antara timur dan barat jika Jibril menebarkan hanya satu daripada beberapa sayap yang dimilikinya maka ia sudah cukup untuk menutup dunia ini."
Baca Juga: Karunia Fatimah Az Zahra Yang belum Pernah Di Lihat Mata Dan Di Dengar Telinga
Setelah memandang dirinya yang tampak begitu indah dan sempurna maka malaikat Jibril pun berkata kepada Allah, "Wahai Rabbku apakah Engkau menciptakan mahluk lain yang lebih baik daripada aku."
Kemudian Allah menjawab pertanyaan malaikat Jibril, "Tidak" mendengar jawaban Allah maka Malaikat Jibrilpun berdiri dan melakukan sholat dua rakaat untuk bersyukur kepada Allah.
Pada setiap rakaat sholat yang dikerjakan oleh Malaikat Jibril dia menghabiskan masa selama dua puluh ribu tahun lamanya, setelah malaikat jibril selesai melaksanakan sholatnya kemudian Allahpun berfirman kepadanya.
Baca Juga: Bal'am Bin Bauroh Ulama Yang Mengkhianati Allah
"Wahai Jibril, kamu telah menyembah Aku dengan ibadah yang bersungguh-sungguh dan tidak ada seorangpun yang menyembahKu seperti ibadah yang kamu lakukan, akan tetapi di akhir zaman nanti akan datang seorang Nabi yang mulia yang paling aku cintai bernama Muhammad."
"Dia mempunyai umat yang lemah dan senantiasa berdosa, seandainya mereka mengerjakan sholat dua rakaat walau hanya sebentar dan dalam keadaan lupa serta serba kurang dengan pikiran yang melayang-layang, dan dosa merekapun besar maka demi Kemuliaanku dan ketinggianKu, sesungguhnya sholat mereka itu lebih Aku sukai daripada sholatmu."
Hal tersebut karena mereka telah mengerjakan sholat itu atas perintahKu sedangkan sholat kamu bukan atas perintahKu, setelah mendengar hal tersebut Jibril kembali bertanya kepada Allah.
"Ya Raabku apakah yang Engkau berikan kepada mereka sebagai ganjaran atas ibadah meraka kepadaMu." Maka Allah berfirman "Ya Jibril akan aku berikan syurga Ma'waa sebagai tempat tinggal mereka."
Malaikat Jibril kemudian meminta izin kepada Allah untuk melihat syurga Ma'waa tersebut, setelah Allah memimberikan izin kepadanya maka Malaikat Jibrilpun mengepakan sayapnya dan terbang menuju syurga Ma'waa.
Satu ayunan sayap Malaikat Jibril sama dengan perjalanan tiga ribu tahun maka terbanglah Malaikat Jibril selama beberapa lama perjalanan, Malaikat Jibril akhirnya kepenatan dan turun untuk singgah dan berteduh dibawah sebuah pohon.
Disana ia bersujud kepada Allah lalu berkata "Ya Rabb ku apakah aku telah menempuh setengah atau sepertiga atau seperempat dari perjalanan menuju syurga Ma'waa, maka Allah pun berfirman .
"Wahai Jibril meskipun kamu mampu terbang selama tiga ribu tahun dan meskipun aku memberikan kekuatan kepadamu seperti kekuatan yang engkau miliki lalu kamu terbang seperti yang kamu lakukan."
"Niscaya kamu tidak akan sampai kepada sepersepuluh dari beberapa puluhan yang telah kuberikan kepada umat Muhammad terhadap imbalan sholat dua rakaat yang mereka kerjakan,"
Rasulullah SAW bersabda" Sebelah kanan sayap Jibril terdapat gambar syurga dan segala isinya termasuk bidadari-bidadari, istana, pelayan dan sebagainya, manakala sayapnya yang sebelah kiri terdapat gambar neraka dan segala isinya,"
"Yang terdiri daripada beberapa macam ular yang cukup bisa, kala jengking dan mereka yang bertingkat-tingkat serta penjaganya yang terdiri daripada Malaikat yang garang dan ganas yakni Malaikat Zabaniyah."
Kata Rasulullah SAW 'Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan Malaikat kedalam lubang kecil pada badan manusia kemudian mereka akan menarik rohnya dari kedua telapak kaki hingga lutut dan mereka pun keluar.
Setelah itu datang lagi sekumpulan Malaikat masuk menarik roh dari lutut keperut, begitulah seterusnya dari perut kedada dan dari dada kekerongkongannya, itu saat nazak seseorang"
Kalau yang nazak itu orang yang beriman maka Malaikat Jibril akan menebarkan sayapnya yang sebelah kanan sehingga orang itu dapat melihat kedudukannya di surga sehingga tertutup orang-orang di sekelilingnya.
Jika yang nazak orang munafik maka Jibril akan menebarkan sayap sebelah kiri untuk menunjukan tempatnya di neraka sehingga ia menjadi sangat takut serta lupa kepada keluarganya.
Kata Rasulullah kita sebagai Umat Islam mesti mengakui dan mempercayai kebenaran ini dan ia sama seperti kita beriman kepada perkara gaib, tidaklah mustakhil kepada Allah untuk menciptakan segala sesuatu karena dia maha pencipta, cukuplah sekedar kita melihat langit yang tidak bertiang bukankah ini perkara mustakhil bagi manusia untuk membuatnya
Masing-masing sayap menutupi cakrawala dan setiap sayapnya keluar berwarna warni mutiara dan batu mulia, dalam sanat Tirmidji disebutkan hadist dalam isnat sahi bahwa Rasulullah SAW berkata mengenai Jibril.
"Aku melihatnya turun dari langit dan besarnya penciptaan Jibril menutupi ruang antara langit dan bumi" ketika menerangkan tentang Jibril ini Allah berfirman.
"Sesungguhnya (Al-Qur'an) itu adalah firman Allah yang di bawa utusan yang mulia, yang mempunyai kekuatan di sisi yang mempunyai Arsy yang tinggi derajat, dipatuhi lagi dipercaya (At-Takwir:19-21).
Baca Juga: Kisah Sedih Sahabat Nabi Yang Terakhir Abu Qilabah
Yang dimaksud dengan utusan mulia disini adalah Jibril sedangkan pemilik singgasana adalah Rabul Izza Allah, Rasulullah SAW bersabda "Bahwa sesungguhnya Allah telah menciptkan Malaikat Jibril dengan bentuk yang sangat elok"
"Jibril mempunyai enam ratus sayap dan di antara sayap-sayap itu terdaoat dua sayap yang berwarna hijau seperti sayap burung merak, sayap itu antara timur dan barat jika Jibril menebarkan hanya satu daripada beberapa sayap yang dimilikinya maka ia sudah cukup untuk menutup dunia ini."
Baca Juga: Karunia Fatimah Az Zahra Yang belum Pernah Di Lihat Mata Dan Di Dengar Telinga
Setelah memandang dirinya yang tampak begitu indah dan sempurna maka malaikat Jibril pun berkata kepada Allah, "Wahai Rabbku apakah Engkau menciptakan mahluk lain yang lebih baik daripada aku."
Kemudian Allah menjawab pertanyaan malaikat Jibril, "Tidak" mendengar jawaban Allah maka Malaikat Jibrilpun berdiri dan melakukan sholat dua rakaat untuk bersyukur kepada Allah.
Pada setiap rakaat sholat yang dikerjakan oleh Malaikat Jibril dia menghabiskan masa selama dua puluh ribu tahun lamanya, setelah malaikat jibril selesai melaksanakan sholatnya kemudian Allahpun berfirman kepadanya.
Baca Juga: Bal'am Bin Bauroh Ulama Yang Mengkhianati Allah
"Wahai Jibril, kamu telah menyembah Aku dengan ibadah yang bersungguh-sungguh dan tidak ada seorangpun yang menyembahKu seperti ibadah yang kamu lakukan, akan tetapi di akhir zaman nanti akan datang seorang Nabi yang mulia yang paling aku cintai bernama Muhammad."
"Dia mempunyai umat yang lemah dan senantiasa berdosa, seandainya mereka mengerjakan sholat dua rakaat walau hanya sebentar dan dalam keadaan lupa serta serba kurang dengan pikiran yang melayang-layang, dan dosa merekapun besar maka demi Kemuliaanku dan ketinggianKu, sesungguhnya sholat mereka itu lebih Aku sukai daripada sholatmu."
Hal tersebut karena mereka telah mengerjakan sholat itu atas perintahKu sedangkan sholat kamu bukan atas perintahKu, setelah mendengar hal tersebut Jibril kembali bertanya kepada Allah.
"Ya Raabku apakah yang Engkau berikan kepada mereka sebagai ganjaran atas ibadah meraka kepadaMu." Maka Allah berfirman "Ya Jibril akan aku berikan syurga Ma'waa sebagai tempat tinggal mereka."
Malaikat Jibril kemudian meminta izin kepada Allah untuk melihat syurga Ma'waa tersebut, setelah Allah memimberikan izin kepadanya maka Malaikat Jibrilpun mengepakan sayapnya dan terbang menuju syurga Ma'waa.
Satu ayunan sayap Malaikat Jibril sama dengan perjalanan tiga ribu tahun maka terbanglah Malaikat Jibril selama beberapa lama perjalanan, Malaikat Jibril akhirnya kepenatan dan turun untuk singgah dan berteduh dibawah sebuah pohon.
Disana ia bersujud kepada Allah lalu berkata "Ya Rabb ku apakah aku telah menempuh setengah atau sepertiga atau seperempat dari perjalanan menuju syurga Ma'waa, maka Allah pun berfirman .
"Wahai Jibril meskipun kamu mampu terbang selama tiga ribu tahun dan meskipun aku memberikan kekuatan kepadamu seperti kekuatan yang engkau miliki lalu kamu terbang seperti yang kamu lakukan."
"Niscaya kamu tidak akan sampai kepada sepersepuluh dari beberapa puluhan yang telah kuberikan kepada umat Muhammad terhadap imbalan sholat dua rakaat yang mereka kerjakan,"
Rasulullah SAW bersabda" Sebelah kanan sayap Jibril terdapat gambar syurga dan segala isinya termasuk bidadari-bidadari, istana, pelayan dan sebagainya, manakala sayapnya yang sebelah kiri terdapat gambar neraka dan segala isinya,"
"Yang terdiri daripada beberapa macam ular yang cukup bisa, kala jengking dan mereka yang bertingkat-tingkat serta penjaganya yang terdiri daripada Malaikat yang garang dan ganas yakni Malaikat Zabaniyah."
Kata Rasulullah SAW 'Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan Malaikat kedalam lubang kecil pada badan manusia kemudian mereka akan menarik rohnya dari kedua telapak kaki hingga lutut dan mereka pun keluar.
Setelah itu datang lagi sekumpulan Malaikat masuk menarik roh dari lutut keperut, begitulah seterusnya dari perut kedada dan dari dada kekerongkongannya, itu saat nazak seseorang"
Kalau yang nazak itu orang yang beriman maka Malaikat Jibril akan menebarkan sayapnya yang sebelah kanan sehingga orang itu dapat melihat kedudukannya di surga sehingga tertutup orang-orang di sekelilingnya.
Jika yang nazak orang munafik maka Jibril akan menebarkan sayap sebelah kiri untuk menunjukan tempatnya di neraka sehingga ia menjadi sangat takut serta lupa kepada keluarganya.
Kata Rasulullah kita sebagai Umat Islam mesti mengakui dan mempercayai kebenaran ini dan ia sama seperti kita beriman kepada perkara gaib, tidaklah mustakhil kepada Allah untuk menciptakan segala sesuatu karena dia maha pencipta, cukuplah sekedar kita melihat langit yang tidak bertiang bukankah ini perkara mustakhil bagi manusia untuk membuatnya
Thursday, March 7, 2019
Ternyata Langit, Bumi Dan Gunung Menolak Ditawari Jadi Seperti Manusia
Manusia adalah makhluk sempurna diantara seluruh makhluk ciptaan Allah SWT kita menjadi pemimpin atas seluruh penghuni semesta yang ada dengan kelebihan akal serta pikiran yang digunakan dalam bertindak.
Namun menjadi makhluk sempurna bukanlah pekara yang mudah ada hal besar yang menjadi tanggung jawab manusia yakni amanah, menjalankan perintah serta menjauhi segala larangannya menjadi amanah yang tidak dapat dibantah.
Adalah manusia dari sekian banyak makhluk Allah yang menyanggupi amanah tersebut, padahal makhluk lain yang memiliki kekuatan lebih besar seperti langit, bumi dan gunung menolak menjadi seperti manusia.
Ada begitu banyak peristiwa yang terjadi sebelumnya akhirnya alam semesta dan segala isinya siap untuk ditinggali salah satunya adalah peristiwa saat Allah SWT mengumpulkan makhluknya untuk membagi peran.
Saat itu Allah SWT memberikan pilihan kepada makhluk untuk menerima amanah, bagi siapa yang menerimanya maka akan menjadi makhluk yang paling sempurna dialam semesta, namun amanah ini juga memiliki konsekwensi.
Baca Juga: Surat Umar Bin Khattab Untuk Sungai Nil
Bagi siapa yang menjalankan perintahnya maka akan dihadiahi surga namu jika melanggar akan diberi siksa neraka, Allah SWT menawari amanah tersebut kepada bumi, langit dan gunung namun ketiganya menolak bukan karena ingkar pada Allah namun mereka merasa tidak sanggup untuk mengemban besarnya amanah tersebut.
ternyata manusialah yang dengan berani menerima tawaran Allah SWT, untuk menjadi makhluk sempurna hal ini di jelaskan dalam surat Al-Ahzab
"Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat kepada langit bumi dan gunung-gunung maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan menghianatinya, dan dipikulah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh." (QS. Al-Ahzab :72).
Baca Juga: Bumi Tidak Ingin Menanggung Dosa Manusia
Ayat ini dimaknai berbeda oleh mufasirindi antaranya adalah Imam Al-Aufi dari Ibnu Abbas r.a.Yang dimaksud dengan al-amanah adalah, ketaatan yang ditawarkan kepada mereka sebelum ditawarkan kepada Adam a.s, akan tetapi mereka tidak menyanggupinya lalu Allah berfirman kepada Adam.
"Sesungguhnya aku memberikan amanat kepada langit dan bumi serta gunung-gunung akan tetapi mereka tidak menyanggupinya apakah engkau sanggup untuk menerimanya", Adam menjawab: Ya Rabbku apa isinya.
Allah berfirman "Jika engkau berbuat baik maka engkau akan diberi balasan dan jika engkau berbut buruk maka engkau akan diberi siksa. Lalu Adam menerimanya dan menanggungnya" itulah maksud firman allah, sesungguhnya manusia itu amat zalim dan bodoh.
Kemudian Ali bin Abi Thalha dari Ibnu Abbas ra. Amanah adalah kewajiban-kewajiban yang diberikan oleh Allah kepada langit bumi dan gunung-gunung jika mereka menunaikannya Allah akan membalas mereka dan jika mereka menyia-nyiakannya maka Allah akan menyiksa mereka.
Mereka enggan menerimanya dan menolaknya bukan karena maksiat tetapi karena ta'zim menghormati agama Allah kalau-kalau mereka tidak mampu menunaaikannya, kemudian Allah SWT menyerahkannya kepada Adam.
Maka Adam menerimanya dengan segala konsekwensinya itulah maksud dari firman Allah "Dan dipikulah amanat itu oleh manusia sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh," yaitu pelanggar perintah Allah.
Namun fitrahnya manusia akan lupa setelah lahir kedunia kemudian setelah hari kiamat nanti kembali diingatkan tentang janji-janji tersebut sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Hadid.
"Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu beriman kepada Tuhanmu, dan sesungguhnya Dia Allah telah mengambil perjanjianmu, jika kamu adalah orang-orang beriman (QS.AlHadid: 8).
Semoga kita tidak termasuk manusia yang tidak menyia-nyiakan waktu saat hidup di bumi serta dapat menjalankan amanah yang sudah diembankan Allah kepada kita.
Namun menjadi makhluk sempurna bukanlah pekara yang mudah ada hal besar yang menjadi tanggung jawab manusia yakni amanah, menjalankan perintah serta menjauhi segala larangannya menjadi amanah yang tidak dapat dibantah.
Adalah manusia dari sekian banyak makhluk Allah yang menyanggupi amanah tersebut, padahal makhluk lain yang memiliki kekuatan lebih besar seperti langit, bumi dan gunung menolak menjadi seperti manusia.
Ada begitu banyak peristiwa yang terjadi sebelumnya akhirnya alam semesta dan segala isinya siap untuk ditinggali salah satunya adalah peristiwa saat Allah SWT mengumpulkan makhluknya untuk membagi peran.
Saat itu Allah SWT memberikan pilihan kepada makhluk untuk menerima amanah, bagi siapa yang menerimanya maka akan menjadi makhluk yang paling sempurna dialam semesta, namun amanah ini juga memiliki konsekwensi.
Baca Juga: Surat Umar Bin Khattab Untuk Sungai Nil
Bagi siapa yang menjalankan perintahnya maka akan dihadiahi surga namu jika melanggar akan diberi siksa neraka, Allah SWT menawari amanah tersebut kepada bumi, langit dan gunung namun ketiganya menolak bukan karena ingkar pada Allah namun mereka merasa tidak sanggup untuk mengemban besarnya amanah tersebut.
ternyata manusialah yang dengan berani menerima tawaran Allah SWT, untuk menjadi makhluk sempurna hal ini di jelaskan dalam surat Al-Ahzab
"Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat kepada langit bumi dan gunung-gunung maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan menghianatinya, dan dipikulah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh." (QS. Al-Ahzab :72).
Baca Juga: Bumi Tidak Ingin Menanggung Dosa Manusia
Ayat ini dimaknai berbeda oleh mufasirindi antaranya adalah Imam Al-Aufi dari Ibnu Abbas r.a.Yang dimaksud dengan al-amanah adalah, ketaatan yang ditawarkan kepada mereka sebelum ditawarkan kepada Adam a.s, akan tetapi mereka tidak menyanggupinya lalu Allah berfirman kepada Adam.
"Sesungguhnya aku memberikan amanat kepada langit dan bumi serta gunung-gunung akan tetapi mereka tidak menyanggupinya apakah engkau sanggup untuk menerimanya", Adam menjawab: Ya Rabbku apa isinya.
Allah berfirman "Jika engkau berbuat baik maka engkau akan diberi balasan dan jika engkau berbut buruk maka engkau akan diberi siksa. Lalu Adam menerimanya dan menanggungnya" itulah maksud firman allah, sesungguhnya manusia itu amat zalim dan bodoh.
Kemudian Ali bin Abi Thalha dari Ibnu Abbas ra. Amanah adalah kewajiban-kewajiban yang diberikan oleh Allah kepada langit bumi dan gunung-gunung jika mereka menunaikannya Allah akan membalas mereka dan jika mereka menyia-nyiakannya maka Allah akan menyiksa mereka.
Mereka enggan menerimanya dan menolaknya bukan karena maksiat tetapi karena ta'zim menghormati agama Allah kalau-kalau mereka tidak mampu menunaaikannya, kemudian Allah SWT menyerahkannya kepada Adam.
Maka Adam menerimanya dengan segala konsekwensinya itulah maksud dari firman Allah "Dan dipikulah amanat itu oleh manusia sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh," yaitu pelanggar perintah Allah.
Namun fitrahnya manusia akan lupa setelah lahir kedunia kemudian setelah hari kiamat nanti kembali diingatkan tentang janji-janji tersebut sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Hadid.
"Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu beriman kepada Tuhanmu, dan sesungguhnya Dia Allah telah mengambil perjanjianmu, jika kamu adalah orang-orang beriman (QS.AlHadid: 8).
Semoga kita tidak termasuk manusia yang tidak menyia-nyiakan waktu saat hidup di bumi serta dapat menjalankan amanah yang sudah diembankan Allah kepada kita.
Sunday, March 3, 2019
Bumi Tidak Ingin Menanggung Dosa Manusia
Sebagai khalifah di bumi manusia bebas berekpresi memanfaatkan sumberdaya di pelanet yang begitu hijau dan memiliki banyak sumber air ini, namun tahukah anda jika bumi pernah menolak keputusan Allah menempatkan kita di tanahnya.
Pelanet ini menangis dan agar Allah tidak menurunkan manusia, bahkan dua Malaikat gagal mengambil tanah di bumi saat penciptaan Nabi Ada a.s. Mengapa bumi sangat menolak kehadiran kita.
Kisah nya terjadi saat Allah SWT akan menciptakan Nabi Adam a.s yang tercipta dari tanah, dalam sebuah hadist mu'tabar yang dinukil dari Imam Ja'far al-Shadiq, disebutkan sebelum menciptakan Nabi Adam a.s terlebih dahulu Allah mengabarkan pada bumi bahwa Dia akan mengambil tanah disana.
"Hai bumi aku akan ciptakan manusia dari saripatimu sebagian mereka ada yang taat kepadaKu dan sebagian lainnya durhaka kepadaKu, siapa yang taat kepadaKu maka akan kumasukan dia kedalam surgaKu, dan siapa yang durhaka kepadaKu akan aku masukan dia kedalam nerakaKu."
Baca Juga: Matahari Dan Bulan Akan Masuk Neraka Apa Dosanya
Mendengar hal ini bumi mulai cemas dan diliputi kekhawatiran hal ini pula yang di alami Malaikat golongan yang tercipta dari nur atau cahaya ini juga mempertanyakan keputusan Allah tersebut.
"Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau" QS. Al-Baqarah : 30.
Dan Allah berfirman : "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui (QS. Al-Bqarah: 30), setelah informasi ini di sampaikan ke bumi maka di utuslah Malaikat Jibril untuk mengambil tanah di sana namun bumi menolaknnya dan tidak memperbolehkan Malaikat mengambil tanahnya.
Diriwayatkan dari A'sudi dari Ibn Mas'ud dari seorang sahabat Rasulullah SAW mereka bercerita Allah SWT mengutus Malaikat Jibril ke bumi untu mengambil tanah dari bumi, namun bumi menolaknya.
Baca Juga: Allah Melarang Malaikat Menulis Namanya
Bumipun memelas dan menangis kepada Jibril ia bersumpah dengan nama Allah bahwa ia tidak sanggup menanggung beban manusia di bumi, "Demi Allah aku berlindug dariutusanMu agar Engkau tidak mengambil sebagian dari kami jika nantinya akan menjadi penghuni neraka."
Mendengar itu Jibril tidak kuasa mengambil apapun dari bumi lalu kembali ke Allah dan menceritakan alasan bumi yang bersumpah dengan keagungan Allah bahwa dia tidak memiliki kesanggupan untuk menanggung azabnya.
Allah lantas mengutus dua malaikat sekaligus, yakni Mikail dan Israfil untuk turun kebumi mengambil tanah, lagi-lagi bumi melakukan hal serupa dengan bersumpah membawa nama Allah, kedua Malaikat inipun lalu kembali lagi kepada Allah tanpa membawa sedikit tanahpun sama seperti Jibril.
Allah kemudian mengutus Malaikat Izrail, namun Malaikat ini tidak seperti dua Malaikat lainnya, karena ia tidak memperdulikan bumi untuk tidak mengambil tanahnya, ia langsung memukul bumi dengan pedangnya dan bumipun bergetar ketakutan.
Lantas Malaikat Izrail mencabutnya segenggam, meski bumi sudah bersumpah atas nama Allah namun ia tetap mengambil tanah seraya ia berkata "Aku takut menyalahi perintah Allah, aku sama sekali tidak akan melanggar perintah Tuhanku, walau dengan segala perendahan dirimu."
Ketika Malaikat Izrail mengambil paksa sebagian dari bumi, bumipun menangis merasa kehilangan tanahnya namun Allah berfirman "Apa yang sudah diambil nya dari bumi sebenarnya akan dikembalikan ke bumi."
Kemudian Allah berfirman kepada bumi, Sesungguhnya kelak Aku akan kembalikan kepadamu apa yang Aku ambil darimu itu, "Dari bumi (tanah) Kami jadikan kamu dan Kami akan keluarkan kamu pada kali yang lain." (QS,Thaha: 55).
Kemudian Malaikat Izrail membawa tanah itu dibawa menghadap Alah SWT, faktanya kini ketakutan bumi terhadap manusia yang membuat kerusakan sudah terbukti adanya, tidak hanya kerusakan bumi dari segi fisik, namun manusianya secara lahir dan bathin .
Namun demikian Allah tidak menciptakan manusia sebagai pemimpin atas semua makhluk tanpa balasan, diakhir kehidupan nanti kita akan mengetahui apa sebenarnya skenario Allah SWT.
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main dan sesungguhnya akhirat itulah sebenarnya kehidupan kalau mereka mengetahuinya. (QS. Al-Ankabut : 64).
Pelanet ini menangis dan agar Allah tidak menurunkan manusia, bahkan dua Malaikat gagal mengambil tanah di bumi saat penciptaan Nabi Ada a.s. Mengapa bumi sangat menolak kehadiran kita.
Kisah nya terjadi saat Allah SWT akan menciptakan Nabi Adam a.s yang tercipta dari tanah, dalam sebuah hadist mu'tabar yang dinukil dari Imam Ja'far al-Shadiq, disebutkan sebelum menciptakan Nabi Adam a.s terlebih dahulu Allah mengabarkan pada bumi bahwa Dia akan mengambil tanah disana.
"Hai bumi aku akan ciptakan manusia dari saripatimu sebagian mereka ada yang taat kepadaKu dan sebagian lainnya durhaka kepadaKu, siapa yang taat kepadaKu maka akan kumasukan dia kedalam surgaKu, dan siapa yang durhaka kepadaKu akan aku masukan dia kedalam nerakaKu."
Baca Juga: Matahari Dan Bulan Akan Masuk Neraka Apa Dosanya
Mendengar hal ini bumi mulai cemas dan diliputi kekhawatiran hal ini pula yang di alami Malaikat golongan yang tercipta dari nur atau cahaya ini juga mempertanyakan keputusan Allah tersebut.
"Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau" QS. Al-Baqarah : 30.
Dan Allah berfirman : "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui (QS. Al-Bqarah: 30), setelah informasi ini di sampaikan ke bumi maka di utuslah Malaikat Jibril untuk mengambil tanah di sana namun bumi menolaknnya dan tidak memperbolehkan Malaikat mengambil tanahnya.
Diriwayatkan dari A'sudi dari Ibn Mas'ud dari seorang sahabat Rasulullah SAW mereka bercerita Allah SWT mengutus Malaikat Jibril ke bumi untu mengambil tanah dari bumi, namun bumi menolaknya.
Baca Juga: Allah Melarang Malaikat Menulis Namanya
Bumipun memelas dan menangis kepada Jibril ia bersumpah dengan nama Allah bahwa ia tidak sanggup menanggung beban manusia di bumi, "Demi Allah aku berlindug dariutusanMu agar Engkau tidak mengambil sebagian dari kami jika nantinya akan menjadi penghuni neraka."
Mendengar itu Jibril tidak kuasa mengambil apapun dari bumi lalu kembali ke Allah dan menceritakan alasan bumi yang bersumpah dengan keagungan Allah bahwa dia tidak memiliki kesanggupan untuk menanggung azabnya.
Allah lantas mengutus dua malaikat sekaligus, yakni Mikail dan Israfil untuk turun kebumi mengambil tanah, lagi-lagi bumi melakukan hal serupa dengan bersumpah membawa nama Allah, kedua Malaikat inipun lalu kembali lagi kepada Allah tanpa membawa sedikit tanahpun sama seperti Jibril.
Allah kemudian mengutus Malaikat Izrail, namun Malaikat ini tidak seperti dua Malaikat lainnya, karena ia tidak memperdulikan bumi untuk tidak mengambil tanahnya, ia langsung memukul bumi dengan pedangnya dan bumipun bergetar ketakutan.
Lantas Malaikat Izrail mencabutnya segenggam, meski bumi sudah bersumpah atas nama Allah namun ia tetap mengambil tanah seraya ia berkata "Aku takut menyalahi perintah Allah, aku sama sekali tidak akan melanggar perintah Tuhanku, walau dengan segala perendahan dirimu."
Ketika Malaikat Izrail mengambil paksa sebagian dari bumi, bumipun menangis merasa kehilangan tanahnya namun Allah berfirman "Apa yang sudah diambil nya dari bumi sebenarnya akan dikembalikan ke bumi."
Kemudian Allah berfirman kepada bumi, Sesungguhnya kelak Aku akan kembalikan kepadamu apa yang Aku ambil darimu itu, "Dari bumi (tanah) Kami jadikan kamu dan Kami akan keluarkan kamu pada kali yang lain." (QS,Thaha: 55).
Kemudian Malaikat Izrail membawa tanah itu dibawa menghadap Alah SWT, faktanya kini ketakutan bumi terhadap manusia yang membuat kerusakan sudah terbukti adanya, tidak hanya kerusakan bumi dari segi fisik, namun manusianya secara lahir dan bathin .
Namun demikian Allah tidak menciptakan manusia sebagai pemimpin atas semua makhluk tanpa balasan, diakhir kehidupan nanti kita akan mengetahui apa sebenarnya skenario Allah SWT.
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main dan sesungguhnya akhirat itulah sebenarnya kehidupan kalau mereka mengetahuinya. (QS. Al-Ankabut : 64).
Saturday, March 2, 2019
Matahari Dan Bulan Akan Masuk Neraka Apa Dosanya
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Matahari dan Bulan adalah ciptaan Allah SWT yang banyak memberi manfaat bagi umat manusia keduanya silih berganti siang dan malam menerangi seluruh jagat raya ini.
Tak terhitung manfaat sinar Matahari dan cahaya bulan itu bagi mahluk didunia namun ternyata terlepas dari manfaat Matahari dan Bulan banyak hadist yang menyatakan Matahari dan Bulan akan dimasukan keneraka.
Dari sini kita jadi tahu neraka jauh lebih besar dari Matahari dan Bulan apalagi dibanding bumi tiada bandingannya dalam hadist disebutkan Rasulullah SAW bersabda "Sesungguhnya Matahari dan Bulan adalah dua ekor sapi yang terluka didalam neraka."
Baca Juga: Allah Melarang Malaikat Menulis Namanya
Asy-Syaukani menyebutkan hadist ini dalam al-Fawa'id al-Majmu'ah dan dia sebutkan pula untuknya sejumlah mutabi' dan syahid hadist lain yang menguatkan hadist tersebut.
"Matahari dan Bulan seolah-olah seperti sapi jantan yang terikat dan di lemparkan kedalam neraka di hari kiamat" (Sahih, HR Thohawi dalam Musyikilul Atsar 1/66-67 di sahihkan oleh Imam Suyuti dan Al-Albani As-Shahiha:124).
Lantas apa dosa Matahari dan Bulan yang tidak bernyawa itu yang sudah memberikan kebaikan pada seluruh makhluk didunia hingga akhirnya mereka dimasukan kedalam neraka, menurut pembahasan para ulama ada dua kesimpulan yang dapat kita petik.
"Tidak semestinya Matahari dan Bulan di dalam neraka akan disiksa, karena sesungguhnya di dalam neraka juga ada Malaikat, Batu dan lain-lainnya yang berfungsi untuk menyiksa penghuni neraka dan sebagai alat-alat penyiksaan, dan semuahnya atas kehendak Allah maka tidaklah Matahari dan Bulan di neraka karena disiksa.
Maka dari itu di neraka ada Malakat yang ganas, ular yang ganas, kalajengking, batu, besi dan lain-lain termasuk Matahari dan Bulan tidaklah mereka disiksa di neraka akan tetapi malah justru akan menjadi alat penyiksa bagi orang-orang yang ada di neraka secara mengerikan baik untuk manusia maupun jin.
Dan inilah pendapat kedua yang dipilih oleh Imam Al Khathabi, Al Khathabi rahimahullah berkata "Keberadaannya di neraka bukanlah karena disiksa akan tetapi sebagai penyesalan bagi orang-orang yang dahulu menyembahnya (Yakni menyembah Matahari dan Bulan) ketika di dunia, agar mengetahui bahwa penyembahan mereka pada keduanya adalah bathil, tidak benar."
Hadist tersebut juga sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al Qur'an surat Al Qiyamah ayat 9 "Lalu Matahari dan Bulan di kumpulkan." Atha' bin Yassar rahimahullah menafsirkan ayat tersebut "Lalu Matahari dan Bulan di Kumpulkan" yaitu keduanya di kumpulkan, lalu di lemparkan kedalam api neraka.
Tak terhitung manfaat sinar Matahari dan cahaya bulan itu bagi mahluk didunia namun ternyata terlepas dari manfaat Matahari dan Bulan banyak hadist yang menyatakan Matahari dan Bulan akan dimasukan keneraka.
Dari sini kita jadi tahu neraka jauh lebih besar dari Matahari dan Bulan apalagi dibanding bumi tiada bandingannya dalam hadist disebutkan Rasulullah SAW bersabda "Sesungguhnya Matahari dan Bulan adalah dua ekor sapi yang terluka didalam neraka."
Baca Juga: Allah Melarang Malaikat Menulis Namanya
Asy-Syaukani menyebutkan hadist ini dalam al-Fawa'id al-Majmu'ah dan dia sebutkan pula untuknya sejumlah mutabi' dan syahid hadist lain yang menguatkan hadist tersebut.
"Matahari dan Bulan seolah-olah seperti sapi jantan yang terikat dan di lemparkan kedalam neraka di hari kiamat" (Sahih, HR Thohawi dalam Musyikilul Atsar 1/66-67 di sahihkan oleh Imam Suyuti dan Al-Albani As-Shahiha:124).
Lantas apa dosa Matahari dan Bulan yang tidak bernyawa itu yang sudah memberikan kebaikan pada seluruh makhluk didunia hingga akhirnya mereka dimasukan kedalam neraka, menurut pembahasan para ulama ada dua kesimpulan yang dapat kita petik.
- Sebagai bahan bakar neraka
"Tidak semestinya Matahari dan Bulan di dalam neraka akan disiksa, karena sesungguhnya di dalam neraka juga ada Malaikat, Batu dan lain-lainnya yang berfungsi untuk menyiksa penghuni neraka dan sebagai alat-alat penyiksaan, dan semuahnya atas kehendak Allah maka tidaklah Matahari dan Bulan di neraka karena disiksa.
Maka dari itu di neraka ada Malakat yang ganas, ular yang ganas, kalajengking, batu, besi dan lain-lain termasuk Matahari dan Bulan tidaklah mereka disiksa di neraka akan tetapi malah justru akan menjadi alat penyiksa bagi orang-orang yang ada di neraka secara mengerikan baik untuk manusia maupun jin.
- Balasan bagi penyembahnya
Dan inilah pendapat kedua yang dipilih oleh Imam Al Khathabi, Al Khathabi rahimahullah berkata "Keberadaannya di neraka bukanlah karena disiksa akan tetapi sebagai penyesalan bagi orang-orang yang dahulu menyembahnya (Yakni menyembah Matahari dan Bulan) ketika di dunia, agar mengetahui bahwa penyembahan mereka pada keduanya adalah bathil, tidak benar."
Hadist tersebut juga sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al Qur'an surat Al Qiyamah ayat 9 "Lalu Matahari dan Bulan di kumpulkan." Atha' bin Yassar rahimahullah menafsirkan ayat tersebut "Lalu Matahari dan Bulan di Kumpulkan" yaitu keduanya di kumpulkan, lalu di lemparkan kedalam api neraka.
Monday, February 18, 2019
Saat Bumi Berumur Delapan Ribu Tahun, Makhluk Ini Hanya Makan Biji Sawi
Bumi tempat kita berpijak usianya sudah milyaran tahun sebelum akhirnya ditinggali manusia pertama yakni Nabi Adam as, bumi menurut ahli tafsir sudah di tinggalin beberapaa mahluk, menurut ahli tafsir pada saat bumi berumur 8000 tahun keadaannya masih kosong.
Dibumi terdapat biji sawi putih kemudian Allah SWT menciptakan seekor unggas yang bernama tabirun nasar Allah berfirman kepadanya "Hai unggas tabirun nasar makanlah olehmu biji sawi itu apabila habis biji sawi itu engkau akan kumatikan."
Tabirun nasar pun memakan biji-bijian itu namun cara makannya diatur, pertama sehari satu biji yang dimakan, setelah semakin berkurang maka hanya dimakannya sebiji dalam sebulan, biji sawi itu semakin berkurang saja.
Oleh karena begitu takutnya dengan kematian maka sang ungas hanya memakan satu biji dalam setahun, namun akhirnya habislah biji-biji sawi itu tabirun nasar pun akhirnya mati, setelah kematian tersebut Allah SWT menciptakan mahluk lain sebagai penghuni bumi.
Yaitu tujuh puluh orang laki-laki namun tidak semuanya langsung diciptakan melainkan satu-persatu Allah menciptakannya apabilah salah seorang meninggal maka langsung diciptakannya yang lain masing-masing dari mereka berumur tujuh puluh ribu tahun.
Baca Juga: Ternyata Beginilah Janji Nabi Muhammad SAW Untuk Umat Kristen dan Gerejanya
Konon setahun pada masa itu sama dengan seribu tahun pada masa sekarang tatkala pada mati tujuh puluh lelaki itu, kemudian Allah ciptakan jin dan Allah berfirman "Dia menciptakan jin dari nyala api (Q.S Arahman ayat 15), sebagian dari jin-jin itu ada yang berkaki empat ada yang berkaki dua dan ada yang terbang.
Kemudian Allah mengutus salah seorang di antara mereka yang bernama Yusuf untuk memberikan pengajaran ilmu dan syariat agama namun jin-jin itu banyak yang mendustakan ajaran-ajaran tersebut yang menyebabkan Allah mematikan semua.
Penghuni bumi berikutnya adalah suatu mahluk yang berpasangan rupanya seperti binatang keluar dari dalam neraka binatang itupun beranak dan anaknya itu dinamakan azazil, setelah cukup besar azazil mulai melakukan peribadatan kepada Allah SWT 1000 tahun lamanya.
Setelah itu Allah SWT mengangkatnya kelangit pertama selama seribu tahun disinipun dia tekun beribadah Allah mengadugrahkannya sayap yang terbuat dari manikan yang hijau dengan izin-Nya maka terbanglah ia kelangit kedua seribu tahun lamanya pula ia beribadah.
Demikianlah pada tiap-tiap lapisan langit ia beribadah selama seribu tahun lamanya hingga kelapisan langit ketujuh, sementara itu dibumi sudah ada penghunilainnya yaitu dari banga jin yang bernama Janah.
Menurut ahli tafsir delapan belas ribu tahun mendiami bumi mereka menjadi sombong dan kufur Allah SWT mematikan Janah sebagai gantinya adalah yang bernama Banunal Janah ia mendiami bumi selama delapan belas ribu tahun lamanya ia juga dimatikan Allah SWT
Sementara itu diatas langit Azazil bersama para Malaikat masih khusyu beribadah, Azazil menjadi penghulu para Malaikat selama tujuh ribu tahun lamanya dalam beribadah hingga pada suatu waktu Azazil mengajukan suatu permohonan kepada Allah SWT.
"Ya Tuhanku tujuh ribu tahun hambamu ini berbuat kebaikan padaMu dalam tujuh lapis langit ini jikalau dianugrahkan oleh Mu hamba hendak turun kebawah langit keenam berbuat kebaikan kepadaMu" Allah SWT mengabulkannya.
Turunlah Azazil atau Iblis itu bersama tujuh ratus Malaikat pengiringnya kelangit keenam, setelah merasa cukup ia memohon izin lagi kepada Allah SWT agar diturunkan kelangit kelima, dilangit kelima pun ia memohon diturunkan kelangit dibawahnya dan demikian seterusnya hingga sampai mereka kelangit dunia.
Dilangit dunia Azazil atau Iblis mengajukan permohonan pula "Ya Tuhanku hambaMu hendak memohon turun kebumi dengan para Malaikat bahwasanya hambaMu hendak beribadah kepadaMu dibumi itu, Ya Tuhanku betapa bananul janah telah banyak berbuat kerusakan dimuka bumi. Anugrahkanlah atas hambaMu ini bersama para Malaikat berbuat kebaikan khadiratMu di muka bumi itu."
Allah SWT mengabulkan permohonan Azazil itu, diturunkanlah dia bersama tujuh ratus Malaikat yang mengiringinya untuk beribadah dimuka bumi, setelah sebelumnya banunal janah dimatikan karena banyak berbuat kerusakan,setelah delapan ribu tahun lamanya ia beribadah Iblis mencoba mengemukakan ungkapan hatinya bahwa dimuka bumi inilah ia begitu betahnya dan tidak ada tempat lain yang membuat nya demikian betah.
Ia memohon agar selamanya ia berada dimuka bumi untuk berbakti kepada Allah SWT, sampai pada suatu waktu Allah berkehendak menurunkan suatu keterangan kepada Azazil, Allah SWT berfirman dalam Quran Surat Al Baqarah ayat 30, "Ingatlah ketika TuhanMu berfirman kepada Malaikat, sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah dimuka bumi."
Mendengar firman tersebut Iblis menjadi berduka disebabkan dengkinya, mereka yaitu para Malaikat pun bertanya kepada Allah mengenai siapa yang akan menjadi khalifah itu Adam namanya jJawab Allah SWT, mereka berkata mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah dibumi itu.
Orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau, Allah SWT menjawab "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang engkau tidak ketahui"
Dibumi terdapat biji sawi putih kemudian Allah SWT menciptakan seekor unggas yang bernama tabirun nasar Allah berfirman kepadanya "Hai unggas tabirun nasar makanlah olehmu biji sawi itu apabila habis biji sawi itu engkau akan kumatikan."
Tabirun nasar pun memakan biji-bijian itu namun cara makannya diatur, pertama sehari satu biji yang dimakan, setelah semakin berkurang maka hanya dimakannya sebiji dalam sebulan, biji sawi itu semakin berkurang saja.
Oleh karena begitu takutnya dengan kematian maka sang ungas hanya memakan satu biji dalam setahun, namun akhirnya habislah biji-biji sawi itu tabirun nasar pun akhirnya mati, setelah kematian tersebut Allah SWT menciptakan mahluk lain sebagai penghuni bumi.
Yaitu tujuh puluh orang laki-laki namun tidak semuanya langsung diciptakan melainkan satu-persatu Allah menciptakannya apabilah salah seorang meninggal maka langsung diciptakannya yang lain masing-masing dari mereka berumur tujuh puluh ribu tahun.
Baca Juga: Ternyata Beginilah Janji Nabi Muhammad SAW Untuk Umat Kristen dan Gerejanya
Konon setahun pada masa itu sama dengan seribu tahun pada masa sekarang tatkala pada mati tujuh puluh lelaki itu, kemudian Allah ciptakan jin dan Allah berfirman "Dia menciptakan jin dari nyala api (Q.S Arahman ayat 15), sebagian dari jin-jin itu ada yang berkaki empat ada yang berkaki dua dan ada yang terbang.
Kemudian Allah mengutus salah seorang di antara mereka yang bernama Yusuf untuk memberikan pengajaran ilmu dan syariat agama namun jin-jin itu banyak yang mendustakan ajaran-ajaran tersebut yang menyebabkan Allah mematikan semua.
Penghuni bumi berikutnya adalah suatu mahluk yang berpasangan rupanya seperti binatang keluar dari dalam neraka binatang itupun beranak dan anaknya itu dinamakan azazil, setelah cukup besar azazil mulai melakukan peribadatan kepada Allah SWT 1000 tahun lamanya.
Setelah itu Allah SWT mengangkatnya kelangit pertama selama seribu tahun disinipun dia tekun beribadah Allah mengadugrahkannya sayap yang terbuat dari manikan yang hijau dengan izin-Nya maka terbanglah ia kelangit kedua seribu tahun lamanya pula ia beribadah.
Demikianlah pada tiap-tiap lapisan langit ia beribadah selama seribu tahun lamanya hingga kelapisan langit ketujuh, sementara itu dibumi sudah ada penghunilainnya yaitu dari banga jin yang bernama Janah.
Menurut ahli tafsir delapan belas ribu tahun mendiami bumi mereka menjadi sombong dan kufur Allah SWT mematikan Janah sebagai gantinya adalah yang bernama Banunal Janah ia mendiami bumi selama delapan belas ribu tahun lamanya ia juga dimatikan Allah SWT
Sementara itu diatas langit Azazil bersama para Malaikat masih khusyu beribadah, Azazil menjadi penghulu para Malaikat selama tujuh ribu tahun lamanya dalam beribadah hingga pada suatu waktu Azazil mengajukan suatu permohonan kepada Allah SWT.
"Ya Tuhanku tujuh ribu tahun hambamu ini berbuat kebaikan padaMu dalam tujuh lapis langit ini jikalau dianugrahkan oleh Mu hamba hendak turun kebawah langit keenam berbuat kebaikan kepadaMu" Allah SWT mengabulkannya.
Turunlah Azazil atau Iblis itu bersama tujuh ratus Malaikat pengiringnya kelangit keenam, setelah merasa cukup ia memohon izin lagi kepada Allah SWT agar diturunkan kelangit kelima, dilangit kelima pun ia memohon diturunkan kelangit dibawahnya dan demikian seterusnya hingga sampai mereka kelangit dunia.
Dilangit dunia Azazil atau Iblis mengajukan permohonan pula "Ya Tuhanku hambaMu hendak memohon turun kebumi dengan para Malaikat bahwasanya hambaMu hendak beribadah kepadaMu dibumi itu, Ya Tuhanku betapa bananul janah telah banyak berbuat kerusakan dimuka bumi. Anugrahkanlah atas hambaMu ini bersama para Malaikat berbuat kebaikan khadiratMu di muka bumi itu."
Allah SWT mengabulkan permohonan Azazil itu, diturunkanlah dia bersama tujuh ratus Malaikat yang mengiringinya untuk beribadah dimuka bumi, setelah sebelumnya banunal janah dimatikan karena banyak berbuat kerusakan,setelah delapan ribu tahun lamanya ia beribadah Iblis mencoba mengemukakan ungkapan hatinya bahwa dimuka bumi inilah ia begitu betahnya dan tidak ada tempat lain yang membuat nya demikian betah.
Ia memohon agar selamanya ia berada dimuka bumi untuk berbakti kepada Allah SWT, sampai pada suatu waktu Allah berkehendak menurunkan suatu keterangan kepada Azazil, Allah SWT berfirman dalam Quran Surat Al Baqarah ayat 30, "Ingatlah ketika TuhanMu berfirman kepada Malaikat, sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah dimuka bumi."
Mendengar firman tersebut Iblis menjadi berduka disebabkan dengkinya, mereka yaitu para Malaikat pun bertanya kepada Allah mengenai siapa yang akan menjadi khalifah itu Adam namanya jJawab Allah SWT, mereka berkata mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah dibumi itu.
Orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau, Allah SWT menjawab "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang engkau tidak ketahui"
Wednesday, February 13, 2019
Inilah Titik Temu Injil dan Al-Quran
Secara umum kitab suci Al Quran dan Injil perbedaannya ada di tulisan dan cara membacanya selain itu ada beberapa kesamaan isi kandungan dalam kitab suci Al Quran dan Injil, ada beberapa ayat di dalam alkitab yang ternyata memiliki isi kesamaan kandungannya dengan Al Quran misalnya.
- Tuhan itu Esa atau Tunggal
Ayat-ayat Injil juga banyak menyebutkan bahwa Tuhan itu Esa misalnya dalam kitab perjanjian lama ulangan 6 ayat 4 menyebutkan "Dengarlah hai Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa" kemudian dalam Ulangan 4 ayat 3 disebutkan "Engkau di beri melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia." dan tentunya masih banyak ayat-ayat Injil yang lain yang serupa seperti ayat yang tertulis ini.
Secara leuteral jelas sekali Al Quran dan Alkitab memiliki kesamaan dalam menyebutkan Tuhan itu Esa, hal inilah yang meyakinkan ustad insan mukabintang, dokter yahya waloni dan Hj Irene handono bahwa Tuhan itu satu, dalam beberapa ceramahnya akan kita jumpai alasan bagi mereka untuk lebih memilih konsep ke Esaan Tuhan yang di pahami oleh Islam.
- Babi itu Haram
Ayat-ayat tersebut juga didukung oleh hadist nabi Muhammad SAW salah satunya hadist yang di riwayatkan dari Abu Hurairah: bahwasannya Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan Khamar dan hasil penjualannya dan mengharamkan bangkai dan hasil penjualannya serta mengharamkan babi dan hasil penjualannya."
Kita lihat didalam Alkitab atau bible didalam imamat 11 ayat 7 disebutkan "Demikian juga babi, karena memang berkuku belah yaitu kukunya berselah panjang tetapi tidak memamah biak haram itu bagimu." informasi ini juga disampaikan oleh ustad Insan Mukabintang didalam ceramahnya, babi dalam imamat 11 ayat 7 tersebut ada perbedaan dalam Alkitab pada cetakan-cetakan yang berikutnya
didalam cetakan tahun 1992 pada kata babi belum ada kata HUTAN sedangkan pada cetakan berikutnya barulah di tambah menjadi babi hutan.
- Nabi Isa as Adalah Nabi/Rasul
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangannya, putra Maryam benar-benar akan segera turun ke tengah-tengah kamu sebagai hakim yang adil. dia akan menghancurkan salib, akan membunuh babi, dan akan menghapus Jizya, harta saat itu akan melimpah sehingga tidak ada seorangpun yang akan menerimanya sehingga sujud satu kali saja kala itu jauh lebih baik dari dunia dan isinya (HR Bukhari).
Dengan gamblang didalam perjanjian baru Matius 10 ayat 5 menyebutkan "Jawab Yesus Aku diutus kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." dan Yohanes 7 ayat 40 menyebutkan "Beberapa orang banyak yang mendengarkan perkataan itu, berkata: "Dia ini benar-benar nabi yang akan datang."
Selanjutnya didalam Yohanes 17 ayat 8 disebutkan "Sebab segala firman yang engkau sampaikan kepadaKu telah kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya, mereka tahu benar-benar, bahwa aku datang daripadaMu, dan mereka percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus aku" dan masih banyak ayat-ayat yang lain yang menyebutkan bahwa Yesus adalah nabi atau utusan Allah.
- Kewajiban Khitan bagi laki-laki
Mengenai syariat khitan yang di ajarkan nabi Ibrohim as ini disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW yang di riwayatkan dari Abu Hurairah bahwasannya Rasulullah SAW bersabda: "Nabi Ibrahim as berkhitan setelah berusia delapan puluh tahun dan beliau berkhitan dengan menggunakan kampak."
(HR. Bukhari juz 7, hal 143).
Sedangkan dalam Alkitab ajaran khitan dapat kita jumpai sangat banyak pada kejadian 17 ayat 10-14, berikut kutipan kejadian 17 ayat 14 yang berbunyi "Dan orang-orang yang tidak disunat yakni laki-laki yang tidak di kerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya, ia telah mengingkari perjanjianKu."
Pada ayat-ayat yang lain juga menyebutkan bahwa Abraham (Nabi Ibrahim as) dikhitan pada usia 99 tahun, dan anaknya Ismael (Nabi Ismail as ) dikhitan pada usia 13 tahun (Kejadian 17 ayat 24-25)
- Larangan menyembah patung
"Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah tidak dapat membuat sesuatu apapun, sedang berhala-berhala itu sendiri di buat orang (berhala-berhala itu) benda mati tidak hidup dan berhala-berhala tidak mengetahui bilakan penyembah-penyembahnya akan di bangkitkan." (QS.An Nahl ayat 20-21).
kemudian di dalam Al An'aan ayat 74 disebutkan "Dan ingatlah di waktu Ibrahim berktata kepada bapaknya, Aazar "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai Tuhan-tuhan, sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata."
Gambar wajah Yesus dan Maria hampir di pastikan terdapat di semua umat keristen dan umumnya mereka sangat menghormati patung, gambar atau lukisan wajah Yesus dan ibunya Maria padahal sangat jelas Allah melarang dalam Alkitab membuat atau menyembah kehadapan patung.
Keluaran 20 ayat 4 dan 5 menyebutkan: "Janganlah membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas atau yang ada dibumi di bawah, atau yang ada didalam air dibawah bumi, janganlah sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab aku Tuhan Allahmu."
Dan pada ulangan 4 ayat 23 menyebutkan: "Hati-hatilah supaya jangan kamu melupakan perjanjian Tuhan Allah mu, yang telah diikatnya dengan kamu dan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang oleh Tuhan Allah mu, dilarang kau perbuat"
Imamat 26 ayat 1 jga menyebutkan:" Janganlah kamu membuat berhala bagimu, dan patung atau tugu berhala janganlah kamu dirikan bagimu, juga batu berukir janganlah kamu tempatkan di negerimu utuk sujud menyembah kepadanya, sebab akulah Tuhan Allahmu."
- Menghadap Kiblat
Didalam ajaran Islam menghadap kiblat dalam sholat adalah syarat sah sholat para ulama telah ber Itjma akan kewajiban menghadap kiblat dalam pelaksanaan sholat, kewajiban menghadap kiblat ini berdasarkan AlQuran, sunah dan Itjma.
"Palingkanlah muka mu ke arah Masjidil Haram, dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu kearahnya." QS. Albaqarah 144, kemudian di pertegas di dalam hadist "Jika engkau hendak mendirikan sholat maka sempurnakanlah wudhumu, kemudian menghadaplah ke kiblat lalu bertakbirlah HR. al Bukhari-muslim.
Dalam Alkitab disebutkan dengan jelas bahwa shalat itu harus menghadap kiblat dalam Mazmur 5 ayat 8 "Tetapi aku, berkat kasih setiaMu yang besar aku akan masuk kedalam rumahMu sujud nyembah kearah baitMu yang kudus dengan takut akan engkau."
Dan didalam Mazmur 138 ayat 2 dipertegaskan "Aku hendak sujud kearah baitMu yang kudus dan memuji namaMu, oleh karena kasihMu dan oleh karena setiaMu sebab kau buat namaMu dan jamjiMu melebihi segala sesuatu."
Yehezkiel 44 ayat 4 menyebutkan "Lalu dibawanya aku melalui pintu gerbang utara kedepan bait suci, aku melihat, sesungguhnya, rumah TUHAN penuh kemuliaan TUHAN maka aku sujud menyembahnya."
Monday, December 3, 2018
Menurunkan Wahyu Telah Selesai Lalu Apa Tugas Malaikat Jibril Saat ini
Di antara keberadaan seluruh mahluk Allah di alam semesta ini salah satu nya adalah mereka para Malaikat, Malaikat merupakan deretan Mahluk yang sangat taat kepada Allah SWT selain dari pada mereka para Manusia yang beriman yang juga taat kepadanya.
Malaikat mempunyai tugasnya masing-masing diantaranya ada yang membawa rizki, menurunkan hujan, menjaga manusia dari mara bahaya, ada yang menjaga mahluk Allah lainnya , mencatat amal menunggu pintu langit dan sebagainya.
Bahkan dari seluruh Malaikat ini ada yang Allah berikan tugas khusus kepada seorang Malaikat untuk menurunkan wahyu untuk seluruh umat manusia di bumi, melalui prantara para utusan-utusan Allah didalamnya Malaikat ini adalah Jibril a.s.
Malaikat Jibril dikenal sebagai ketua diantara Malaikat-Malaikat lainnya hal ini karena beliau Malaikat mulia yang di berikan tugas mulia juga, yaitu menurutkan segala bentuk perintah dari Allah untuk seluruh penduduk bumi.
Baca Juga: Nabi Ini Hidup Tanpa Ummatnya Dan Masuk Surga Sendiri
Tidak ada malaikat lain yang lebih mulia tugasnya, melainkan tugas Malaikat Jibril a.s, namun yang perlu diketahui tentang beliau adalah apakah sebenarnya tugas Jibril saat ini, seusai beliau menyampaikan tugas wahyu kepada Nabi penutup yaitu Nabi Muhammad SAW.
Tentunya dalam literatur agama menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan Nabi terakhir penutup Zaman dan tidak ada Nabi lain setelah dari pada nya, maka oleh karena itu tugas Jibril sebagai Malaikat pengantar wahyu juga berakhir, pada masa Nabi penutup tersebut, lantas Apa yang di kerjakan Jibril saat ini.
Memang pada hakekat nya Malaikat Jibril tidak lah bertugas lagi sebagai perentara pengantara wahyu kepada seluruh para Nabi, Namun tahukah nyatanya Allah telah memberikan beberapa tugas penting lainnnya kepada Jibril untuk mengurusi al ihwal bumi saat ini.
Adapun tugas Jibril sebagai berikut:
Dalam Hadist Muslim dari Aisyah r.a, Rasulullah SAW pernah bersabda: "Sesungguhnya Ruh Qudus (Jibril) menguatkanmu selama engkau membela Allah dan Rasul nya", (H.R Bukhari & Muslim). Dari hadist shahi Bukhari & Muslim dari abu Hurairah r.a Rasulullah SAW pernah bersabda:
"Sesungguhnya Allah jika mencintai seorang hamba, Ia memanggil Jibril dan berkata kepadanya : Sesungguhnya Aku mencintai si fulan maka cintailah ia. lalu Jibril ikut mencintai nya, kemudian berseru dari langit: Sesungguhnya Allah mencintai si fulan maka cintailah ia. Lalu penduduk langit mencintainya kemudian di turunkan rasa cinya kepadanya di bumi".
Dan Jika Allah membenci seorang hamba, ia memangil Jibril dan berkata kepadanya: "Sesungguhnya Aku membenci si fulan maka bencilah ia. Lalu Jibril ikut membencinya, kemudian berseru dari langit: Sesungguhnya Allah membenci si fulan maka bencilah ia. Lalu penduduk langit turut membencinya, kemudian di turunkan rasa benci kepadanya di bumi".
Rasulullah SAW pernah bersabda: dari riwayat sanat hadist maimunah binti saat.
"Wahai Rasulullah bolehkah seseorang tidur dalam ke adaan junub? Nabi menjawab: Aku tidak suka jika ia (orang yang junub) tidur sebelum berwudhu, Aku khawatir ia lantas mati dalam keadaan berhadas sehingga tidak dihadiri oleh Malaikat Jibril." (H.R al-Thabrani dalam Al-Kabir).
Ada yang menyebutkan bahwa malam tersebut terjadi pada malam pertama ramadhan yang ganjil, bahkan ada yang mengatakan bahwa malam Lailatul Qadhar tidak ada yang mengetahui selain Allah SWT. Maka pada malam inilah Allah SWT mengutus Malaikat Jibril ke bumi khusus untuk mengaminkan seluruh doa dan hajat orang-orang muslim yang beriman dalam malam Lailatul Qadhar tersebut.
Allah SWT berfirman keadaan ini dalam Al-Qur'an:
"1.Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. 2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu. 3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari malam seribu bulan. 4. Pada malam itu kami turunkan Malaikat-Malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. 5. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar". (QS. Al-Qadr: 1-5).
Demikianlah tugas-tugas Malaikat Jibril yang Allah berikan kepadanya untuk zaman ini walaupun Rasulullah SAW tiada lagi sehingga tugas mengantar wahyu beliau terhenti maka Allah memberikan tugas lainnya kepada beliau, diantaranya adalah sebagaimana yang telah di jelaskan di atas, dan tentunya hanya Allah lah yang mengetahui hal ihwal tentang malaikat Jibril.
Malaikat mempunyai tugasnya masing-masing diantaranya ada yang membawa rizki, menurunkan hujan, menjaga manusia dari mara bahaya, ada yang menjaga mahluk Allah lainnya , mencatat amal menunggu pintu langit dan sebagainya.
Bahkan dari seluruh Malaikat ini ada yang Allah berikan tugas khusus kepada seorang Malaikat untuk menurunkan wahyu untuk seluruh umat manusia di bumi, melalui prantara para utusan-utusan Allah didalamnya Malaikat ini adalah Jibril a.s.
Malaikat Jibril dikenal sebagai ketua diantara Malaikat-Malaikat lainnya hal ini karena beliau Malaikat mulia yang di berikan tugas mulia juga, yaitu menurutkan segala bentuk perintah dari Allah untuk seluruh penduduk bumi.
Baca Juga: Nabi Ini Hidup Tanpa Ummatnya Dan Masuk Surga Sendiri
Tidak ada malaikat lain yang lebih mulia tugasnya, melainkan tugas Malaikat Jibril a.s, namun yang perlu diketahui tentang beliau adalah apakah sebenarnya tugas Jibril saat ini, seusai beliau menyampaikan tugas wahyu kepada Nabi penutup yaitu Nabi Muhammad SAW.
Tentunya dalam literatur agama menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan Nabi terakhir penutup Zaman dan tidak ada Nabi lain setelah dari pada nya, maka oleh karena itu tugas Jibril sebagai Malaikat pengantar wahyu juga berakhir, pada masa Nabi penutup tersebut, lantas Apa yang di kerjakan Jibril saat ini.
Memang pada hakekat nya Malaikat Jibril tidak lah bertugas lagi sebagai perentara pengantara wahyu kepada seluruh para Nabi, Namun tahukah nyatanya Allah telah memberikan beberapa tugas penting lainnnya kepada Jibril untuk mengurusi al ihwal bumi saat ini.
Adapun tugas Jibril sebagai berikut:
- Memberikan kekuatan kepada orang beriman
Dalam Hadist Muslim dari Aisyah r.a, Rasulullah SAW pernah bersabda: "Sesungguhnya Ruh Qudus (Jibril) menguatkanmu selama engkau membela Allah dan Rasul nya", (H.R Bukhari & Muslim). Dari hadist shahi Bukhari & Muslim dari abu Hurairah r.a Rasulullah SAW pernah bersabda:
"Sesungguhnya Allah jika mencintai seorang hamba, Ia memanggil Jibril dan berkata kepadanya : Sesungguhnya Aku mencintai si fulan maka cintailah ia. lalu Jibril ikut mencintai nya, kemudian berseru dari langit: Sesungguhnya Allah mencintai si fulan maka cintailah ia. Lalu penduduk langit mencintainya kemudian di turunkan rasa cinya kepadanya di bumi".
Dan Jika Allah membenci seorang hamba, ia memangil Jibril dan berkata kepadanya: "Sesungguhnya Aku membenci si fulan maka bencilah ia. Lalu Jibril ikut membencinya, kemudian berseru dari langit: Sesungguhnya Allah membenci si fulan maka bencilah ia. Lalu penduduk langit turut membencinya, kemudian di turunkan rasa benci kepadanya di bumi".
- Menghadiri kematian seorang muslim dalam keadaan suci
Rasulullah SAW pernah bersabda: dari riwayat sanat hadist maimunah binti saat.
"Wahai Rasulullah bolehkah seseorang tidur dalam ke adaan junub? Nabi menjawab: Aku tidak suka jika ia (orang yang junub) tidur sebelum berwudhu, Aku khawatir ia lantas mati dalam keadaan berhadas sehingga tidak dihadiri oleh Malaikat Jibril." (H.R al-Thabrani dalam Al-Kabir).
- Turun Pada malam yang di khususkan
Ada yang menyebutkan bahwa malam tersebut terjadi pada malam pertama ramadhan yang ganjil, bahkan ada yang mengatakan bahwa malam Lailatul Qadhar tidak ada yang mengetahui selain Allah SWT. Maka pada malam inilah Allah SWT mengutus Malaikat Jibril ke bumi khusus untuk mengaminkan seluruh doa dan hajat orang-orang muslim yang beriman dalam malam Lailatul Qadhar tersebut.
Allah SWT berfirman keadaan ini dalam Al-Qur'an:
"1.Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. 2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu. 3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari malam seribu bulan. 4. Pada malam itu kami turunkan Malaikat-Malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. 5. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar". (QS. Al-Qadr: 1-5).
Demikianlah tugas-tugas Malaikat Jibril yang Allah berikan kepadanya untuk zaman ini walaupun Rasulullah SAW tiada lagi sehingga tugas mengantar wahyu beliau terhenti maka Allah memberikan tugas lainnya kepada beliau, diantaranya adalah sebagaimana yang telah di jelaskan di atas, dan tentunya hanya Allah lah yang mengetahui hal ihwal tentang malaikat Jibril.
Friday, July 20, 2018
Amal Sholeh Bukanlah Jaminan Untuk Masuk Kedalam Surga
Tidak ada jaminan kalau orang yang tekun beribadah itu pasti masuk surga. Orang bisa masuk surga bukan ditentukan dengan melihat amal ibadahnya, tetapi karena memperoleh rahmat dan ridha Allah.
Rahmat dan ridha Allah ini diraih dengan mentaati segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya, sampai Rasulullah pun tidak berani menjamin seseorang masuk surga, sebab yang menentukan orang itu bisa masuk surga atau neraka adalah Allah.
Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Tidak ada seorang pun dari kalian yang amalnya bisa menyelamatkan dirinya. Lantas para sahabat bertanya: Termasuk Engkau juga tidak bisa menyelamatkan. Beliau menjawab: Aku juga tidak bisa menyelamatkan, kecuali bila Allah melimpahkan ampunan dan rahmatNya.
Rasulullah SAW bersabda: Tidak ada amal seorang pun yang bisa memasukannya ke surga. Beliau. Lalu ditanyakan: Engkau juga tidak bisa memasukan ke surga. Beliau menjawab: Aku juga tidak bisa, kecuali dengan limpahan rahmat TuhanKu.
Baca Juga: Mayit Menjawab Pertanyaan Malaikat Munkar Dan Nakir
Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Tidak ada amal saleh seorang dari kalian yang bisa menyebabkan masuk surga. Para sahabat bertanya: Dan Engkau juga tidak bisa, Ya Rasulullah, Beliau menjawab: Aku juga tidak bisa kecuali bila Allah melimpahkan anugerah dan rahmatnya.
Abdurahman bin Auf mendapatkan hadist dari Aisyah r.a. istri Nabi SAW, ia berkata: Rasulullah SAW pernah bersabda: Istiqomahlah kalian, bertaqarrublah kalian dan bergembiralah kalian, sesungguhnya tidak ada amal seorangpun yang bisa menyebabkan masuk surga.
Para sahabat bertanya termasuk Engkau juga tidak bisa Ya Rasulullah, Beliau menjawab: Aku pun tidak bisa, kecuali bila Allah melimpahkan rahmatnya. Karena itu beramallah kalian, sesungguhnya amal yang paling disukai Allah adalah yang langgeng meskipun sedikit.
Dengan demikian seseorang tidak bisa mengandalkan amal ibadahnya sebagai jaminan bahwa dirinya nanti pasti masuk surga, Hanya rahmat dan ridha Allah lah yang bisa memasukannya kesurga.
Oleh karena itu dalam setiap menjalankan amal ibadah supaya didasarkan keihlasan, semata-mata mencari ridha Allah, tidak karena yang lain. sebab bila yang dicari itu surga dapat menjebak seseorang terjerumus dalam perbuatan riya dan takabur
Rahmat dan ridha Allah ini diraih dengan mentaati segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya, sampai Rasulullah pun tidak berani menjamin seseorang masuk surga, sebab yang menentukan orang itu bisa masuk surga atau neraka adalah Allah.
Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Tidak ada seorang pun dari kalian yang amalnya bisa menyelamatkan dirinya. Lantas para sahabat bertanya: Termasuk Engkau juga tidak bisa menyelamatkan. Beliau menjawab: Aku juga tidak bisa menyelamatkan, kecuali bila Allah melimpahkan ampunan dan rahmatNya.
Rasulullah SAW bersabda: Tidak ada amal seorang pun yang bisa memasukannya ke surga. Beliau. Lalu ditanyakan: Engkau juga tidak bisa memasukan ke surga. Beliau menjawab: Aku juga tidak bisa, kecuali dengan limpahan rahmat TuhanKu.
Baca Juga: Mayit Menjawab Pertanyaan Malaikat Munkar Dan Nakir
Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Tidak ada amal saleh seorang dari kalian yang bisa menyebabkan masuk surga. Para sahabat bertanya: Dan Engkau juga tidak bisa, Ya Rasulullah, Beliau menjawab: Aku juga tidak bisa kecuali bila Allah melimpahkan anugerah dan rahmatnya.
Abdurahman bin Auf mendapatkan hadist dari Aisyah r.a. istri Nabi SAW, ia berkata: Rasulullah SAW pernah bersabda: Istiqomahlah kalian, bertaqarrublah kalian dan bergembiralah kalian, sesungguhnya tidak ada amal seorangpun yang bisa menyebabkan masuk surga.
Para sahabat bertanya termasuk Engkau juga tidak bisa Ya Rasulullah, Beliau menjawab: Aku pun tidak bisa, kecuali bila Allah melimpahkan rahmatnya. Karena itu beramallah kalian, sesungguhnya amal yang paling disukai Allah adalah yang langgeng meskipun sedikit.
Dengan demikian seseorang tidak bisa mengandalkan amal ibadahnya sebagai jaminan bahwa dirinya nanti pasti masuk surga, Hanya rahmat dan ridha Allah lah yang bisa memasukannya kesurga.
Oleh karena itu dalam setiap menjalankan amal ibadah supaya didasarkan keihlasan, semata-mata mencari ridha Allah, tidak karena yang lain. sebab bila yang dicari itu surga dapat menjebak seseorang terjerumus dalam perbuatan riya dan takabur
Tuesday, July 17, 2018
Mayit Menjawab Pertanyaan Malaikat Munkar Dan Nakir
Diriwayatkan dalam hadist: Sewaktu mayit sudah diletakan di dalam kubur, maka datanglah dua malaikat yang sangat hitam, kedua matanya melotot. Suaranya seperti petir dan penglihatannya bagaikan kilat yang menyambar.
Kedua malaikat ini datang dari arah kepala si mayit, maka shalat berkata: Kalian berdua jangan datang dari arahku, karena mayit ini sangat tekun dalam sholatnya, baik diwaktu malam maupun siang, karena rasa takutnya pada tempat ini.
Kemudian kedua malaikat itu datang dari arah kedua kakinya, kedua kakinya lantas berkata: Kalian berdua jangan datang dari arahku, sebab mayit ini selalu berjalan menuju tempat shalat berjama'ah, karena rasa takutnya pada tempat ini.
Kemudian kedua malaikat itu datang dari arah kanannya, maka berkatalah sedekah: kalian berdua jangan datang dari arahku, sebab mayit ini selalu melakukan sedekah dengan aku, sebab ia takut akan tempat ini.
Baca Juga: Sejarah Ringkas Kota Mekah dan Suku Quraisy
Selanjutnya kedua malaikat itu datang dari arah kirinya, maka berkatalah puasanya: Kalian berdua jangan datang dari arahku, sebab mayit ini benar-benar telah lapar dan haus, karena rasa takutnya pada tempat ini.
Lalu si mayit terbangun sebagaimana bangunnya orang tidur, seraya berkata: apa yang kalian kehendaki, kedua malaikat itu menjawab:: kami ingin menanya ketauhidan kepada Allah. Mendengar pertanyaan demikian si mayit mengucapkan:
Kedua malaikat itu lantas bertanya: Apa yang kamu katakan kepada Muhammad SAW. Kemudian si mayit menjawab:
Selanjutnya malaikat berkata: Kamu hidup dalam keadaan mukmin, matipun dalam keadaan mukmin.
Hikmah yang terkandung dari pertanyaan dua malaikat diatas adalah malaikat itu akan mencerca anak turunan Nabi Adam a.s Jika mereka tidak beriman, sebab sewaktu malaikat bertanya kepada Allah:
Artinya: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: Sesungguhnya aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi, Mereka berkata: Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau. Tuhann berfirman: Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. (QS. Al-Baqarah: 30).
Ayat di atas sekaligus bentuk penolakan Allah pada ke kehawatiran para malaikat nya seperti firman Allah "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui"
Baca Juga: Malaikat Rumman Yang Masuk Kedalam Kubur Sebelum Munkar Nakir
Kemudian Allah mengutus dua malaikat kekuburan orang mukmin supaya keduanya menanyai tentang ketauhidannya: Siapa Tuhanmu, sampai akhir pertanyaan.
Allah memerintahkan kepada kedua malaikat yaitu Munkar dan Nakir agar keduanya menyaksikan sendiri mengenai ketauhidan seorang mukmin, sebab sedikit-sedikitnya saksi dua orang.
Allah berfirman: Wahai malaikatKu, Aku telah mengambil ruh seorang hamba, Aku meninggalkan hartanya untuk yang lain, istrinya berada ditempat orang lain, jariyahnya(budak wanitanya) untuk orang lain, harta bendanya juga untuk orang lain.
Karena itu bertanyalah kepada hambaKu itu dalam perut bumi. HambaKu tidak akan rela kecuali kepadaKu, Ia tidak akan menjawab petanyaan seseorang kecuali pertanyaan tentan Aku, hambaKu akan berkata: Allah adalah Tuhanku, Muhammad adalah Nabiku, dan Islam adalah agamaku.
Allah SWT kemudian berfirman: Apakah kalian berdua tidak mengetahui. Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui, sebagaimana kisah yang telah disebutkan dalam Al Qur'an.
Kemudian kedua malaikat itu datang dari arah kedua kakinya, kedua kakinya lantas berkata: Kalian berdua jangan datang dari arahku, sebab mayit ini selalu berjalan menuju tempat shalat berjama'ah, karena rasa takutnya pada tempat ini.
Kemudian kedua malaikat itu datang dari arah kanannya, maka berkatalah sedekah: kalian berdua jangan datang dari arahku, sebab mayit ini selalu melakukan sedekah dengan aku, sebab ia takut akan tempat ini.
Baca Juga: Sejarah Ringkas Kota Mekah dan Suku Quraisy
Selanjutnya kedua malaikat itu datang dari arah kirinya, maka berkatalah puasanya: Kalian berdua jangan datang dari arahku, sebab mayit ini benar-benar telah lapar dan haus, karena rasa takutnya pada tempat ini.
Lalu si mayit terbangun sebagaimana bangunnya orang tidur, seraya berkata: apa yang kalian kehendaki, kedua malaikat itu menjawab:: kami ingin menanya ketauhidan kepada Allah. Mendengar pertanyaan demikian si mayit mengucapkan:
أشهد أن لا اله الا الله
Kedua malaikat itu lantas bertanya: Apa yang kamu katakan kepada Muhammad SAW. Kemudian si mayit menjawab:
وأشهد ان محمد رسول الله
Selanjutnya malaikat berkata: Kamu hidup dalam keadaan mukmin, matipun dalam keadaan mukmin.
Hikmah yang terkandung dari pertanyaan dua malaikat diatas adalah malaikat itu akan mencerca anak turunan Nabi Adam a.s Jika mereka tidak beriman, sebab sewaktu malaikat bertanya kepada Allah:
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ
فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا
وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ
قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Artinya: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: Sesungguhnya aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi, Mereka berkata: Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau. Tuhann berfirman: Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. (QS. Al-Baqarah: 30).
Ayat di atas sekaligus bentuk penolakan Allah pada ke kehawatiran para malaikat nya seperti firman Allah "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui"
Baca Juga: Malaikat Rumman Yang Masuk Kedalam Kubur Sebelum Munkar Nakir
Kemudian Allah mengutus dua malaikat kekuburan orang mukmin supaya keduanya menanyai tentang ketauhidannya: Siapa Tuhanmu, sampai akhir pertanyaan.
Allah memerintahkan kepada kedua malaikat yaitu Munkar dan Nakir agar keduanya menyaksikan sendiri mengenai ketauhidan seorang mukmin, sebab sedikit-sedikitnya saksi dua orang.
Allah berfirman: Wahai malaikatKu, Aku telah mengambil ruh seorang hamba, Aku meninggalkan hartanya untuk yang lain, istrinya berada ditempat orang lain, jariyahnya(budak wanitanya) untuk orang lain, harta bendanya juga untuk orang lain.
Karena itu bertanyalah kepada hambaKu itu dalam perut bumi. HambaKu tidak akan rela kecuali kepadaKu, Ia tidak akan menjawab petanyaan seseorang kecuali pertanyaan tentan Aku, hambaKu akan berkata: Allah adalah Tuhanku, Muhammad adalah Nabiku, dan Islam adalah agamaku.
Allah SWT kemudian berfirman: Apakah kalian berdua tidak mengetahui. Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui, sebagaimana kisah yang telah disebutkan dalam Al Qur'an.
Thursday, May 17, 2018
Al Qur'an di Masa Khalifah Utsman bin Affan
Tetaplah demikian ke adaan Al Qur'an itu, artinya telah di tuliskan dalam satu naskah yang lengkap di atas lembaran-lembaran yang serupa ayat-ayat dalam sesuatu surat tersusun menurut tertib urut yang di tunjukan oleh Nabi, lembaran-lembaran ini di gulung dan di ikat dengan benang dan di simpan dengan rapi.
Dalam tulisan sebelum nya telah di jelaskan bahwa ketika permulaan pemerintahan khalifah Abu Bakar terjadilah riddah ( pemberontakan orang-orang murtad). Yang kemudian dapat di padamkan oleh Abu Bakar, maka setelah Jaziratul Arab tentram kembali mulailah Abu Bakar menyiarkan Islam kenegeri-negeri yang berdekatan.
Baca Juga: Al Qur'an di Masa Kepemimpinan Abu Bakar
Di masa beliau tentara Islam telah memasuki kota-kota Hirah dan Anbar di mesopotamia dan telah sampai di sungai yarmuk di syria, dan dimasa pemerintahan khalifah Umar bin Khattab kaum muslimin telah menaklukan bactriane dekat sungai ayax (Amu Daria) di sebelah timur dan Mesir di sebelah barat.
Di masa khalifah Utsman bin Affan pemerintahan mereka telah sampai ke Armenia dan Azarbaiyan di sebelah timur dan Tripoli di sebelah barat, dengan demikian kelihatanlah kaum Muslimin di waktu itu telah terpencar-pencar di Mesir, Syria, Iraq, Persia, Afrika.
Kemana mereka pergi dan dimana mereka tinggal Al Qur'annul karim tetap jadi imam mereka, di antara mereka banyak yang menghafal Al Qur'an itu, pada mereka ada naskah-naskah Al Qur'an itu tetapi naskah-naskah yang mereka punyai itu tidak sama susunan surat-suratnya.
Begitu juga ada di dapat di antara mereka perbedaan tentang bacaan Al Qur'an itu, asal mulanya perbedaan bacaan ini ialah karena Rasulullah sendiripun memberi kelonggaran kepada kabilah-kabilah Arab yang berada di masanya, untuk membaca dan melafazkan Al Qur'an itu menurut lahja (dialek) mereka masing-masing, kelonggaran ini di berikan oleh Nabi supaya mudah mereka menghafal Al Qur'an.
Tetapi kemudian kelihatan tanda-tanda bahwa perbedaan tentang bacaan Al Qur'an ini kalau di biarkan ini akan mendatangkan perselisihan dan perpecahan yang tidak di inginkan dalam kalangan kaum muslimin, orang yang mula-mula memperhatikan hal ini seorang sahabat yang bernama Huzaifah bin Yaman.
ketika beliau ikut dalam pertempuran menaklukan Armenia dan Azerbaiyan, dalam perjalanan dia pernah mendengar pertikaian kaum Muslimin tentang bacaan beberapa ayat Al Qur'an dan pernah mendengar perkataan seorang muslim kepada temannya, Bacaan saya lebih baik dari bacaan mu.
Keadaan ini mengagetkan Huzaifah, maka di waktu dia telah kembali ke Madinah segera di temuinya Utsman bin Affan dan segera di ceritakannya mengenai apa yang di lihat nya mengenai pertikaian kaum muslimin tentang bacaan Al Qur'an itu seraya berkata: Susullah umat Islam itu sebelum mereka berselisih tentang Al kitab sebagai perselisihan Yahudi dan Nasara.
Maka oleh khalifah Utsman bin Affan dimintakan kepada Hafsa binti Umar bin Khattab lembaran-lembaran Al Qur'an yang di tulis dimasa khalifah Abu Bakar yang di simpan oleh Hafsah untuk di salin dan oleh Hafsah lembaran-lembaran Al Qur'an itu di berikan kepada Utsman bin Affan.
Oleh Utsman di bentuklah satu panitia yang terdiri dari Zait bin Tsabit sebagai ketua, Abdullah bin Zubair, Sa'id bin Ash dan Abdurahman bin Haris bin Hisyam, tugas panitia ini ialah membukukan Al Qur'an yakni menyalin dari lembaran-lembaran tersebut menjadi buku, dalam pelaksaan tugas ini Utsman menasihatkan supaya:
Al Qur'an yang telah di bukukan itu dinamai dengan Al Mushhaf dan oleh panitia di tulis lima buah Al Mushhaf, empat buah di antaranya di kirim ke Mekah, Syria, Basrah dan kufah, agar di tempat-tempat itu di salin pula dari masing-masing mushhaf itu dan satu buah di tinggalkan di maddinah untuk Utsman sendiri dan itulah yang dinamai dengan Mushhaf Al Imam.
Sesudah itu Utsman memerintahkan mengumpulkan semua lembaran-lembaran yang bertuliskan Al Qur'an yang di tulis sebelum itu dan membakarnya, Maka dari mushhaf yang di tulis di zaman Utsman itulah kaum Muslimin di seluruh pelosok menyalin Al Qur'an itu.
Adapun kelainan bacaan sampai sekarang masih ada karena bacaan-bacaan yang di rawihkan dengan mutawatir dari Nabi terus di pakai kaum Muslimin dan bacaan-bacaan tersebut tidaklah berlawanan dengan apa yang di tulis dalam Mushhaf-mushhaf yang di tulis dimasa Utsman itu.
Dalam tulisan sebelum nya telah di jelaskan bahwa ketika permulaan pemerintahan khalifah Abu Bakar terjadilah riddah ( pemberontakan orang-orang murtad). Yang kemudian dapat di padamkan oleh Abu Bakar, maka setelah Jaziratul Arab tentram kembali mulailah Abu Bakar menyiarkan Islam kenegeri-negeri yang berdekatan.
Baca Juga: Al Qur'an di Masa Kepemimpinan Abu Bakar
Di masa beliau tentara Islam telah memasuki kota-kota Hirah dan Anbar di mesopotamia dan telah sampai di sungai yarmuk di syria, dan dimasa pemerintahan khalifah Umar bin Khattab kaum muslimin telah menaklukan bactriane dekat sungai ayax (Amu Daria) di sebelah timur dan Mesir di sebelah barat.
Di masa khalifah Utsman bin Affan pemerintahan mereka telah sampai ke Armenia dan Azarbaiyan di sebelah timur dan Tripoli di sebelah barat, dengan demikian kelihatanlah kaum Muslimin di waktu itu telah terpencar-pencar di Mesir, Syria, Iraq, Persia, Afrika.
Kemana mereka pergi dan dimana mereka tinggal Al Qur'annul karim tetap jadi imam mereka, di antara mereka banyak yang menghafal Al Qur'an itu, pada mereka ada naskah-naskah Al Qur'an itu tetapi naskah-naskah yang mereka punyai itu tidak sama susunan surat-suratnya.
Begitu juga ada di dapat di antara mereka perbedaan tentang bacaan Al Qur'an itu, asal mulanya perbedaan bacaan ini ialah karena Rasulullah sendiripun memberi kelonggaran kepada kabilah-kabilah Arab yang berada di masanya, untuk membaca dan melafazkan Al Qur'an itu menurut lahja (dialek) mereka masing-masing, kelonggaran ini di berikan oleh Nabi supaya mudah mereka menghafal Al Qur'an.
Tetapi kemudian kelihatan tanda-tanda bahwa perbedaan tentang bacaan Al Qur'an ini kalau di biarkan ini akan mendatangkan perselisihan dan perpecahan yang tidak di inginkan dalam kalangan kaum muslimin, orang yang mula-mula memperhatikan hal ini seorang sahabat yang bernama Huzaifah bin Yaman.
ketika beliau ikut dalam pertempuran menaklukan Armenia dan Azerbaiyan, dalam perjalanan dia pernah mendengar pertikaian kaum Muslimin tentang bacaan beberapa ayat Al Qur'an dan pernah mendengar perkataan seorang muslim kepada temannya, Bacaan saya lebih baik dari bacaan mu.
Keadaan ini mengagetkan Huzaifah, maka di waktu dia telah kembali ke Madinah segera di temuinya Utsman bin Affan dan segera di ceritakannya mengenai apa yang di lihat nya mengenai pertikaian kaum muslimin tentang bacaan Al Qur'an itu seraya berkata: Susullah umat Islam itu sebelum mereka berselisih tentang Al kitab sebagai perselisihan Yahudi dan Nasara.
Maka oleh khalifah Utsman bin Affan dimintakan kepada Hafsa binti Umar bin Khattab lembaran-lembaran Al Qur'an yang di tulis dimasa khalifah Abu Bakar yang di simpan oleh Hafsah untuk di salin dan oleh Hafsah lembaran-lembaran Al Qur'an itu di berikan kepada Utsman bin Affan.
Oleh Utsman di bentuklah satu panitia yang terdiri dari Zait bin Tsabit sebagai ketua, Abdullah bin Zubair, Sa'id bin Ash dan Abdurahman bin Haris bin Hisyam, tugas panitia ini ialah membukukan Al Qur'an yakni menyalin dari lembaran-lembaran tersebut menjadi buku, dalam pelaksaan tugas ini Utsman menasihatkan supaya:
- Mengambil pedoman kepada bacaan mereka yang hafal Al Qur'an.
- Kalau ada pertikaian antara mereka tentang bahasa bacaan maka haruslah di tuliskan menurut dialek suku Quraisy, sebab Al Qur'an itu di turunkan menurut dialek mereka.
Al Qur'an yang telah di bukukan itu dinamai dengan Al Mushhaf dan oleh panitia di tulis lima buah Al Mushhaf, empat buah di antaranya di kirim ke Mekah, Syria, Basrah dan kufah, agar di tempat-tempat itu di salin pula dari masing-masing mushhaf itu dan satu buah di tinggalkan di maddinah untuk Utsman sendiri dan itulah yang dinamai dengan Mushhaf Al Imam.
Sesudah itu Utsman memerintahkan mengumpulkan semua lembaran-lembaran yang bertuliskan Al Qur'an yang di tulis sebelum itu dan membakarnya, Maka dari mushhaf yang di tulis di zaman Utsman itulah kaum Muslimin di seluruh pelosok menyalin Al Qur'an itu.
Adapun kelainan bacaan sampai sekarang masih ada karena bacaan-bacaan yang di rawihkan dengan mutawatir dari Nabi terus di pakai kaum Muslimin dan bacaan-bacaan tersebut tidaklah berlawanan dengan apa yang di tulis dalam Mushhaf-mushhaf yang di tulis dimasa Utsman itu.
Wednesday, May 16, 2018
Al Qur'an di Masa Kepemimpinan Abu Bakar
Sesudah Rasulullah wafat, para sahabat baik Anshar maupun Muhajirin sepakat mengangkat Abu Bakar sebagai Khalifah, pada awal di masa pemerintahannya banyak di antara orang-orang Islam yang belum kuat Imannya.
Terutama di Nejed dan Yaman banyak di antara mereka yang menjadi murtad dari agamannya, dan banyak pula yang menolak membayar zakat, disamping itu banyak pula orang-orang yang mengaku diri nya sebagai Nabi.
Hal ini di hadapi oleh Abu Bakar secara tegas, sehingga ia berkata terhadap orang-orang yang menolak membayar zakat itu demikian: Demi Allah kalau mereka menolak menyerahkan seekor anak kambing sebagai zakat seperti apa yang pernah mereka serahkan kepada Rasulullah, niscaya aku akan memerangi mereka.
Baca Juga: Muncul nya Dajjal di Muka Bumi
Maka terjadilah peperangan yang hebat untuk menumpas orang-orang murtad dan pengikut-pengikut orang yang mengaku dirinya Nabi itu, di antara peperangan-peperangan itu yang terkenal adalah peperangan yamamah.
Tentara Islam yang ikut dalam peperangan ini kebanyakan terdiri dari para sahabat dan para penghafal Al Qur'an, dalam peperangan ini telah gugur tujuh puluh orang penghafal Al Qur'an bahkan sebelum itu gugur pula hampir sebanyak itu dari penghafal Al Qur'an dimasa Nabi pada suatu pertempuran di sumur Ma'unah dekat kota Madinah.
Oleh karena Umar bin Khattab khawatir akan gugur nya para sahabat penghafal Al Qur'an yang masih hidup, maka ia lalu datang kepada Abu Bakar memusyawaratkan hal ini, dalam buku-buku Tafsir dan Hadist percakapan antara Abu Bakar, Umar dan Zaid bin Tsabit mengenai pengumpulan Al Qur'an di terang kan sebagai berikut.
Umar berkata kepada Abu Bakar : Dalam peperangan Yamamah para sahabat yang hafal Al Qur'an telah banyak yang gugur, saya khawatir akan gugurnya para sahabat yang lain dalam peperangan selanjutnya sehingga banyak Ayat-ayat Al Qur'an itu perlu di kumpulkan.
Abu Bakar menjawab : Mengapa aku akan melakukan sesuatu yang tidak di perbuat oleh Rasulullah, Umar meenegaskan, Demi Allah ini adalah perbuatan yang baik, dan ia berulang kali memberikan alesan-alesan kebaikan mengumpulkan Al Qur'an ini, sehingga Allah membuka hati Abu Bakar untuk menerima pendapat Umar itu.
Kemudian Abu Bakar memanggil Zait bin Tsabit dan berkata kepadanya: Umar mengajaku mengumpulkan Al Qur'an lalu di ceritakannya segala pembicaraannya yang terjadi antara dia dengan Umar.
Baca Juga: Allah Juga Memberikan Nama Lain Pada Al Qur'an
Kemudian Abu Bakar berkata: Engkau adalah seorang pemuda yang cerdas yang aku percayai sepenuhnya, dan engkau adalah seorang penulis wahyu yang selalu di suruh oleh Rasulullah, oleh karena itu maka kumpulkanlah ayat-ayat Al Qur'an itu.
Zaid menjawab: Demi Allah ini adalah pekerjaan yang berat bagiku, seandainya aku di perintahkan memindahkan sebuah bukit maka hal itu tidak lebih berat bagiku daripada mengumpulkan Al Qur'an yang engkau perintahkan itu. Dan dia berkata selanjutnya kepada Abu Bakar dan Umar, Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh Nabi, Abu Bakar menjawab, Demi Allah ini adalah perbuatan yang baik ia lalu memberikan alesan-alesan kebaikan mengumpulkan ayat-ayat Al Qur'an, sehingga membukakan hati Zaid, kemudian ia mengumpulkan ayat Al Qur'an dari daun, pelepah kurma, batu, tanah keras, tulang unta atau kambing, dan dari sahabat-sahabat yang hafal Al Qur'an.
Dalam usaha mengumpulkan ayat-ayat Al Qur'an itu Zaid bin Tsabit bekerja amat teliti, sekalipun beliau hafal Al Qur'an seluruhnya, tetapi untuk kepentingan pengumpulan Al Qur'an yang sangat penting bagi umat Islam itu masih memandang perlu mencocokan hafalan atau catatan sahabat-sahabat yang lain yang di saksikan oleh dua orang saksi.
Dengan demikian al Qur'an seluruhnya telah di tulis oleh Zaid bin Tsabit dalam lembaran-lembaran, dan di ikatnya dengan benar, tersusun menurut urutan ayat-ayat nya sebagaimana yang telah di tetapkan oleh Rasulullah kemudian di serahkan kepada Abu Bakar.
Mushaf ini tetap di tangan Abu Bakar sampai ia meninggal, kemudian di pindahkan kerumah Umar bin Khattab dan tetap ada di sana selama pemerintahannya sesudah beliau wafat mushaf ini di pindahkan ke rumah Hafsah, putri Umar, Istri Rasulullah sampai masa pengumpulan dan penyusun Al Qur'an di masa Khalifah Utsman.
Terutama di Nejed dan Yaman banyak di antara mereka yang menjadi murtad dari agamannya, dan banyak pula yang menolak membayar zakat, disamping itu banyak pula orang-orang yang mengaku diri nya sebagai Nabi.
nasuha.xyz
Baca Juga: Muncul nya Dajjal di Muka Bumi
Maka terjadilah peperangan yang hebat untuk menumpas orang-orang murtad dan pengikut-pengikut orang yang mengaku dirinya Nabi itu, di antara peperangan-peperangan itu yang terkenal adalah peperangan yamamah.
Tentara Islam yang ikut dalam peperangan ini kebanyakan terdiri dari para sahabat dan para penghafal Al Qur'an, dalam peperangan ini telah gugur tujuh puluh orang penghafal Al Qur'an bahkan sebelum itu gugur pula hampir sebanyak itu dari penghafal Al Qur'an dimasa Nabi pada suatu pertempuran di sumur Ma'unah dekat kota Madinah.
Oleh karena Umar bin Khattab khawatir akan gugur nya para sahabat penghafal Al Qur'an yang masih hidup, maka ia lalu datang kepada Abu Bakar memusyawaratkan hal ini, dalam buku-buku Tafsir dan Hadist percakapan antara Abu Bakar, Umar dan Zaid bin Tsabit mengenai pengumpulan Al Qur'an di terang kan sebagai berikut.
Umar berkata kepada Abu Bakar : Dalam peperangan Yamamah para sahabat yang hafal Al Qur'an telah banyak yang gugur, saya khawatir akan gugurnya para sahabat yang lain dalam peperangan selanjutnya sehingga banyak Ayat-ayat Al Qur'an itu perlu di kumpulkan.
Abu Bakar menjawab : Mengapa aku akan melakukan sesuatu yang tidak di perbuat oleh Rasulullah, Umar meenegaskan, Demi Allah ini adalah perbuatan yang baik, dan ia berulang kali memberikan alesan-alesan kebaikan mengumpulkan Al Qur'an ini, sehingga Allah membuka hati Abu Bakar untuk menerima pendapat Umar itu.
Kemudian Abu Bakar memanggil Zait bin Tsabit dan berkata kepadanya: Umar mengajaku mengumpulkan Al Qur'an lalu di ceritakannya segala pembicaraannya yang terjadi antara dia dengan Umar.
Baca Juga: Allah Juga Memberikan Nama Lain Pada Al Qur'an
Kemudian Abu Bakar berkata: Engkau adalah seorang pemuda yang cerdas yang aku percayai sepenuhnya, dan engkau adalah seorang penulis wahyu yang selalu di suruh oleh Rasulullah, oleh karena itu maka kumpulkanlah ayat-ayat Al Qur'an itu.
Zaid menjawab: Demi Allah ini adalah pekerjaan yang berat bagiku, seandainya aku di perintahkan memindahkan sebuah bukit maka hal itu tidak lebih berat bagiku daripada mengumpulkan Al Qur'an yang engkau perintahkan itu. Dan dia berkata selanjutnya kepada Abu Bakar dan Umar, Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh Nabi, Abu Bakar menjawab, Demi Allah ini adalah perbuatan yang baik ia lalu memberikan alesan-alesan kebaikan mengumpulkan ayat-ayat Al Qur'an, sehingga membukakan hati Zaid, kemudian ia mengumpulkan ayat Al Qur'an dari daun, pelepah kurma, batu, tanah keras, tulang unta atau kambing, dan dari sahabat-sahabat yang hafal Al Qur'an.
Dalam usaha mengumpulkan ayat-ayat Al Qur'an itu Zaid bin Tsabit bekerja amat teliti, sekalipun beliau hafal Al Qur'an seluruhnya, tetapi untuk kepentingan pengumpulan Al Qur'an yang sangat penting bagi umat Islam itu masih memandang perlu mencocokan hafalan atau catatan sahabat-sahabat yang lain yang di saksikan oleh dua orang saksi.
Dengan demikian al Qur'an seluruhnya telah di tulis oleh Zaid bin Tsabit dalam lembaran-lembaran, dan di ikatnya dengan benar, tersusun menurut urutan ayat-ayat nya sebagaimana yang telah di tetapkan oleh Rasulullah kemudian di serahkan kepada Abu Bakar.
Mushaf ini tetap di tangan Abu Bakar sampai ia meninggal, kemudian di pindahkan kerumah Umar bin Khattab dan tetap ada di sana selama pemerintahannya sesudah beliau wafat mushaf ini di pindahkan ke rumah Hafsah, putri Umar, Istri Rasulullah sampai masa pengumpulan dan penyusun Al Qur'an di masa Khalifah Utsman.
Wednesday, May 9, 2018
Allah Juga Memberikan Nama Lain Pada Al Qur'an
Nama-nama AL Qur'an
Allah memberi nama kitabnya dengan Al Qur'an yang berarti "bacaan," arti ini dapa kita lihat dalam surat Al Qiyaamah (75) ayat 17 dan 18 biasa yang pernah dijelaskan di tulisan sebelumnya nama ini di kuatkan oleh ayat-ayat yang ada dalam surat Al Isra (17) ayat 88, surat Al Baqarah (2) ayat 2, surat An Naml (27) ayat 6, surat Ahqaff (46) ayat 9, surat Al Waaqi'ah (56) ayat 77, surat Al Hasyr (59) ayat 21 dan surat Addahr (76) ayat 23.
Menurut pengertian ayat-ayat di atas Al Qur'an itu di pakai sebagai nama bagi Kalam Allah yang di wahyukan kepada Nabi Muhammad saw, selain Al Qur'an Allah juga tidak memberikan informasi.
Allah memberi nama kitabnya dengan Al Qur'an yang berarti "bacaan," arti ini dapa kita lihat dalam surat Al Qiyaamah (75) ayat 17 dan 18 biasa yang pernah dijelaskan di tulisan sebelumnya nama ini di kuatkan oleh ayat-ayat yang ada dalam surat Al Isra (17) ayat 88, surat Al Baqarah (2) ayat 2, surat An Naml (27) ayat 6, surat Ahqaff (46) ayat 9, surat Al Waaqi'ah (56) ayat 77, surat Al Hasyr (59) ayat 21 dan surat Addahr (76) ayat 23.
Menurut pengertian ayat-ayat di atas Al Qur'an itu di pakai sebagai nama bagi Kalam Allah yang di wahyukan kepada Nabi Muhammad saw, selain Al Qur'an Allah juga tidak memberikan informasi.
- Al Kitaab atau Kitaabullah, yang merupakan sinonim dari perkataan Al Qur'an dalam surat Al Baqarah (2) ayat 2 dan surat Al An'aam (6) ayat 114
ذَلِكَ الْكِتَابُ لا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (٢)
Artiny a: "Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan pada nya"
أ فغير الله أبتغي حكما وهو الذي أنزل إليكم الكتاب مفصلا والذين آتيناهم الكتاب يعلمون أنه منزل من ربك بالحق فلا تكونن من الممترين (114)
Artinya :"Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal dialah yang telah menurunkan kitan (Al Qur'an) kepadamu dengan terperinci? Orang orang yang telah kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Qur'an itu di turunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya, Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu
- Al Furqaan artinya pembeda ialah yang membedakan yang benar dan yang batil, sebagai tersebut dalam surat Al Furqaan (25) ayat 1, yang arti nya " Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Qur'an) kepada hambanya agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam".
- Adz-Dzikir artinya peringatan sebagaimana yang tersebut dalam surat Al Hijr (15) ayat 9 yang mana arti nya " Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya". begitu juga terdapat dalam surat An Nahl (16) ayat 44 "Keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitb-kitab. Dan kami turunkan kepadamu Al Qur'an, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah di turunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.
Dari nama yang tiga di atas yang paling masyhur dan merupakan nama khas ialah "Al Qur'an," selain dari nama-nama yang tiga tersebut ada lagi beberapa nama bagi Al Qur'an Imam As Suyuthy dalam kitabnya Al Itqan, menyebutkan nama-nama Al Qur'an di antaranya Al Mubiin, Al Kariim, Al Kalam, An Nuur.
Surat-surat dalam Al Qur'an
Jumlah surat dalam Al Qur'an ada 114 surat, nama-namanya dan batas-batas tiap-tiap surat, susunan ayat-ayatnya adalah menurut ketentuan yang di tetapkan dan di ajarkan oleh Rasulullah sendiri (tauqifi).
Sebagian dari surat-surat Al Qur'an mempunya satu nama, dan sebagian lain mempunyai lebih dari satu nama sebagaimana yang akan diterangkan dalam muqaddimah tiap-tiap surat, surat-surat yang dalam Al Qur'an di tinjau dari segi panjang dan pendek nya terbagi atas empat bagian
- ASSAB'UTHTHIWAAL, yang dimaksud tujuh surat panjang yaitu Al Baqarah, Ali Imran, An Nisaa, Al A'raaf, Al An'aam, Al Maa-idah dan Yunus.
- Al MIUUN, yang dimaksudkan surat-surat yang berisi kira-kira seratus ayat lebih seperti surat Hud, Yusuf, Mu'min
- AL MATSAANI, yang di maksudkan surat-surat yang berisi kurang sedikit dari seratus ayat, seperti surat Al Anfaal, Al Hijr
- AL MUFASHSHAL yang di maksudkan surat-surat pendek seperti surat Adh dhuha, Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas.
Huruf-huruf Hijaaiyyah yang ada pada permulaan surat.
Al Baqarah, Ali Imran Al A'raaf, Yunus, Yusuf, Ar Ra'ad, Ibrahim, Al Hijr, Maryam, Thaaha, Asy Syu'araa, As Sajdah, Yasin, Shaad, Al Mu'min, Fushshilat, Asy Syuuraa, Az Zukhruf, Ad Dhukhaan, Al Jaatsiyah, Al Ahqaaf, Qaaf, dan Al Qalam (Nuun).
Huruf-huruf hijaaiyyah yang terdapat pada permulaan tiap-tiap surat tersebut di atas, di namakan "Fawaatihushshuwar" Artinya pembukaan surat-surat, banyak pendapat di kemukakan oleh para ulama, Tafsir tentang arti dan maksud huruf-huruf hijaaiyyah itu.
Subscribe to:
Posts (Atom)
POPULER
-
Kita mengenal dalam sejarah Bani Israil ada seorang tokoh nama nya Bal'am bin Bauroh, sebuah tokoh yang sering di sebut-sebut oleh Allah...
-
Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah SAW sebelum wafat, Rasulullah SAW telah jatuh sakit agak lama sehingga kondisi beliau sangat lemah ...
-
Hadits Bukhari menjelaskan pada saat baginda Nabi SAW menembus seluruh benteng Yahudi di Khaibar, orang-orang Yahudi sudah mengalah semuanya...
LABEL LIST
- kompilasi (5)
- seputar Al-Qur'an (18)
- Seputar Fiqih (5)
- Seputar Hikayat (43)
- Seputar Sejarah (23)















